Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Tidak bisa tidur


__ADS_3

Sekitar 30 menit mobil yang dikendarai Tristan sudah tiba didepan rumah Felli.


"Tuan makasih ya" ucap Felli saat telah keluar dari mobil.


"Hmm..." Jawab Tristan hanya berdehem.


"Yaudah sekarang masuk!" Suruh Tristan.


"Byeee tuan, semoga besok kita ketemu lagi" ucap Felli tersenyum dan masuk kedalam.


"Dasar bocah stres!" Umpat Tristan dan sedetik kemudian ia tersenyum.


"Fell, kamu darimana aja sih? Jam segini baru pulang" omel bi Ina yang sedari tadi menunggu diruang tamu.


"Maaf bi, Felli tadi keluar bentar" ucap Felli dan ikut bergabung disofa.


"Oma mana?" Tanya Felli.


"Udah tidur, kamu liat ini udah jam berapa?" Tanya bi Ina dan sontak Felli pun melihat jam yang berada didinding yang ternyata sudah pukul setengah dua belas malam.


"Hehehe maaf bi bikin bibi nunggu lama, ayo tidur!" Ajak Felli mengandeng tangan bibinya.


"Kamu ini sudah besar masih minta tidur sama bibi" decak bi Ina yang sudah tau kemauan Felli.


*************************


"Tristan kamu dari mana? Jam segini baru pulang?" Tanya papa Irwan yang masih stay menonton TV diruang tamu.


"Refreshing pah" jawab Tristan dan berlalu kekamar.


"Refreshing?" Gumam papa Irwan.


Tristan merebahkan dirinya dikasur empuknya. Ia menatap langit-langit kamarnya, Tristan merasa konsentrasinya akhir-akhir ini terganggu, entah itu karena memikirkan Carissa, atau bahkan memikirkan Felli. Tapi yang pasti dua nama itu selalu mengganggu pikirannya.

__ADS_1


"Shitt!" Umpat Tristan karena tidak bisa memejamkan matanya. Ia mencari posisi ternyaman tapi nihil, matanya pun tak kunjung terpejam.


"Kenapa denganku?" Batin Tristan yang bingung dengan dirinya.


*************************


"Den, kamu panggil gih Tristan!" Suruh mama Novi, saat ini mereka sedang berkumpul di meja makan. Hanya tinggal menunggu Tristan.


"Kenapa Denis mah!" Kesal Denis.


"Terus siapa?" Tanya mama Novi.


"Tuh bang Rey nganggur" ucap Denis menunjuk Rey dengan dagunya.


"Enak aja! Udah Sono pergi!" Ucap Rey yang sedang bermanja dengan Flora.


"Haiss" kesal Denis dan berlalu menuju kamar Tristan.


Tok.... Tok... Tok....


Tok.... Tok... Tok....


Tok.... Tok... Tok....


"Bang..." Teriak Denis diluar pintu.


Dor... Dor... Dor...


Kali ini Denis mengendor pintu kamar abangnya itu.


"Bang.... Abang..." Teriak Denis.


"Gak biasanya Abang kaya gini" batin Denis yang ingin mengambil kunci cadangan kamar Tristan, namun ia urungkan niatnya karena mendengar pintu kamar terbuka.

__ADS_1


Ceklek.


"Denis Lo ganggu gue aja!" Kesal Tristan keluar dengan muka bantalnya.


"Baru bangun bang? Ini udah siang loh" ucap Denis melihat Tristan yang baru bangun tidur dengan rambut yang acak-acakan.


"Berisik Lo! Ngapain kesini?" Tanya Tristan.


"Udah ditunggu sarapan tuh" jawab Denis.


"Kalian duluan aja, gue masih ngantuk" ucap Tristan dan kembali menutup pintu kamarnya. Pasalnya malam tadi ia baru bisa tidur saat waktu menunjukkan pukul 4 pagi.


"Masa masih ngantuk sih? Ini udah jam tujuh" gumam Denis dan segera turun.


"Mana Tristan?" Tanya mama Novi melihat Denis menuruni anak tangga.


"Tidur" jawab Denis singkat.


"Hah!" Seketika orang disana ternganga mendengar jawaban Denis.


"Kenapa?" Tanya Denis bingung.


"Masa masih tidur sih den?" Ucap Flora tak percaya dan Denis hanya mengedikkan bahu.


"Katanya kita duluan aja" ucap Denis.


"Malam tadi aja dia pulang udah malem, kayanya refreshing" ucap papa Irwan.


"Refreshing?" Mama Novi menautkan alisnya.


"Refreshing apaan? Perasaan dikantor gak ada masalah deh" ucap Rey.


"Papa juga ga tau" sahut papa Irwan mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kalian ngerasa gak sih kalau bang Tristan aneh belakangan ini" tanya Rey.


"Gue juga ngerasa begitu" sahut Denis dan kembali duduk dimeja.


__ADS_2