
Tristan yang sudah terlanjur kesal, memilih pergi kerumah, ia akan makan siang dirumah saja daripada dikantor, itu akan membuat mood nya kembali berantakan.
"Gio, kau cari tau apa penyebab kepulangan dia kesini!" Perintah Tristan pada Gio yang sedang menyetir.
"Baik tuan" jawab Gio.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, mereka sampai dikediaman Vernatha.
Tristan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam. Betapa terkejutnya dia melihat Felli yang juga ada disana.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya Tristan ketus.
"Gue yang ngajak Felli kesini kak" jawab Flora, karena memang ia meminta Felli untuk datang kerumahnya dan membuat kue coklat kesukaannya, Felli merasa bahwa saat ini Flora sedang mengidam.
Tristan tak menggubris perkataan Flora, ia segera pergi berlalu kekamarnya.
"Gio, kenapa tuanmu itu?" Tanya Flora pada Gio yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Saya juga tidak tahu nona" jawab Gio.
"Apa Tristan membenciku?" Tanya Felli lirih.
"Kenapa Lo bicara seperti itu?" Tanya balik Flora.
__ADS_1
"Setiap Tristan bertemu denganku seolah-olah dia tak ingin melihat wajahku dia selalu menghindar dariku, dan mungkin itu yang dikatakan benci" jawab Felli, karena sejak ia menjadi pelayan pribadi Tristan waktu itu. Kini Tristan selalu menghindar setiap kali bertemu dengan Felli.
"Aku rasa tidak Fell, mungkin kak Tristan punya alasan tersendiri mengapa dia menjauhimu" ujar Flora memberi pengertian.
Sedangkan dikamar Tristan, ia langsung membaringkan tubuhnya dikasur empuknya dan menatap langit-langit kamarnya.
"Ada apa denganku? Kenapa setiap kali aku bertemu dengannya jantungku selalu berdetak kencang. Tidak mungkin aku menyukainya kan? Kurasa besok aku harus kedokter untuk memastikan jantungku baik baik saja" Gumam Tristan. Ya itulah alasan Tristan mengapa menghindari Felli. Karena setiap kali ia bertemu dengan Felli, membuat ia sport jantung dan mempunyai perasaan yang sulit untuk dijelaskan.
*************************
"Bagaimana nak? Apa kamu berhasil?" Tanya seorang pria paruh baya pada putrinya.
"Tidak ayah, Tristan sudah berubah, sepertinya akan semakin sulit untuk mendekatinya" jawab Carissa. Ya perempuan itu adalah Carissa, ia sedang berbincang pada ayahnya mengenai pertemuan dirinya dan Tristan tadi.
"Ayah aku melakukan semua itu demi kebaikan kita, demi perusahaan kita. Kenapa ayah menyalahkan ku!" Sahut Carissa tak terima.
"Tapi kau lihat kan sekarang? Keputusan yang kau ambil salah, Moon menikahimu hanya untuk membalas dendam padamu. Coba kau memilih Tristan, sudah pasti kita akan hidup tenang dan yang pasti kaya raya" jelas ayah Carissa.
"Ayah sudahlah, aku tidak ingin mengingat brengsek sepertinya!" Sungut Carissa dan berlalu pergi menuju kamarnya.
*************************
Saat ini keluarga Vernatha sedang melakukan makan malam, disana juga ada Felli dan Gio.
__ADS_1
Sebenarnya Felli tak enak karena harus makan ditengah-tengah keluarga Vernatha, tapi bujukan demi bujukan yang ia dapatkan membuatnya terpaksa bergabung untuk makan siang bersama.
"Mah, tadi Carissa kesini" ucap Tristan tiba tiba.
Uhukkk uhukk uhukk
Mama Novi dan papa Irwan tersedak makan, dengan segera Rey dan Flora memberikan air untuk mama dan papanya.
"Lo serius bang? Gak salah liat kan?" Tanya Rey memastikan.
"Tadi dia datang kekantor gue, dan masuk dengan santai keruangannya gue" jawab Tristan membuat orang disana terkejut tak percaya, kecuali Felli karena dia memang tidak tau siapa itu Carissa.
"Terus kamu membiarkannya begitu saja" tanya papa Irwan.
Tristan menggeleng "Tristan langsung usir dia pah, dan sepertinya dia bakal datang lagi besok" jawab Tristan menghela nafas.
"Jangan bilang Lo masih care sama dia bang" sahut Denis.
"Gue gak bakal sudi punya kakak ipar kaya dia!" Lanjut Denis tegas.
"Kakak ipar?" Gumam Flora.
"Mau apa lagi dia kesini, setelah dia mempermalukan keluarga kita, dengan beraninya dia datang lagi kesini!" Geram mama Novi mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Tristan juga tidak tahu mah" jawab Tristan mengangkat bahu.