Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Khawatir


__ADS_3

Esok harinya, Felli tidak kuliah, karena kakinya masih sakit dan belum memungkinkan untuk beraktivitas.


"Ra, izinin gue ya, hari ini gue gak masuk karena kaki gue masih sakit"


Felli mengirim pesan singkat pada Flora.


"Oke... Semoga cepat sembuh ya Fell" jawab Flora


"Thanks"


Flora sudah tau, penyebab kaki Felli sakit, tadi malam Rey menceritakan kejadian yang dilihatnya dikantor.


Ting... Tong... Ting... Tong...


"Siapa sih?" Ucap Felli dan mulai beranjak membuka pintu.


Ceklek.


"Vabio, Lo ngapain kesini?" Tanya Felli dan mempersilahkan Vabio masuk.


"Astaga Felli, itu kaki kamu kenapa?" Pekik Vabio dan melihat kaki Felli yang bergulung perban.


"Gapapa Vab, cuma luka kecil aja" jawab Felli santai.


"Kamu kenapa kok bisa gini?" Tanya Vabio khawatir.


"Vab, gue hari ini gak kerja dulu ya" ucap Felli mengalihkan pembicaraan.


"Gapapa santai aja" jawab Vabio enteng.


"Oh ya Vab, gue haus boleh ambilin minum dikulkas?" Tanya Felli.

__ADS_1


"Tentu saja, apa Lo udah sarapan?" Tanya balik Vabio yang hanya dijawab gelengan kepala dari Felli.


"Baiklah tunggu disini ya" ucap Vabio dan mulai pergi kedapur membuatkan susu hangat serta membawa roti untuk sarapan Felli.


"Nih Fell" ucap Vabio meletakkan nampan itu didepan Felli.


"Makasih ya, Lo repot banget" ucap Felli tak enak.


"It's okay gue senang bantu Lo" jawab Vabio tersenyum.


"Btw bibi sama Oma kemana? Kok sepi?" Tanya Vabio yang melihat keadaan rumah sepi, hanya ada dirinya dan Felli serta beberapa pelayan dirumah.


"Bibi sama Oma lagi belanja" jawab Felli sambil meneguk susunya.


"Tumben Oma mau belanja?" Ucap Vabio heran, pasalnya Oma sangat jarang ikut belanja, jangankan belanja, keluar saja sangat jarang.


"Gue juga gak tau, mungkin Oma bosen dirumah terus" ucap Felli mengangkat bahu.


Dikediaman Vernatha, kini Tristan sedang uring-uringan memikirkan Felli. Ia dari tadi gelisah ingin tau keadaan Felli, tapi sayangnya ia tak bisa menelponnya karena tak mempunyai nomer telpon Felli. Kalau berkunjung kerumah Felli itu rasanya tidak mungkin, karena ia terlalu gengsi.


"Kak Tristan kenapa? Kok dari tadi kaya gelisah gitu?" Tanya Flora melihat Tristan yang daritadi mondar-mandir didepan pintu.


"Gapapa" jawab Tristan singkat.


"Kak Tristan aneh deh" batin Flora yang masih berdiri disana.


"Yaudah kak, gue duluan ya mas Rey udah nunggu" ucap Flora hendak pergi.


"Tunggu Ra" cegah Tristan.


"Kenapa kak?" Tanya Flora bingung.

__ADS_1


"Lo punya nomer ponsel Felli?" Ucap Tristan membuat Flora mengangguk.


"Kenapa kak?" Tanya Flora lagi.


"Lo kirim ke gue ya, gue mau tau gimana keadaannya" jawab Tristan membuat Flora mengangguk dan tersenyum lebar.


"Kenapa Lo senyum-senyum gitu?" Tanya Tristan bingung.


"Gapapa kak, gue doain semoga kak Tristan berhasil" ucap Flora masih dengan senyumnya.


"Berhasil apaan?" Tanya Tristan tak mengerti.


"Sayang ayo!" Teriak Rey yang sudah menunggu dari tadi, ia sedikit kesal lantaran Flora berbicara kepada Tristan.


Tanpa menjawab pertanyaan Tristan, Flora langsung berlalu meninggalkan kakak iparnya itu.


"Dasar aneh" umpat Tristan saat melihat Flora sudah berangkat bersama Rey.


"Berhasil apaan ya? Kok gue penasaran" gumam Tristan yang masih terus mengingat ucapan Flora tadi.


"Sayang kamu jangan dekat-dekat gitu sama bang Tristan" ucap Rey tak suka.


"Kenapa? Mas cemburu ya?" Tebak Flora menoel dagu Rey.


"Tentu saja cemburu, siapa yang tidak cemburu saat melihat istrinya berduaan dengan pria lain" jawab Rey masih fokus menyetir.


"Termasuk kakak sendiri?" Sindir Flora.


"Iyalah, kamu itu milik aku jadi jangan coba-coba dekat dengan pria lain, termasuk saudara ku" ucap Rey tegas.


"Oh my God suamiku ini pecemburu akut ternyata" ujar Flora terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2