
Sedangkan ditempat lain, kini Christina begitu terkejut dengan kabar yang diberikan ayahnya.
"Yah, jangan bercanda dong. gak lucu!" kesal Christina memberenggut.
"Ayah gak bercanda!" ucap Faisal.
"Tapi yah, masa ayah mau jodohin aku sama orang asing? apa ayah gak sayang lagi sama aku?" ucap Christina.
"Karena itulah ayah sayang sama kamu. ayah gak ingin kamu salah cari pasangan yang nantinya akan membuat kamu sakit hati" jelas Faisal.
"Kenapa gak kak Carissa aja? dia kan udah lebih dewasa dari aku. dan udah layak untuk nikah. bukankah kebayakan orang menikahkan anak pertamanya dulu baru yang selanjutnya. tapi kenapa ayah buru buru mau nikahin aku?" ucap Christina panjang lebar.
"Masa ayah mau jodohin kakak kamu dengan mantannya sendiri" sahut Faisal membuat Christina membelalakan matanya.
"Jadi yang dijodohin sama aku kak Tristan?" tanya Christina yang langsung dapat anggukan kepala dari Faisal.
"Yah, apa gak ada orang lain didunia ini selain kak Tristan? ayah tau kan kak Tristan itu mantan kak Carissa. dan ayah gak mikirin gimana perasaan kak Carissa kalau tau aku dan kak Tristan akan menikah?" ucap Christina.
"Kakak kamu sudah setuju dengan perjodohan ini" jawab Faisal membuat Christina terkejut.
Ya sebelum Faisal memutuskan untuk menjodohkan Christina dengan Tristan. Faisal sudah lebih dulu bicara dengan Carissa. dan untungnya Carissa tidak masalah dengan hal itu, karena iapun kini sudah memiliki calon tunangan.
Tak bisa dipungkiri Carissa memang suka bergonta ganti pasangan. dan waktu dia berpacaran dengan Tristan itu menjadi waktu terlama ia pacaran. karena Carissa memang bukan tapikal cewek yang setia. dan dia juga bisa dibilang matre karena selalu mengincar harta pasangannya.
Walaupun Faisal sudah berkali kali menegurnya tapi Carissa tetaplah Carissa yang keras kepala dan pembantah. padahal Carissa bukanlah orang yang miskin dengan harta, tapi entah apa yang membuatnya menjadi seorang wanita yang matre dan gila harta.
*********
__ADS_1
Felli tiba tiba terbangun karena merasa tenggorokannya kering, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul satu malam. ia segera beranjak menuju dapur untuk menuju dapur untuk menghilangkan dahaganya.
"Papa udah pulang?" ucap Felli pada Darwin yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"Eh sayang, kamu belum tidur?" tanya Darwin mengalihkan pandangan pada putrinya.
"Felli haus pah" ucap Felli dan menuju dapur untuk mengambil air dingin.
Setelah selesai Felli menghampiri papanya.
"Papa lagi ngerjain apa? ini udah malem loh pah. papa gak mau tidur?" ucap Felli memperhatikan layar laptop papanya.
"Nanti sayang, papa belum ngantuk" jawab Darwin kembali fokus pada laptopnya.
Felli melihat undangan yang terletak di dekat laptop Darwin. ia segera meraihnya dan melihat undangan dari siapa itu.
"Kenapa sayang?" tanya Darwin melihat ekspresi Felli.
"Pah, ini undangan dari om Irwan?" tanya Felli memastikan.
"Kamu kenal sama Irwan?" tanya Darwin balik yang langsung dapat anggukan dari Felli.
"Iya, kenapa memangnya? kok kamu kaya kaget gitu?" tanya Darwin.
Felli terdiam saat mendengar jika Tristan akan menikah besok pagi. dilubuk hatinya terdalam ia sangat ingin bertemu Tristan. seandainya waktu bisa diputar Felli ingin mengulang lagi kebersamaannya dengan Tristan. tapi kini ia harus merasakan sakit saat mengetahui Tristan akan menjadi milik orang lain.
"Fell, are you okay?" tanya Darwin melihat wajah sendu Felli.
__ADS_1
"Gapapa pah, kalau gitu Felli lanjut tidur ya" pamit Felli.
"Kamu beneran gapapa?" tanya Darwin sekali lagi.
"Gapapa pah, yaudah Felli kekamar ya" ucap Felli yang dapat anggukan dari Darwin.
Didalam kamar Felli langsung menangis dalam diam, ia mendekap bantalnya supaya tangisnya tak terdengar oleh orang lain.
"Hiks... hiks... hiks... Tris, kenapa lo cepet banget mau nikah. kalau boleh jujur gue sangat tidak rela jika kau menikah dengan orang lain" isak Felli.
"Tuhan... apakah kau sedang menguji perasaanku terhadapnya. apakah aku memang tidak pantas untuknya sehingga kau mempertemukan dia dengan orang lain?"
"Hiks... hiks... hiks... kenapa rasanya begitu sakit, apakah cinta sesakit ini?" Felli tak henti hentinya terisak baru kali ini ia merasakan sakit yang teramat dalam. dan sekarang ia bingung mau pergi atau tidak ke pesta besok. jika ia pergi, mungkin dia takkan sanggup menyaksikan ijab qabul antara Tristan dan Christina. tapi dia juga ingin bertemu dengan Tristan untuk hanya sekedar mengucapkan selamat.
.
.
.
.
.
.
Menurut kalian Felli bakal pergi gak ya?🤔 dan apa pernikahan Tristan akan berjalan dengan lancar? tungguin part selanjutnya.
__ADS_1