
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kini kandungan Felli sudah memasuki sembilan bulan, Tristan sangat ekstra menjaga Felli. Karena semakin besar kandungannya, Felli semakin ngeyel. Kini Felli kuliah daring karena Tristan tak mau mengambil resiko.
"Sayang bentar aja pliss" mohon Felli pada Tristan.
"Enggak!" jawab Tristan tegas.
"Cuma bentar doang kok. Ayolah... " rengek. Felli bergelayut manja pada Tristan.
"Pokoknya enggak!"
"Ihhh kamu pelit banget sih, dari dulu gak berubah rubah!" kesal Felli menghentakkan kakinya sambil berjalan menuju tangga.
Felli ingin meminta izin pada Tristan untuk berjalan jalan ke mall bersama Flora, namun Tristan tak mengizinkannya. Memang semenjak kandungan Felli memasuki delapan bulan, ia sudah jarang keluar rumah. Tentu saja karena larangan dari suaminya.
"Aww... ssshhh" ringis Felli saat merasakan perutnya sakit.
"Sayang kamu kenapa? sakit? mana yang sakit hem?" tanya Tristan langsung panik.
"Perut aku sakitt.. " jawab Felli sambil berjongkok dianak tangga.
Dengan sigap Tristan langsung menggendong Felli pergi ke kamarnya, Kamar Tristan dan Felli sudah di lantai satu. Karena Tristan tidak mau Felli kelelahan kalau naik turun tangga terus.
Tristan membaringkan Felli dikasur nya dan mengusap lembut perut Felli yang sudah membesar.
"Udah lebih baik?" tanya Tristan yang mendapat anggukan dari Felli.
Sebenarnya Felli sering mengalami hal seperti ini. Dan dokter mengatakan Felli tidak boleh banyak aktivitas, sebisa mungkin istirahat dikamar. Namun bukan Felli namanya kalau tidak membantah perintah dokter. Tristan juga sering memperingatkan, namun sama sekali tak didengarkan Felli.
__ADS_1
"Sayang baby kita gerak" girang Tristan saat merasakan bayi di dalam kandungan Felli sangat aktif bergerak.
"Sayang laperrr... " ucap Felli.
"Mau makan apa?" tanya Tristan lembut.
"Mie ayam" jawab Felli antusias, ya Felli sudah sangat lama tak memakan makanan itu.
"Enggak!" jawab Tristan cepat.
"Sayang.... " rengek Felli memayunkan bibirnya.
"Sayang makan yang lain aja ya. Jangan mie" ucap Tristan berusaha sabar.
"Gak mau, mau mie ayam. Atau gak mie instan aja deh" pinta Felli.
"Yang lain aja yah, terserah apa aja. yang penting aman buat kamu dan anak kita" lanjut Tristan.
"Gak mau ah. Udah gak selera!" kesal Felli berbaring dan membelakangi Tristan.
"Hey, katanya tadi laper" ucap Tristan mengelus perut Felli dari belakang.
"Gak, udah gak selera!"
Tristan hanya mampu menghela nafas panjang. Tiada hari yang membuatnya tenang dan nyaman. Semenjak kandungan Felli membesar, Felli jadi semakin sering membantah dan akhirnya membuat Tristan frustasi karena keinginan Felli.
"Yang lain aja yah" bujuk Tristan dengan tangan yang masih mengelus perut Felli.
__ADS_1
"Sayang kamu marah?" tanya Tristan karena tak mendapat jawaban apapun dari Felli.
"Pantesan, udah tidur ckk.." decak Tristan saat melihat istrinya tertidur. Felli memang sering tidur siang, dan ia selalu minta Tristan yang mengusap perutnya.
Tristan membenarkan posisi tidur Felli dan menyelimuti nya, tak lupa mengecup kening dan perutnya. Setelah itu ia menutup pintu dengan pelan agar istrinya tidak terbangun.
"Kak Tristan, Felli nya mana?" tanya Flora saat Tristan sudah sampai diruang tamu.
"Tidur" jawab Tristan singkat.
"Yahh gak jadi jalan dong" ucap Flora cemberut.
"Ra plisss ya, gak usah ngajak Felli yang aneh aneh. Pusing gue!" ucap Tristan duduk disofa dan mengambil PS nya.
"Jadi kak Tristan nyalahin gue hah!" sungut Flora kesal.
"Bukan itu maksud gue tapi-"
"Kak Tristan emang nyebelin!" ucap Flora memberenggut kesal.
"Sayang kenapa?" tanya Rey sambil menggendong baby Mutiara. Sedangkan Marcel tidur siang dikamarnya.
"Tanya aja nih sama kakak kamu yang super duper nyebelin!" ketus Flora dan mengambil alih baby Mutiara. Setelah itu pergi kekamarnya.
"Kenapa lagi sih bang?" tanya Rey.
"Tanya aja sama bini lo!" ketus Tristan sambil fokus pada PS nya.
__ADS_1
"Haiss kalian ini kenapa sih?" decak Rey ikut kesal.