
Setelah mengumpulkan segala keyakinannya, Felli pun mengangguk.
"Ya, aku mau ikut papa. tapi...." Ucap Felli menggantung.
"Tapi apa Fell?" Tanya Darwin penasaran.
"Aku ingin ketemu sama mama. Beritahu aku dimana pemakaman mama" jawab Felli.
"Walaupun aku tidak bisa melihat wajah mama, tapi setidaknya aku tau dimana tempat peristirahatan mama" lanjut Felli lirih.
"Baiklah papa akan mengantarkanmu bertemu mama" ucap Darwin tersenyum.
"Pah, papa mau kan ketemu sama Oma dan Bi Ina?" Tanya Felli menatap papanya.
"Tentu saja, papa kangen sama mereka. Kalau gitu ayo kita berangkat!" Ajak Darwin antusias.
*************************
Mereka telah sampai dikediaman Felli. Mereka segera mengetuk pintu.
Tok... Tok... Tok...
"Assalamualaikum" ucap Felli.
Ceklek.
"Waalaikumsalam"
"Darwin!" Pekik Oma tersenyum sumringah saat mendapati sang anaknya berkunjung kerumahnya.
"Bu, apa kabar?" Tanya Darwin menyalami sang ibu yang telah lama ditinggalkannya.
__ADS_1
"Kabar baik Win, ibu senang kamu kembali" ucap sang Oma tersenyum.
"Sesuai janji Darwin dulu" ucap Darwin.
"Ada apa ini?" Tanya bi Ina yang baru datang.
"Ya ampun tuan Darwin, udah lama gak ketemu" ucap bi Ina tak kalah senang.
"Ayo masuk!" Ajak bi Ina pada mereka.
"Tidak ada perubahan disini" batin Darwin melihat sekeliling rumah masih sama seperti dulu.
"Duduk Win" ucap Oma mempersilahkan.
Darwin pun duduk di sofa yang telah disediakan.
"Jadi bagaimana kehidupanmu disana?" Tanya Oma membuka percakapan.
"Baik bu, dan Darwin pengen kasih tau sama ibu. Kalau Darwin sudah menikah lagi" jawab Darwin.
"Dengan seorang wanita yang bernama Dahlia Bu" jawab Darwin.
"Iyalah, masa papa mau nikah sama laki-laki" sahut Felli membuat orang disana tekekeh.
"Bu, Darwin berencana akan mengajak Felli ke Singapura. Felli akan tinggal disana" ucap Darwin.
"Tapi kalau ibu mau, ibu juga bisa ikut dengan Ina" lanjut Darwin menjelaskan.
"Tapi Win, kita sudah punya kehidupan disini. Ibu tidak masalah kalau kamu mau mengajak Felli, tapi ibu dan Ina akan tinggal disini saja" jawab sang Oma.
"Kenapa Bu?" Tanya Darwin.
__ADS_1
"Ibu hanya berat meninggalkan kota ini Win. Ibu sudah punya kehidupan disini" jelas Oma.
"Tapi Oma sendirian disini" ucap Felli sedih.
"Oma gak sendiri Fell, ada bi Ina yang akan menemani Oma disini" jawab Oma tersenyum.
"Iya Fell, lagian ini kesempatan untuk kamu dekat dengan keluargamu. Kamu bisa ketemu sama mama kamu disana" ucap bi Ina menjelaskan.
Felli menghela nafas, ia memang berat meninggalkan kota ini. Tapi dia juga punya tujuan mengapa ia ingin ikut dengan papanya ke Singapura.
*************************
Sesuai permintaan Felli tadi. Saat ini mereka sedang berada di sebuah pemakaman dimana ini menjadi tempat peristirahatan terakhir mamanya.
"Pah, kuburan mama sebelah mana?" Tanya Felli.
"Ikut papa" ajak Darwin menuntun Felli menuju makam istrinya.
"Ini makam mama kamu Fell" ucap Darwin menunjukkan sebuah makam yang bertuliskan "Ghita Revalina Putri binti Abdul Sohib".
Felli berjongkok dan mengusap usap kepala makam mamanya.
"Mah, ini Felli mah. Felli datang ingin jenguk mama. Maafin Felli mah yang selama ini tidak tahu keberadaan mama, dan maafkan Felli yang sudah membuat mama seperti ini. Andai mama tau Felli sangat ingin melihat dan memeluk mama, tapi itu sangat mustahil bagi Felli. Mah, mama datanglah kepadaku walau hanya dalam mimpi, Felli sangat ingin bertemu mama. Dan makasih mah, berkat mama Felli bisa melihat keindahan dunia. Mama adalah orang terbaik buat Felli mah, karena mama rela mengorbankan nyawa demi melahirkan Felli. Mah satu hal yang harus mama ingat, Felli menyayangi mama untuk selamanya" ucap Felli menangis sejadi-jadinya sambil memeluk makam mamanya.
Oma dan Darwin ikut sedih melihat Felli yang sangat ingin bertemu dengan mamanya. Mereka tahu perasaan Felli yang sebenernya.
"Hiks... Hiks... Hiks... Mah istirahatlah dengan tenang disana. Suatu saat Felli akan menjenguk mama jika sudah waktunya tiba" Isak Felli yang terus mengusap kepala makam mamanya.
"Pah, kenapa nama belakang Felli diambil dari nama belakang mama, bukan nama belakang papa?" Tanya Felli yang sudah reda tangisnya.
"Karena mama kamu ingin papa terus mengingatnya. Dengan menyebut namamu papa akan selalu teringat pada mamamu" jawab Darwin tersenyum memandang makam istrinya.
__ADS_1
Darwin pun berjongkok dan mengelus makam istrinya.
"Sayang kamu sudah dengar tadi kata Felli. Dia sangat ingin bertemu denganmu, datanglah walau hanya dalam mimpi sayang. Akupun sangat merindukanmu" ucap Darwin dan mengecup makan istrinya.