Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Perusak suasana


__ADS_3

Makan malam telah tiba, semua keluarga berkumpul di meja makan, tapi untuk makan malam kali ini lebih terasa sepi dan sunyi, tentu saja itu karena kehadiran Moon.


"Aku harap kau tidak lama tinggal di rumahku" batin Tristan geram.


"Hey kita belum kenalan? Siapa namamu, aku tidak pernah melihatmu disini sebelumnya?" Tanya Moon pada Flora.


"Jangan coba macam macam dengan istriku!" Ancam Rey menatap tajam.


"Oh jadi dia istrimu, pandai sekali kau memilih istri yang cantik sepertinya" puji Moon tersenyum.


"Ck... Urus saja istrimu" sindir Rey membuat Moon terdiam.


*************************


Pagi harinya, Tristan sudah rapi dengan pakaian formal nya, ia bersiap akan pergi kekantor.


"Gak sarapan dulu Tris?" Tanya mama Novi.


"Gak mah, dikantor aja" jawab Tristan datar.


"Selamat pagi semuanya" sapa Gio yang baru datang.


"Pagi" jawab mereka semua.


"Loh tuan Moon?" Ucap Gio terkejut melihat kehadiran Moon dirumah keluarga Vernatha.


"Hey bro, lama tidak bertemu" sapa Moon dengan senyumnya.


Gio hanya membalas dengan senyuman tipis, ia tak menyangka setelah kedatangan Carissa dan sekarang Moon juga hadir ditengah-tengah keluarga Vernatha.

__ADS_1


Mama Novi dan papa Irwan hanya menghela nafas panjang, kehadiran Moon benar-benar merusak suasana.


"Gio ayo berangkat!" Ajak Tristan dan berjalan mendahului Gio.


"Tuan kapan tuan Moon kemari?" Tanya Gio saat sudah berada didalam mobil.


"Semalem" jawab Tristan singkat tanpa menoleh kearah Gio.


"Ada apa tuan Moon datang kesini? Apa dia ada sebuah rencana?" Tanya Gio dalam hati.


*************************


"Sayang ingat ya, kamu harus jaga jarak sama Moon, aku gak mau kamu deket-deket sama dia" tutur Rey saat telah sampai didepan kampus Flora.


"Iya mas, pasti kok" jawab Flora tersenyum.


Cup.


"Astaga tuanku ini sangat sopan sekali" batin Rehan yang melihat adegan live itu.


"Mas malu, ada Rehan" ucap Flora.


"Gapapa dia gak liat" jawab Rey santai.


"Sabar Han, sabarrrr...." Batin Rehan.


"Sana masuk!" Ucap Rey.


"Mas ngusir aku?" Tanya Flora cemberut.

__ADS_1


"Gak ngusir sayang, tapi liat" ucap Rey menunjuk kaca mobilnya dan terlihat Felli, Gisel, dan Echa sedang berdiri disana.


"Haiss ganggu aja" gerutu Flora dan keluar dari mobil.


"Pagi Ra" sapa Echa tersenyum.


"Pagi" jawab Flora.


"Ada bebeb gue gak?" Tanya Echa melihat kedalam mobil.


"Eits pagi pagi dilarang pacaran!" Ucap Rey dan menaikkan kaca mobilnya.


"Ihhh tuan pelit amat deh, nanti kuburannya sempit loh" ucap Echa yang sama sekali tak didengarkan Rey, yang ada malah ia melajukan mobilnya meninggalkan kampus.


"Sabar Cha, ujian Cinta" ucap Felli terkekeh.


"Ujian Mulu, dari SD, SMP, SMA, kuliah, dan sekarang cinta pun pake ujian" gerutu Echa menyebutkan satu persatu pendidikannya.


"Udahlah terima aja nasib Lo" sahut Gisel terkikik dan merekapun berjalan menuju kelasnya.


*************************


"Car, ayolah makan sedikit saja" bujuk Faisal pada putrinya. Carissa memilih mogok makan sebelum Tristan menemaninya disini.


"Gak mau yah!" Bantah Carissa menutup mulutnya.


"Car, kamu itu jangan membahayakan diri kamu sendiri hanya kerena seorang laki laki" ujar Faisal.


"Sadar Car, Tristan sudah punya tunangan itu artinya dia akan segera menikah, masih banyak laki laki lain yang mau menerimamu dengan senang hati. Cuma mata hatimu itu terlalu tertutup rapat sehingga tidak bisa melihat dimana cinta sedang menunggumu" lanjut Faisal membuat Carissa terdiam.

__ADS_1


"Percaya sama Ayah, jodoh itu sudah diatur oleh Allah, sejauh apapun jaraknya kalau memang berjodoh pasti akan bertemu" ucap Faisal mencoba memberi pengertian kepada putrinya.


__ADS_2