Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Fall in love


__ADS_3

"Ya ampun nona maafkan saya, saya tidak sengaja" ucap pelayan itu langsung membantu Felli.


"Felli!!" Pekik Tristan yang melihat kaki Felli tak henti-hentinya mengeluarkan darah.


"Fell, Lo kok bisa gini sih?" Ucap Tristan yang terlihat sangat khawatir.


"Jarang banget tuan manggil nama saya" batin Felli tersenyum.


"Hei Lo ditanya malah senyam senyum gitu" ucap Tristan dengan nada yang masih terdengar khawatir.


"Gue gapapa kok tuan" ucap Felli tersenyum.


"Gapapa apanya, ini kaki kamu luka gini, darahnya banyak banget lagi" ucap Tristan dan tanpa aba-aba langsung menggendong Felli ala bridal style menuju ruangannya.


"Tuan apaan sih, turunin gak, gue bisa jalan sendiri!" Ucap Felli memberontak.


"Diem, atau aku turunin disini" ancam Tristan membuat Felli diam tak berkutik.


"Dan kamu, keruangan saya!" Perintah Tristan pada pelayan tadi.


"Duh gimana nih, pasti dapet masalah gue, atau bisa bisa dipecat" batin Nelli cemas.


"Tapi siapa perempuan itu? Masa pacar tuan Tristan sih?" Lanjut Nelli yang masih banyak pertanyaan didalam benaknya.


Tristan mendudukkan Felli disofa ruangannya, lalu melepaskan sepatu Felli dan mengambil kotak p3k lalu mengobati luka Felli.


"Aww... Tuan pelan pelan dong" ringgis Felli menahan sakit.


"Lo tahan ya" ucap Tristan membersihkan darah dikaki Felli.


"Sshhttt..." Ringis Felli memejamkan matanya.


"Sakit banget ya?" Tanya Tristan melihat ekspresi wajah Felli.


"Ya sakit lah, pake nanya lagi!" Kesal Felli.


"Tuan pelan pelan" ucap Felli meringis.


"Iya ini juga pelan pelan, makanya jangan banyak gerak biar gue bisa obatin luka Lo" ucap Tristan membersihkan darah dikaki Felli.


"Nah sudah" ucap Tristan setelah berhasil mengobati luka Felli.

__ADS_1


"Masih sakit?" Tanya Tristan.


"Sedikit" jawab Felli melihat kakinya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" seru Tristan dari dalam.


Ceklek.


Terlihatlah Nelli dengan wajah cemas dan gemetar, ia takut menerima amukan tuannya.


"Apa kau tau, hari ini kau sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal!" Ucap Tristan penuh penekanan sambil menatap tajam kearah Nelli.


"Maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja" ucap Nelli menunduk.


"Tidak ada maaf untukmu, dan mulai sekarang kamu saya pecat!" Tekan Tristan dengan tatapan mautnya.


"Tuan tolong jangan pecat saya, saya masih sangat membutuhkan pekerjaan ini, tolong tuan" ucap Nelli berlutut dihadapan Tristan.


"Saya tidak peduli" ucap Tristan cuek.


"Aku tidak mau menerima alasan apapun!" Jawab Tristan ketus.


"Tuan saya sangat minta maaf, tuan bisa menghukum saya dengan cara apapun, tapi jangan pecat saya tuan" ucap Nelli memohon.


"Tuan, gue mohon maafkanlah dia, pliss" pinta Felli memelas, membuat Tristan mau tak mau memenuhi keinginannya.


"Oke, saya gak akan pecat kamu, tapi gaji kamu bulan ini saya potong 50%" ucap Tristan dan langsung menggendong Felli keluar ruangannya.


"Ya Allah sulit sekali mendapatkan uang" keluh Nelli dan juga keluar dari ruangan Tristan.


"Tuan turunin, gue bisa jalan sendiri!" Ucap Felli memberontak.


"Biar kaki Lo makin parah gitu" jawab Tristan meledek.


"Tapi gue malu diliat orang, ntar mereka ngira macem-macem tentang kita" ucap Felli menahan malu saat melewati beberapa karyawan Tristan.


"Bang, Felli kenapa?" Tanya Rey melihat Tristan menggendong Felli.


"Lah, itu kaki Lo kenapa?" Tanya Rey melihat kaki Felli diperban.

__ADS_1


"Gapapa cuma luka kecil" jawab Felli enteng.


Rey tersenyum lebar melihat kedekatan Felli dan Tristan.


"Napa Lo senyam-senyum gitu?" Tanya Tristan tak suka.


"Gapapa" jawab Rey makin tersenyum.


"Aneh Lo!" Cibir Tristan dan berlalu meninggalkan Rey.


"Tau deh yang lagi fall in love" ledek Rey.


"Rey aku mendengarnya!" Sahut Tristan menatap tajam adiknya.


Rey terkekeh dan langsung pergi menuju ruangannya.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


Ponsel Rey berdering tertera nama Flora disana.


"Hallo sayang, ada apa?" Tanya Rey tersenyum.


"Mas, nanti aku titip gulai kambing ya" ucap Flora.


"Gulai kambing?" Tanya Rey menautkan alisnya.


"Iya" jawab Flora.


"Oh pasti ini keinginan anak Daddy ya" tebak Rey tersenyum.


"Oke, mas beliin sekarang!" Ucap Rey semangat.


"Eh mas kamu kan lagi kerja, nanti aja ya" ucap Flora.


"Kamu lebih penting dari pekerjaan ku sayang" jawab Rey lembut.


"Serah deh..." Ucap Flora mengalah.


"Love you" ucap Rey.


"Love you too suami tampanku" jawab Flora membuat Rey terkekeh geli, ingin sekali ia menerkam istrinya kalau ia ada disini.

__ADS_1


__ADS_2