Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Ngidamnya Flora


__ADS_3

"Lo mau kemana? Biar gue temenin" ujar Tristan.


"Tapi gue gak enak sama..."


"Sahabat Lo itu?" Sela Tristan datar.


"Oke oke, gue mau kerumah aja, ini udah panas" jawab Felli, dengan segera Tristan mendorong kursi roda itu menuju rumah Felli.


"Besok jadwal Lo kontrol, biar gue temenin" ujar Tristan sambil mendorong kursi roda Felli.


"Loh kok tuan tau?" Tanya Felli terkejut.


"Apa Lo gak tau siapa gue?" Jawab Tristan sedikit kesal lantaran Felli masih memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'.


"Ya ya ya gue tau..." Ucap Felli memutar bola mata jengah.


Tak terasa mereka sudah sampai dihalaman rumah Felli. Dan disana sudah ada Vabio yang bersedekap tangan.


"Fell, Lo darimana aja?" Ucap Vabio cemas, ia sudah menunggu cukup lama disana.


Jangan ditanyakan lagi kenapa Vabio memilih untuk menunggu Felli daripada harus mengejarnya, karena Vabio tau Felli akan kembali kerumahnya dan tidak akan berlama-lama disana.


"Lo udah lama nunggu?" Tanya Felli.


"Lumayan" jawab Vabio melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Ayo masuk!" Ajak Vabio mengambil alih mendorong Felli sembari menatap Tristan tajam.


Tristan yang mendapatkan tatapan dari Vabio juga membalas tak kalah tajam, dan pergi dari sana daripada harus berdebat dengan Vabio.


*************************


Tristan pulang dengan wajah kusutnya, ia masih kesal dengan Vabio yang tak pernah jauh dari Felli.


"Napa Lo?" Tanya Rey melihat Tristan yang menekuk wajahnya.

__ADS_1


"Lo lagi PMS bang?" Sambung Denis yang tak mendapatkan jawaban dari Tristan.


Tristan segera berlalu meninggalkan mereka dan berjalan menuju kamarnya.


"Lah tuh anak kenapa sih?" Ucap Rey bingung.


"Gue heran deh, dulu elo yang dingin, sekarang bang Tristan, kayanya cuma gue yang bisa hangat" ujar Denis meledeki kedua saudaranya.


Rey hanya membuang muka mendengar penuturan adiknya.


"Mas..." Panggil Flora mendekat kearah Rey.


"Sayang sini!" Ajak Rey menepuk sofa disebelahnya.


Flora pun duduk disamping Rey.


"Marcel mana?" Tanya Denis.


"Lagi sama Lika" jawab Flora.


"Ngapain Lo nanyain anak gue?" Ucap Rey tak suka.


"Gak jalan Lo?" Tanya Rey membuat Denis menghentikan langkahnya.


"Jalan sama siapa?" Ujar Denis menautkan alisnya.


"Lo kan punya banyak pacar, ya kali aja Lo mau jalan sama mereka" ucap Rey terkekeh.


"Sialan!" Umpat Denis mendengus kesal dan pergi dari sana.


"Emang berapa banyak sih mas pacar Denis?" Tanya Flora penasaran.


"Hampir seluruh cewek didunia ini udah pernah jadi pacar dia. Kecuali..." Ucap Rey menggantung.


"Kecuali apa?" Tanya Flora penasaran.

__ADS_1


"Kecuali kamu" jawab Rey tersenyum dan mencubit gemas pipi Flora.


"Mas!" Ucap Flora cemberut dan mengelus pipinya membuat Rey terkekeh.


"Mas kamu gak lupa kan besok jadwal aku check up?" Tanya Flora.


"Tentu saja tidak sayang" ucap Rey merangkul bahu Flora posesif.


Krukk... Krukk... Krukk...


Suara perut Flora berbunyi pertanda minta diisi.


"Kamu lapar sayang?" Tanya Rey membuat Flora dengan cepat mengangguk.


"Oke mas ambilin makanan dulu ya" ucap Rey hendak beranjak dari tempat duduknya, tapi Flora mencekal tangannya.


"Kenapa sayang?" Tanya Rey bingung.


"Mas, aku mau nasi goreng buatan kamu" pinta Flora membuat Rey terkejut.


"Sayang kita beli aja ya" ucap Rey membujuk.


"Gak mau!" Jawab Flora kekeuh.


"Sayang kita beli aja ya, atau minta bikinin sama mama?" Tawar Rey.


"Gak mau! Kalau mas gak mau, yaudah aku juga gak mau makan!" Ucap Flora cemberut.


"Sayang jangan gitu, nanti baby kita sakit kalau kamu gak makan" bujuk Rey menghampiri Flora dan mengelus perutnya.


Flora masih kesal, ia melengos sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah mas buatin, tunggu disini" ucap Rey akhirnya, membuat Flora tersenyum senang.


"Makasih mas" ucap Flora sumringah.

__ADS_1


"Apapun untukmu sayang" jawab Rey tersenyum.


"Inilah resiko saat istri sedang hamil" gerutu Rey dalam hati.


__ADS_2