Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Terbakar api cemburu


__ADS_3

Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


Ponsel Felli berdering, ia menyeritkan keningnya melihat nomer tak dikenal menelponnya.


"Hallo, siapa ya?" Tanya Felli.


"Ini gue" jawab Tristan diseberang sana.


"Tu-tuan? Kok tuan tuan tau nomer ponsel gue?" Ucap Felli terkejut mendengar siapa yang menelponnya.


"Gimana keadaan Lo" tanya Tristan tanpa menggubris perkataan Felli.


"Baik kok" jawab Felli singkat.


"Udah gak sakit lagi?" Tanya Tristan.


"Sedikit sih" jawab Felli sedikit menggerakkan kakinya.


"Tuan kenapa nelpon gue?" Tanya Felli.


"Gapapa" jawab Tristan lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Ishh dasar tuan balok es!" Umpat Felli pada hapenya.


"Fell, nih pesanan Lo" ucap Vabio dengan membawa kresek makanan yang Felli minta dari restorannya.


"Makasih ya" ucap Felli menerima makanan itu.


*************************


"Gio, kau pantau apa saja yang dikerjakan Felli dirumahnya!" Perintah Tristan pada asistennya.


"Baik tuan" ucap Gio menurut.


"Dan satu lagi, kau beritahu aku siapa saja yang berada dirumahnya, aku gak mau sampai ada laki laki lain yang bersamanya disana" lanjut Tristan yang tak mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Gio dan segera keluar dari ruangan Tristan.


"Ada hubungan apa antara tuan Tristan dan nona Felli?" Batin Gio bertanya-tanya.


Setelah mendapatkan informasi mengenai Felli, Gio masuk kedalam ruangan Tristan untuk memberitahu.


"Tuan nona Felli sedang berada dirumahnya bersama Vabio" ucap Gio memberitahu.


"Dan nona Felli sedang makan disuapi Vabio tuan" lanjut Gio yang berhasil membuat Tristan mengepalkan tangannya dengan rahang yang sudah mengeras.


"Kau keluarlah!" Usir Tristan pada Gio.


"Baik tuan, permisi" ucap Gio berlalu keluar ruangan Tristan.


"Sepertinya tuan sedang terbakar api cemburu" batin Gio tersenyum simpul.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


"Hallo tuan, kenapa lagi?" Tanya Felli saat sambungan telpon terhubung.


"Sahabat? Vabio maksudnya?" Tanya Felli.


"Hemm" jawab Tristan hanya berdehem.


"Kenapa emangnya? Apa dia mengganggu tuan?" Tanya Felli.


"Saya gak suka liat dia dirumah Lo!" Jawab Tristan dingin.


"Tapi kenapa? Ini kan rumah gue, ya terserah gue mau ngundang siap, Dan apa masalahnya sama tuan?" Ucap Felli protes.


"Gue gak suka!" Jawab Tristan ketus.


"Kalau Lo gak ngusir dia dari rumah Lo, oke gue bakal nyuruh anak buah gue buat nyeret dia pergi dari sana!" Tekan Tristan dan mematikan telponnya secara sepihak.


"Hallo tuan..." Pekik Felli tiba tiba sambungan telepon terputus.

__ADS_1


"Dasar tuan aneh!" Umpat Felli.


"Tapi darimana tuan tau Vabio dirumah gue?" Gumam Felli.


"Fell, Lo kenapa?" Tanya Vabio yang melihat Felli menggerutu didepan TV.


"Udah selesai?" Tanya Felli tanpa menjawab pertanyaan Vabio.


"Hu'um" jawab Vabio dan mulai duduk disamping Felli.


*************************


"Kenapa dia ada disana sih!" Gerutu Tristan yang kesal mendengar Felli berdua dengan Vabio.


"Gue juga kenapa gak kepikiran kalau dia masih punya sahabat laki laki!" Gumam Tristan mengacak-acak rambutnya.


"Gak mungkin gue cemburu kan? Masa selera gue bocah kemarin sore kaya dia" Tristan tak henti-hentinya berbicara sampai tak sadar akan kedatangan seseorang.


"Ehemmm" deheman Rey membuat Tristan mendongakkan kepalanya.


"Sejak kapan Lo disana?" Tanya Tristan melihat Rey yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Sejak Lo bilang gak mungkin gue cemburu" goda Rey tersenyum penuh arti.


"Ngapain kesini? Ganggu aja!" Protes Tristan menatap kesal pada Rey.


"Satu jam lagi ada rapat penting" ucap Rey menyampaikan.


"Hemm" jawab Tristan berdehem.


"Dan gue harap Lo bisa tunda dulu buat mikirin Felli, karena rapat kali ini menyangkut nama baik perusahaan kita" ucap Rey membuat Tristan melototkan matanya.


"Oke gue keluar" ucap Rey menahan tawa dan secepat kilat keluar dari ruangan Tristan.


"Gue udah lama gak liat Abang jatuh cinta" ucap Rey setelah keluar dari ruangan Tristan.

__ADS_1


__ADS_2