Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Sebuah rencana


__ADS_3

Tristan berjalan gontai menuju kamarnya, setelah sekian banyak ceramah yang didapatnya. ia merebahkan tubuhnya dikasur empuk miliknya. sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Fell, lo dimana sih? apa gue salah kalau kangen sama lo? apa gue salah jika rindu senyuman lo?" gumam Tristan lirih.


"Gapapa tuan, aku sadar diri kok. aku memang gak pantes buat tuan. aku dan tuan itu bagaikan langit dan bumi, gak mungkin bisa bersatu. tuan terlalu tinggi untuk ku gapai"


Selintas ucapan Felli saat mereka berada di kantor Tristan lewat dikipirannya. Tristan sangat bersalah karena merasa sudah merendahkan Felli.


Tristan meraih ponselnya dan menekan nomor seseorang.


Drrttt...drrttt...drrttt...


"Gio, kamu lacak keberadaan Felli sekarang! dan saya gak mau mendengar jawaban yang sama darimu!" perintah Tristan.


"Baik tuan" jawab Gio dan setelah itu sambungan telepon terputus.


"Hufft... tuan kira nyari nona Felli kaya main petak umpet apa?" gerutu Gio karena ia sudah berulang kali mencari keberadaan Felli. namun hasilnya nihil. entah apa kerjanya yang kurang baik. atau Felli yang terlalu pintar bersembunyi.


*****************


Keesokan harinya Tristan sudah siap pergi ke kantornya. ia menolak untuk dijemput Gio.


Sesampainya di kantor, Tristan langsung mendapat sapaan hangat dari Gio.


"Pagi tuan" sapa Gio.


"Gimana?" tanya Tristan to the poin.


Gio menunduk "Maaf tuan, sampai sekarang saya masih belum bisa menemukan keberadaan nona Felli. saya rasa memang data data tentang nona Felli sudah dihapus agar tidak ada orang yang mencari tahu nya" ucap Gio yang langsung dapat tatapan tajam dari Tristan.


"Kamu itu kenapa sih, ngerjain beginian aja lelet banget!" sentak Tristan dan berlalu pergi dari sana.


"Sabar bro... " Ucap Rey tiba tiba datang menepuk pundak Gio dari belakang.


"Eh tuan Rey" ucap Gio membalikkan badannya.


"lo yang sabar ngadepin abang gue. dia itu lagi sakit hati, jadi bawaannya pengen marah terus" jelas Rey membuat Gio mengangguk.


***


Saat ini Felli sedang menghabiskan waktunya ditaman, bersama teman barunya yang baru ia kenal tempo hari.


Flashback on.

__ADS_1


Setelah puas berbelanja bersama Vini, Felli memutuskan untuk pergi ke cafe di depan mall untuk makan siang.


Mereka menyebrang jalan dan tiba di depan cafe itu.


"Ya ampun Vin, kayanya belanjaan kakak ada yang ketinggalan deh" ucap Felli memeriksa belanjaannya.


"Masa sih kak?" Tanya Vini memastikan.


"Tuh kan bener, jam tangan yang kakak mau kasih ke mom ketinggalan ditoko. bentar ya kakak ambil dulu" ucap Felli yang diangguki Vini.


"Kamu masuk aja duluan" titah Felli yang lagi lagi diangguki Vini. dan ia pun masuk kedalam.


Saat hendak menyebrang jalan, tiba tiba saja sebuah mobil melaju kencang kearah Felli.


Citttttt.....


"Awas!!!" Ucap seorang perempuan mendorong tubuh Felli hingga kepinggir jalanan.


"Aww... " ringis Felli.


Brukkk.


Perempuan itu alhasil yang kena serempeten mobil itu.


Felli segera berlari menuju perempuan itu.


"Lo gapapa?" Tanya Felli membantunya untuk berdiri.


"Kayanya kaki gue keseleo deh" ucapnya dan duduk di kursi dekat sana.


"Yaudah kita kerumah sakit ya?" tawar Felli yang langsung dapat gelengan darinya.


"Kenapa? kaki lo keseleo. gimana kalau parah?" ucap Felli panik.


"Anterin gue ke apartemen gue aja. disana bibi gue bisa bantu urut kaki gue" ucapnya.


"lo serius?" tanya Felli.


"Iya. eh btw siapa nama lo? kita belum kenalan?" Ucapnya.


"Gue Christina. panggil aja Tina" ucap Tina mengulurkan tangannya.


"Gue Felli" ucap Felli menerima uluran tangan Christina.

__ADS_1


"Boleh kita jadi teman?" tanya Christina pelan.


"Why not? aku juga gak punya temen disini" ucap Felli dengan senang hati.


Flashback Off.


"Sudah berapa lama lo kuliah disini?" tanya Felli.


"Sekitar empat tahun" jawabannya membuat Felli mengangguk mengerti.


"Dan seminggu lagi, gue akan balik ke indo karena kuliah gue udah selesai. dan juga gue pengen bantu bokap buat ngurusin perusahaan disana" lanjut Christina.


"Lo bisa kerja kantoran?" tanya Felli takjub.


"Bisa lah. bahkan dari kelas satu SMA gue udah belajar kerja kantoran" ucapnya bangga.


"Wah gue juga pengen kaya lo" ucap Felli.


"Lo bisa kok kalau lo mau belajar sungguh-sungguh" ujar Christina tersenyum.


Christina adalah seseorang yang baik. baru berteman saja Felli sudah bisa meng-klaim bahwa Christina tidak ada niat jahat berteman dengannya. Felli juga sudah mengetahui seluk-beluk Christina. karena Christina adalah seseorang yang sangat terbuka pada orang lain.


*********************


Sementara itu di sebuah cafe, nampak dua keluarga sedang melakukan pertemuan.


"Jadi bagaimana Ir, kamu setuju dengan tawaran aku?" tanya Faisal pada papa Irwan.


"Aku setuju. asalkan..... " jawab papa Irwan menggantung.


"Asalkan apa? " taya Faisal.


"Asalkan putrimu tidak seperti Carissa, dan ku harap putrimu tidak mengecewakan keluarga kami kali ini untuk kedua kalinya" Ucap papa Irwan tegas.


"Kamu tenang aja Ir, Christina gak seperti Carissa. percaya padaku" ucap Faisal meyakinkan.


"Jadi, kapan kita akan menentukan tanggalnya?" tanya mama Novi buka suara.


"Seminggu lagi putri ku pulang dari Singapura. dan saat itu juga kita akan melangsungkan acaranya" ucap Faisal.


"Oke aku setuju. dan aku pegang ucapanmu. kalau sampai anakmu mengecewakan kami untuk kedua kalinya. maka maafkan aku jika bertindak diluar batas" ucap papa Irwan setuju.


Sebenarnya ini adalah keputusan yang sulit bagi Irwan. dia masih mempunyai keraguan dibalik semua ini. tapi walau bagaimanapun Faisal adalah sahabat lamanya yang sangat bisa dipercayai.

__ADS_1


"Oke jadi mulai sekarang kita persiapkan semuanya" ucap mama Novi, yang dapat anggukan dari mereka.


__ADS_2