
Pagi pagi hari Felli dan Vini melakukan joging bersama. Felli pun ingin berjalan jalan mengelilingi Singapura.
"Ayo kak semangat!" ujar Vini terus berlari.
"Vin, tungguin... " Teriak Felli yang sudah ketinggalan jauh.
Vini pun menghentikan langkahnya. dan menunggu Felli menuju kearahnya.
"Huhhh... huhhhh... huhhh.... kamu cepat banget larinya" ucap Felli ngos ngosan.
"Kakak sih lama banget" ucap Vini. karena memang ia sudah terbiasa jogging. bahkan ia pun pernah memenangkan lomba lari di sekolahnya.
"Istirahat dulu yuk!" ajak Felli menunjuk kursi disana.
"Hmmm oke lah" jawab Vini setuju.
"Kak, aku beli minum dulu ya" pamit Vini yang diangguki Felli.
Ting....
Bunyi ponsel Felli menandakan pesan masuk. dengan sigap ia meraih ponselnya disaku celananya.
"Pagi Fell, gimana kamu disana?" pesan bi ina melalui via whatsapp.
Felli tersenyum dan mulai mengetik pesan.
"Pagi juga bi. alhamdulillah Felli baik baik aja. bibi sama oma juga sehat sehat disana. jaga kesehatan dan pola makan" balas Felli.
__ADS_1
"Kak nih minumnya" ucap Vini datang dengan memberikan sebotol air mineral pada Felli.
Felli memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan menerima air dari Vini.
"Makasih ya" ucap Felli dan membuka tutup botol itu. lalu meminumnya.
"Pagi Vini" sapa seorang laki-laki yang seumuran dengan Vini.
"Pagi dit" balas Vini pada sahabatnya yang bernama Radit.
"Siapa dia?" tanya Radit melihat kearah Felli.
"Oh ya, kenalin ini kakak aku. namanya kak Felli" ucap Vini memperkenalkan kakaknya.
"Radit kak" ucap Radit mengulurkan tangannya.
Radit adalah salah satu sahabat Vini yang sangat menyukai Vini. Radit bisa dikatakan cinta dalam diam. ia tak berani mengungkapkan isi hatinya pada Vini. Ya tak bisa dipungkiri walaupun Vini memiliki sifat bar-bar, dan terkesan tomboy. namun masih banyak siswa yang menyukainya termasuk Radit.
****************
5 bulan kemudian.
Kehidupan Felli di Singapura dalam lima bulan ini sangatlah menyenangkan. ia sangat disayangi oleh kedua orangtuanya. dan Felli bisa merasakan rasanya mempunyai adik yang tidak akan membuatnya bosan. Ya Vini senantiasa bermain dan menghabiskan waktu bersama Felli. bahkan Vini pun sudah jarang keluar rumah hanya untuk menemani Felli. Darwin dan Dahlia sangat senang kedua anaknya itu akrab dan tidak pernah bertengkar.
"Kakak ayo makan" teriak Vini mengetuk kamar kakaknya.
Ceklek.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Felli membuka pintu.
"Ayo makan siang!" ajak Vini menarik tangan Felli keluar kamar.
"Oke oke, tapi jangan tarik gitu juga dong" ucap Felli cemberut.
"Utu utu utu kakakku yang cantik i'm sorry" ucap Vini memainkan pipi Felli.
"Udah ah ayok!" ajak Felli dan segera turun kebawah karena papa Darwin dan mom Dahlia sudah menunggu.
*******************
Sedangkan Tristan saat ini sangatlah terpuruk, kini ia sangat merasa kehilangan sosok Felli. kalau boleh jujur Tristan sangat merindukan senyum dan tawa Felli. Tak masalah jika orang mengatainya pedofil karena mencintai anak dibawah umur. tapi yang pasti kehilangan Felli membuat Tristan tak mempunyai semangat hidup.
"Tristan, mau sampai kapan kamu begini?" ucap mama Novi.
Ya.. semenjak Felli pergi, hidup Tristan sangat tak berarah. kadang ia kerja dan kadang tidak. makan pun kadang dua hari hanya sekali. apalagi tidur jangan ditanyakan lagi. Tristan kadang begadang karena terus memikirkan Felli.
"Tris, lupain Felli. mama yakin Felli udah punya pasangan disana. sedangkan kamu? udah kaya orang gila aja gak punya tujuan hidup" ucap mama Novi mengomel.
"Abang sih sok jual mahal. giliran Felli ada lo cuekin. lah sekarang dia pergi lo kebakaran jenggot" sahut Denis menimpali.
"Bang, lo coba buka hati buat orang lain. gue yakin banyak cewek diluar sana yang mencintai lo" tutur Rey sambil mengusap perut Flora yang sudah membuncit.
"Tris, Rey benar. usia kamu itu udah mateng. kapan lagi kamu mau cari pasangan? apa kamu gak pengen berumahtangga?" timpal papa irwan.
Sedangkan Tristan yang mendapatkan ceramah dari keluarganya hanya bisa menghela nafas. dia juga bingung. kenapa sulit sekali untuk melupakan Felli dan membuka hati untuk orang lain. Tristan berjanji bila ia bertemu dengan Felli. maka saat itu juga Tristan akan langsung melamarnya. tak peduli kalau Felli sudah punya pacar ataupun tunangan. kalau Felli sudah punya suami. barulah Tristan akan mundur dan menyerah.
__ADS_1