
"Si Tina mana sih lama banget!" Geram Rey yang sudah sedari tadi menunggu.
"Sabar Rey, mungkin macet atau ada kendala, kamu gak usah protes" ucap mama Novi yang masih mengelus rambut Flora.
Ceklek.
"Maaf nyonya dan tuan saya terlambat, tadi ada pasien yang mendadak harus ku periksa" ucap dokter Tina dengan nafas tersengal-sengal.
"Untung kau dokter, kalau nggak udah gue kirim ke kutub Utara!" Geram Rey menatap tajam dokter Tina.
"Rey sudah!" Cegah mama Novi.
"Tin, tolong periksa menantuku" suruh mama Novi.
"Baik nyah" ucap dokter Tina dan mulai mengeluarkan alat medisnya dan memeriksa Flora.
"Jadi bagaimana? Istriku tidak apa apa kan?" Tanya Rey penasaran.
"Tuan tenang saja, istri anda tidak apa apa, dan sepertinya Marcel akan segera mempunyai adik" jawab dokter Tina tersenyum.
"Hah? Ma-maksud kamu istri saya hamil?" Ucap Rey terkejut sekaligus senang.
"Iya tuan, istri anda sedang hamil lagi, dan untuk lebih jelasnya silahkan periksa ke dokter kandungan" ujar dokter Tina.
"Alhamdulillah makasih dok" ucap mama Novi tersenyum senang.
"Sama sama nyah, dan ini obat vitamin untuk kandungannya" ucap dokter Tina memberikan obat.
"Terimakasih" ucap Rey mengambil obat itu.
Perlahan Flora membuka matanya dan memegangi pelipisnya yang terasa pusing.
"Sayang kamu gapapa? Mana yang sakit? Bilang sama mas, atau mau sesuatu?" Tanya Rey beruntun.
Flora menggeleng lemah.
__ADS_1
"Mas aku kenapa?" Tanya Flora melihat ada dokter Tina dikamarnya.
"Sayang kamu lagi hamil" ucap Rey tersenyum senang.
"A-apa? Ha-hamil?" Ucap Flora terbata.
"Iya sayang, dan Marcel akan segera mempunyai adik" ucap Rey dan segera memeluk Flora.
"Yasudah berhubung nyonya Flora sudah sadar, saya permisi" ucap dokter Tina pamit.
"Makasih, nanti uangnya saya transfer" ucap Rey yang diangguki dokter Tina.
"Sayang apa yang kamu rasain?" Tanya mama Novi.
"Cuma sedikit pusing mah" jawab Flora lemah.
"Oh ya Marcel mana?" Tanya Flora yang ingin bangkit dari tempat tidur.
"Sayang Marcel lagi sama Lika, kamu istirahat aja ya, mas khawatir sama kamu" ucap Rey mencegah Flora yang hendak turun dari tempat tidur.
"Gak mah, Flora gak laper" ucap Flora menggeleng.
"Sayang kamu itu lagi hamil harus butuh banyak asupan, mas ambilin bubur kamu tunggu disini ya" ucap Rey dan segera pergi dari kamar.
*************************
"Vab, makasih ya udah temenin gue jalan hari ini" ucap Felli. Saat ini mereka sedang berada di cafe untuk makan siang. Mereka juga sudah berjalan jalan, mulai dari nonton, ke mall, sampai ke taman hiburan bersama.
"Santai aja Fell, gue seneng kok nemenin Lo" jawab Vabio tersenyum.
"Besok Lo kuliah bareng gue mau?" Tawar Vabio.
"Boleh, kalau Lo gak keberatan" jawab Felli.
"Tapi kalau Lo sibuk gapapa gue sendiri aja" lanjut Felli tersenyum.
__ADS_1
"Gak kok, gue gak sibuk, nanti gue jemput ya" ucap Vabio.
"Oke..." Jawab Felli menyeruput jus jeruknya.
"Ehem..." Deheman seseorang membuyarkan percakapan mereka.
"Tuan?" Ucap Felli melihat siapa yang datang.
"Ngapain Lo disini? Ini udah sore" ucap Tristan memperingatkan.
"Tuan gak liat gue lagi ngapain, lagian terserah gue mau sampe sore kek, malem kek, atau sampai pagi juga gapapa. Nih cafe bukan punya tuan kan?" Cerocos Felli.
"Pulang!" Suruh Tristan dengan penuh penekanan.
"Hey bro, dia sama saya dan saya akan mengantarkannya pulang jika kita sudah selesai" ucap Vabio yang mulai bangkit.
"Lo gak usah ikut campur!" Tekan Tristan menunjuk Vabio.
"Lo yang ikut campur man! Harusnya Lo ngaca!" Sahut Vabio tak terima.
"Berani Lo sama gue!" Tunjuk Tristan tajam.
"Udah udah stop!! Kenapa malah berantem sih! Dan tuan ngapain disini?" Lerai Flora dan menatap kearah Tristan.
"Pulang!" Ajak Tristan menarik paksa tangan Felli dan membawanya keluar.
"Tuan gak usah tarik tarik segala kali!" Protes Felli saat telah diluar cafe.
"Heyy Lo gak usah main tarik tarik aja dong, dia pergi sama gue dan pulang juga harus sama gue!" Ujar Vabio berlari menyusul Tristan.
"Diem Lo atau mau gue hajar!" Ancam Tristan dan masuk kedalam mobilnya dan segera menancap gas meninggalkan cafe.
"Tuh orang siapa sih? Apa mungkin pagar Felli?" Tebak Vabio.
"Wah kalau bener pacar Felli nih gak bisa dibiarin, nanti yang ada Felli malah disiksa sama dia, tuh orang udah kaya bos mafia aja!" Gerutu Vabio dan mulai menyusul Felli menggunakan mobilnya.
__ADS_1