Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Fakta yang menyakitkan


__ADS_3

Keesokan harinya Felli bangun dengan mata yang sembab akibat menangis semalaman, dilihatnya jam menunjukkan pukul 06:15 ia segera beranjak pergi kekamar mandi dan bersiap untuk kuliah.


Setelah selesai dengan semua rutinitasnya ia pun turun kebawah. Dilihatnya sudah ada Oma, bibi, dan juga Vabio disana.


"Pagi Fell" sapa Vabio tersenyum.


Felli tak mengindahkan ucapan Vabio, ia berjalan lurus menuju pintu keluar.


"Fell, kamu gak sarapan?" Tanya sang Oma menyusul Felli.


"Di kampus aja Oma, kalau gitu Felli pamit" ucap Felli menyalami tangan sang Oma.


"Fell, biar gue anter" tawar Vabio.


"Gak usah Vab, gue sendiri aja" tolak Felli.


"Please Fell" pinta Vabio membuat Felli menghela nafas.


"Yasudah ayo berangkat" ajak Felli dan langsung berjalan menuju mobil Vabio.


"Maafkan Oma Fell udah bikin kamu kecewa" gumam sang Oma melihat cucunya yang sangat berbeda hari ini.


Setelah Vabio masuk, ia segera menancap gas pergi meninggalkan rumah Felli.


"Fell are you okay?" Tanya Vabio melirik Felli.


"Hmm..." Felli hanya berdehem sebagai jawaban.


"Fell gue tau Lo kecewa atas berita semalam, tapi Lo harus kuat" ucap Vabio menyemangati.

__ADS_1


"Maksud Lo? Lo udah tau semuanya?" Tanya Felli intens.


"Duh salah ngomong lagi" batin Vabio merasa salah ucap.


"Vab, jujur sama gue. Apa Lo udah tau semuanya? Lo udah tau tentang kedua orangtua gue?" Tanya Felli menatap Vabio intens.


Vabio menghela nafas panjang "Ya, gue udah tau semuanya" jawab Vabio.


"Sejak kapan Lo tau?" Tanya Felli.


"Mungkin sekitar 12 tahun yang lalu, saat usia gue 10 tahun" jawab Vabio membuat Felli membulatkan matanya sempurna.


"What?? Ja-jadi Lo udah lama tau? Dan Lo sengaja gak ngasih tau gue? Lo sengaja bikin gue mati penasaran?" Ucap Felli yang kini sangat terkejut.


"Fell bukan gitu maksud gue...." Belum sempat Vabio melanjutkan ucapannya Felli telah lebih dulu memotongnya.


"Vab, Lo tega ya sama gue. Gue pikir Lo sahabat terbaik yang pernah gue kenal, tapi ternyata gue salah. Bisa bisanya Lo merahasiakan ini dari gue. Lo gak tau gimana duduk diposisi gue, disaat teman-teman gue punya orangtua yang lengkap, tapi gue? Bagaikan anak sebatang kara! Lo gak pernah ngerasain apa yang gue rasain Vab, Lo punya Tante Laina dan om Lewis yang selalu sayang sama Lo. Tapi gue? Gue cuma punya Oma dan Bi Ina. Gue gak pernah ngerasain punya orang tua didunia ini. Lo tau gue kaya anak yang tidak diinginkan" ucap Felli panjang kali lebar dan tak terasa bulir bening lolos begitu saja dipelupuk matanya.


"Udah Vab, cukup! Turunin gue Sekarang juga!" Ucap Felli menghapus kasar air matanya.


"Kan Lo harus kuliah" ucap Vabio.


"Gak, gue gak mau kuliah. Lo benar-benar bikin mood gue down seketika. Sekarang Lo turunin gue atau gue bakal nekat turun sendiri dari jendela" ancam Felli membuat Vabio langsung menepikan mobilnya.


"Makasih" ucap Felli terburu buru keluar dari mobil.


Vabio pun langsung turun menghampiri Felli.


"Vab, Lo pulang aja" suruh Felli.

__ADS_1


"Tapi Fell, Lo sendiri disini"


"Gue bukan anak kecil yang harus dijaga! Gue butuh waktu untuk nenangin hati dan pikiran gue" ucap Felli dan segera pergi meninggalkan Vabio.


"Fell...." Teriak Vabio mengejar Felli.


"Gak usah ngejar gue Vab, atau gue gak mau lagi bicara sama Lo!" Ancam Felli membuat Vabio terpaku ditempat. Dan Felli sudah berjalan jauh entah kemana arah tujuannya.


*************************


Saat ini Carissa dan Tristan sedang berada di sebuah taman yang dulu sangat sering mereka kunjungi. Tristan sangat jengkel berlama lama dekat dengan Carissa. Ia pun melakukan ini secara terpaksa karena Faisal telah bermohon-mohon pada Tristan, dan Carissa mengancam akan mogok makan bila Tristan tidak menemaninya.


Sebagai manusia yang punya kemanusiaan, Tristan terpaksa menuruti kemauan dua manusia yang sangat menyebalkan itu menurutnya.


"Tris, sini dong" ucap Carissa menyuruh Tristan untuk mendekat.


Tak ada jawaban dari Tristan, dan Carissa langsung menarik tangan Tristan untuk mendekat kearahnya.


Cekerek.


Carissa mengambil foto kebersamaannya bersama Tristan.


"Gimana bagus kan?" Ucap Carissa memperlihatkan hasil potonya.


"Hmm" jawab Tristan hanya berdehem. Ia tak mau terlalu meladeni Carissa.


"Tris aku laper, kita pesan makan ya" ucap Carissa.


"Pesan aja" Jawab Tristan cuek.

__ADS_1


"Pesenin dong, kamu pelit banget" ucap Carissa pura-pura ngambek, dan mau tak mau Tristan merogoh hapenya dan membuka aplikasi grab food untuk memesan makanan. Itu membuat Carissa tersenyum puas.


"Sebentar lagi gue akan menjadi milik Lo seutuhnya" batin Carissa tersenyum sinis.


__ADS_2