Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Kedatangan Moon


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit, Tristan menanyakan dimana ruangan Carissa, dan setelah mendapatkan informasi Tristan segera berjalan menuju ruang perawatan, karena Carissa baru saja dipindahkan ke ruang rawat inap.


Ceklek.


Tristan membuka pintu dan terlihat Carissa sedang terbaring sambil tersenyum manis kerahnya, sedangkan Faisal sedang duduk disofa.


"Tris kamu sudah datang" ucap Faisal dan mendekati Tristan.


"Ada apa kalian memanggilku kesini?" Tanya Tristan dingin.


"Tris, temani aku disini please" pinta Carissa.


"Aku tidak punya banyak waktu untukmu" jawab Tristan datar.


"Tris, saya mohon, Carissa sekarang sedang sakit apa kau tega meninggalkannya saat ia membutuhkan bantuanmu?" Tutur Faisal.


"Apa aku tidak salah dengar? Justru anak anda yang tega mengkhianati saya dan mempermalukan saya ditengah-tengah keluarga saya, dan sekarang anda bilang aku tega, hahahaha lucu sekali" cibir Tristan membuat Faisal dan Carissa terdiam.


"Kalau kalian mengundangku kesini hanya untuk menghabiskan waktu, lebih baik aku pergi dari sini" ucap Tristan hendak melangkah pergi, tapi Carissa memanggilnya.


"Tristan ayolah, temani aku sebentar saja" pinta Carissa memelas.


"Sudah kubilang aku tidak punya banyak waktu untuk kalian!" Tekan Tristan.


"Tris, aku tau aku salah, tapi apa kau tidak akan pernah memaafkanku?" Tanya Carissa menunduk.


"Kemungkinan besar iya" jawab Tristan tanpa ekspresi.


"Maaf saya permisi" ucap Tristan dan mengundurkan diri dari sana.


Carissa yang melihat itu pun langsung menangis kencang, ia tak mengira bahwa Tristan akan meninggalkannya begitu saja, ia kira Tristan akan menemaninya disini, namun dugaannya salah besar.

__ADS_1


"Hiks... Hiks... Hiks... Ayah Tristan jahat!" Isak Carissa sambil meringkuk memeluk kedua lututnya.


"Tenanglah Car, kan sudah ayah bilang, tidak mungkin Tristan mau menemanimu" ucap Faisal mengelus punggung Carissa.


"Dia begitu karena sudah punya tunangan ayah" ucap Carissa membuat Faisal menatap putrinya intens.


Carissa pun mulai menceritakan semua yang dialaminya tadi, sampai ia mengalami kecelakaan.


"Kurang ajar sekali mereka!" Geram Faisal mengepalkan tangannya.


"Car, pria seperti itu tidak pantas untuk kau perjuangkan, ayolah masih banyak pria lain di dunia ini" lanjut Faisal memberi pengertian.


"Tapi Carissa yakin ayah, Tristan masih cinta sama Carissa" ucap Carissa mantab.


"Tapi buktinya, dia sudah memiliki tunangan kan? Itu artinya dia sudah move on darimu" jelas Faisal membuat Carissa terdiam sejenak.


*************************


Sesampainya dirumah, Tristan dikejutkan dengan kedatangan sepupunya, yang tak lain adalah Moon.


"Kenapa kau kemari?" Tanya Tristan datar.


"Apa aku tidak boleh berkunjung kerumah sepupuku?" Ujar Moon.


"Cih... Sepupu" cibir Tristan dan menerobos masuk melewati Moon.


Dan ia tak kalah terkejut melihat kedatangan kedua orangtua Moon sedang duduk bersama keluarganya.


"Aunty, uncle, kapan kalian datang?" Tanya Tristan berusaha sopan.


"Tadi pagi" jawab Tomi yang tak lain adalah ayah Moon.

__ADS_1


"Tris, aunty mau bicara padamu" ujar Debi sang ibunda Moon.


"Bicara saja" ucap Tristan dan mulai duduk disana.


"Apa kau keberatan untuk mengijinkan Moon tinggal disini untuk beberapa hari?" Tanya Debi membuat Tristan terkejut tak percaya.


Tristan memandang satu persatu anggota keluarganya.


"Tris, kami ingin kau yang mengambil keputusan" jawab papa Irwan.


"Kenapa aku?" Tanya Tristan.


"Lo udah tau jawabannya bang" sahut Rey menghela nafas.


"Memangnya kenapa Moon harus tinggal disini?" Tanya Tristan.


"Aunty akan pergi ke Inggris untuk mengobati uncle mu" jawab Debi.


"Uncle sakit?" Tanya Tristan.


Debi mengangguk sebagai jawaban "Uncle mu mengalami kanker yang sudah masuk stadium dua" jelas Debi membuat Tristan terkejut.


"Moon tidak ingin ikut dengan kami, dan dia juga tidak ingin tinggal di apartemen, dia meminta tinggal disini untuk menebus kesalahannya yang dulu. Kau boleh menghukumnya dengan cara apapun yang kau mau, asalkan tidak membahayakan nyawanya" lanjut Debi.


Tristan menghela nafas berat, ia sulit untuk mengambil keputusan. Di satu sisi ia tidak ingin Moon tinggal di rumahnya, tapi di sisi lain ia juga kasihan pada sepupunya, walau bagaimanapun Moon sangat akrab dengannya waktu kecil, Moon lah yang selalu menjadi teman sekaligus saudara terbaiknya dulu.


"Baiklah, tapi ada syaratnya" ucap Tristan akhirnya.


"Apa syaratnya? Katakan?" Tanya Tomi.


"Moon tidak boleh satu kamar denganku, dan dia juga tidak boleh mencampuri urusan pribadiku, dan yang terpaling penting jangan menganggu keluargaku" ucap Tristan membuat Debi dan Tomi terdiam.

__ADS_1


"Aku setuju" sahut Moon tiba-tiba datang.


"Dan kalau kau melanggar, maka akan ku usir kau dari sini!" Ancam Tristan dan berlalu pergi karena tak ingin berlama lama melihat wajah Moon, ia akan naik darah.


__ADS_2