
Keesokan harinya Felli dan Tristan sudah siap untuk melakukan aktivitas masing masing. Dan saat ini mereka tengah sarapan pagi bersama.
"Fell, kamu udah baikan?" tanya mama Novi.
"Udah mah, udah mendingan kok" jawab Felli. membuat mama Novi lega.
"Mama masak apa ini?" tanya Felli mencium menu makanan yang sangat menyengat.
"Oh itu sambel cumi" jawab mama Novi.
"Kamu mau sayang?" tanya Tristan menawarkan.
"Enggak usah kok" jawab Felli, yang sudah sangat mual. Bahkan ia sampai menutup mulutnya.
"Fell, lo kenapa?" tanya Flora yang merasa aneh melihat Felli menutup mulutnya.
"Emm.. aku ke toilet dulu ya" pamit Felli dan segera menuju toilet karena rasa mual yang tidak bisa lagi ia tahan.
"Tris, itu Felli kenapa?" tanya papa Irwan.
"Aku juga gak tau pah, yaudah aku susul ya" ucap Tristan bangkit dari duduknya dan menyusul Felli ke kamar mandi.
__ADS_1
"Felli kenapa ya?" batin Flora merasa cemas pada sahabat sekaligus iparnya itu.
"Huekkk.... huekkk.... " Felli memuntahkan semua isi perutnya, bahkan sampai tak ada lagi yang bisa dimuntahkan karena dari semalam ia makan sangat sedikit. dan pagi ini ia baru ingin sarapan tapi sudah muntah lagi.
"Sayang, kita kerumah sakit aja ya. aku khawatir sama kamu" ucap Tristan sambil mengusap usap punggung Felli untuk meredakan mual nya.
Felli mengangguk lemah, ia sudah tak tahan lagi dengan rasa mual yang ia rasakan saat ini. Tristan dengan telaten membimbing Felli keluar kamar mandi.
"Mah, pah. kita ke rumah sakit dulu ya" pamit Tristan pada kedua orangtuanya.
"Iya hati hati ya, dan beritahu kami kalau ada apa apa" ucap mama Novi yang diangguki Tristan dan Felli.
*****
"Tin, bagaimana keadaan istriku?" tanya Tristan sesudah pemeriksaan selesai.
"Istri tuan tidak apa apa" jawab dokter Tina tersenyum.
"Lalu kenapa Felli muntah muntah terus?" tanya Tristan yang merasa aneh dokter Tina mengatakan bahwa Felli baik baik saja. Sudah sangat jelas tadi Felli mengalami muntah muntah hebat bahkan dari semalam.
"Istri tuan sedang mengandung dan itu artinya kalian akan jadi orangtua" jawab dokter Tina lagi lagi tersenyum.
__ADS_1
"Apa dok? jadi maksud dokter saya hamil?" tanya Felli memastikan.
"Betul sekali nyonya, usia kandungan nyonya sudah memasuki 4 minggu" jawab dokter Tina. Membuat Felli maupun Tristan sama sama melemparkan senyumnya.
"Sayang, kamu dengar kan. Kita akan jadi orangtua sebentar lagi" ucap Tristan menghujani wajah Felli dengan kecupannya.
"Usahakan untuk dijaga semaksimal mungkin, dan banyak banyak makan makanan bergizi untuk pertumbuhan janinnya" tutur dokter Tina.
"Baiklah, terimakasih" ucap Tristan.
"Saya akan memberikan vitamin penguat kandungan, agar bayi kalian akan selalu sehat dan kuat" ucap dokter Tina dan pergi untuk mengambil vitamin untuk Felli.
"Sayang makasih ya, kamu udah memberikan hadiah yang sangat spesial buat aku" ucap Tristan mengenggam tangan Felli dan mengecupnya lembut.
"Dan hari ini, kamu gak boleh kuliah dulu" lanjut Tristan.
"Tris, aku bakal bosen kalau gak ada kerjaan dirumah" ucap Felli cemberut kesal.
"Sayang, ini demi keselamatan kamu sama baby kita" ujar Tristan mengusap perut Felli yang masih rata.
"Terus kalau aku dirumah aja, aku ngapain?" tanya Felli.
__ADS_1
"Kamu istirahat aja dikamar, dan jangan melakukan aktivitas apapun tanpa izin ku" jawab Tristan membuat Felli bertambah kesal.