
Keesokan harinya sepulang kuliah, Tristan sudah stand by untuk menjemput Felli. Awalnya ia menolak rencana mamanya, namun dipikir pikir ini bisa membuat Carissa sakit hati seperti yang Tristan rasakan dulu.
"Loh kak Tristan ngapain disini?" Tanya Flora terkejut melihat kedatangan Tristan.
"Dia mau menjalankan rencana mama yang kemaren sayang" sahut Rey yang sudah sampai dari tadi, hanya saja Rey tetap menunggu Flora dimobilnya.
"Rencana?" Gumam Felli.
"Ayo masuk!" Ajak Tristan pada Felli.
"Tuan ngajak aku?" Tunjuk Felli pada dirinya sendiri.
"Terus siapa lagi? Masa ngajak Flora nanti yang ada gue kena amukan singa jantan" ledek Tristan membuat Rey mendengus kesal dan langsung mengajak Flora.
"Tapi tuan gue bawa mobil" ucap Felli.
"Tidak ada tapi tapian, mobil Lo biar Gio yang urus" ucap Tristan dan langsung menyeret Felli masuk kedalam mobil.
"Tuan ngapain pake seret seret segala sih, kan bisa baik baik!" Gerutu Felli saat telah didalam mobil.
Tristan tak mengindahkan ucapan Felli, ia melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
"Tunggu dulu, kita mau kemana?" Tanya Felli melihat jalan yang bukan menuju rumahnya.
"Gak usah banyak tanya!" Ucap Tristan datar.
"Jangan bilang tuan mau nyulik gue?" Tuduh Felli membuat Tristan berdecak sebal.
"Apa untungnya gue nyulik Lo!" Ketus Tristan dan tak terasa mobil mereka sudah sampai didepan butik terkenal.
"Ngapain tuan bawa gue ke butik? Atau tuan mau beli baju ya?" Ucap Felli melihat Tristan.
__ADS_1
"Bisa diem kan?" Ucap Tristan yang tak tahan lagi mendengar celotehan Felli dari tadi.
"Bisa tuan" jawab Felli mendengus kesal.
"Dasar tuan balok es!" Umpat Felli dalam hati.
"Tidak usah mengumpatku!" Ujar Tristan datar.
"Felli gak ngumpat tuan kok" jawab Felli menelan salivanya susah payah, Tristan seperti punya Indra.
"Mba tolong carikan baju yang bagus dan cocok buat dia" ucap Tristan pada salah satu karyawan disana.
"Baik tuan, mari nona" ucapnya sambil menuntun Felli menuju ruangan.
Setelah merasa baju yang dipakai Felli cocok, barulah ia keluar.
"Tuan bagaimana?" Tanya Felli pada Tristan yang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Yang ini pasti cocok nona" ujar pelayan itu menunjukan dress berwarna navy pada Felli.
Felli mencobanya dan keluar untuk meminta pendapat Tristan.
"Yang ini bagaimana?" Tanya Felli.
"Terlalu terbuka, ganti lagi!" Ucap Tristan membuat Felli mendengus kesal.
Beberapa kali Felli mengganti baju, dan waktu satu jam mereka habiskan di mall karena baju yang dikenakan Felli selalu tidak pas dimata Tristan.
"Baiklah tuan, jika yang ini masih tidak cocok maka fiks gue pulang sekarang!" Ucap Felli dan segera keluar.
"Bagaimana?" Tanya Felli.
__ADS_1
"Hmmm lumayan" ucap Tristan dan segera membayar baju itu, dan keluar butik, lalu melajukan mobilnya ke tempat lain.
"Tuan sebenarnya kita mau kemana sih? Kenapa tuan maksa Felli buat pakai baju ini, dan hah! Kita kesalon?" Ucap Felli membelakakkan matanya melihat mobil Tristan berhenti disebuah salon.
"Turun!" Perintah Tristan dan mereka segera turun lalu masuk kedalam sana.
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" Tanya karyawan disana.
"Dandan dia semaksimal mungkin" perintah Tristan.
"Baik tuan" ucap pelayan itu dan mulai memoleskan Felli dengan bedak.
"Nona anda sudah cantik, mungkin make up natural akan lebih cocok padamu" puji pelayan itu.
"Terimakasih mba, anda juga sangat cantik" puji balik Felli.
Setelah 20 menit berlalu Felli selesai dengan riasannya. Benar kata pelayan itu Felli sangat cantik dengan make up yang tidak terlalu mencolok dan membuat Tristan langsung terhipnotis olehnya.
"Tuan bagaimana?" Tanya Felli pada Tristan yang masih memandangnya.
"Kerja bagus, ini" ucap Tristan memberikan beberapa lembar uang merah pada pelayan itu.
"Tuan tapi ini kebanyakan" ucap pelayan itu tak enak.
"Anggap saja itu tips dari ku" ucap Tristan dan melangkah keluar bersama Felli.
"Sekarang kemana lagi tuan?" Tanya Felli.
"Ke kantorku" jawab Tristan singkat.
"Sebenarnya rencana apa yang Tristan jalankan?" Tanya Felli dalam hati.
__ADS_1
"Dengar, dikantorku ada Carissa, aku ingin kau menurut semua perkataan ku dan jangan memanggilku tuan, mengerti" terang Tristan pada Felli yang hanya dibalas anggukan dari Felli.