Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Datang ke kampus


__ADS_3

Siang harinya Tristan memutuskan untuk menemui Felli ke kampusnya sekalian memberikan makan siang yang telah ia pesan tadi (Kebalik ya) 😆.


"Apa perlu saya temani tuan?" tanya Gio menawarkan.


"Tidak usah, kau handle saja pekerjaanku" jawab Tristan dan setelah itu berjalan menuju parkiran.


*****


Mobil Tristan telah sampai di depan gerbang kampus. ia menurunkan kaca mobilnya "Pak" ucap Tristan pada satpam yang bertugas disana.


"Ada yang perlu saya bantu tuan?"


"Buka gerbangnya" perintah Tristan.


"Tapi tuan... "


"Cepat!" potong Tristan tak ingin dibantah.


"Ba-baik tuan" ucap satpam itu terbata dan membuka gerbang untuk Tristan.


Setelah memarkirkan mobilnya Tristan menemui Rektor (istilah yang umumnya merujuk kepada pemimpin perguruan tinggi).


"Selamat siang tuan Tristan" sapa Rektor itu yang sudah sangat mengenal Tristan melalui berbagai media.


"Bapak mengenal saya?" tanya Tristan.


"Tentu tuan, siapa yang tidak mengenal anda. Seorang pebisnis yang sukses diusia muda" jawab Rektor itu tersenyum.


"Kalau boleh tau ada keperluan apa sampai tuan datang kesini?" lanjut Rektor itu lagi bertanya.

__ADS_1


"Begini pak, saya ingin menemui istri saya. apakah boleh?" jawab Tristan.


"Oh Felli maksudnya" ucap Rektor itu yang sudah tau siapa istri Tristan.


Tristan mengangguk sebagai jawaban.


"Oh silahkan tuan, apa perlu saya antar?" tawar Rektor itu.


"Boleh, karena saya juga tidak tau arah kelas istri saya" jawab Tristan.


Sementara itu Felli yang kini sedang bercanda tawa bersama temannya didalam kelas. Ini memang sudah waktu istirahat jadi tinggal beberapa mahasiswa saja yang ada disana.


"Eh Fell, itu bukannya laki lo?" ucap Gisel melihat Tristan yang sedang berjalan bersama pak Rektor.


"Mana?" tanya Felli melihat kearah yang sama dengan Gisel. Dan berapa terkejutnya Felli melihat Tristan datang ke kampusnya.


"Ngapain Tristan datang kesini? jalan sama pak Rektor lagi? apa ada masalah ya? Duhh kok gue jadi deh degan gini sih" batin Felli.


"Ya gak tau, lo kan bininya" jawab Gisel mengangkat bahu.


Setelah Tristan sampai didepan kelas, pak Rektor pamit dan tak lupa Tristan mengucapkan terimakasih padanya.


"Siang honey" sapa Tristan tersenyum tampan.


"Cieeee Felli ehem... ehem... " sorakan beberapa siswa yang melihat Tristan menyapa Felli dengan manisnya, termasuk Gisel. dan sontak hal itu membuat Felli malu, sementara Tristan hanya cuek.


"Tris, kamu ngapain kesini?" tanya Felli saat Tristan telah duduk disebelahnya.


"Kangen kamu" jawab Tristan santai. ia mengkode Gisel untuk menyuruh teman temannya pergi meninggalkan mereka berdua saja.

__ADS_1


Gisel yang mengerti maksud Tristan pun, mengajak teman temannya untuk keluar, dan membiarkan dia sejoli ini berdua disini.


"Kamu udah makan?" tanya Tristan, membuat Felli menggeleng. Memang dia belum makan siang ke kantin.


"Nih aku bawain sarapan buat kamu" ucap Tristan memberikan kresek berisi makanan yang di pesannya tadi.


"Owhh so sweet banget sih kamu" ucap Felli mencubit gemas pipi Tristan.


"Iya dong siapa dulu" Jawab Tristan songong.


"Tapi lain kali kamu gak usah repot repot kesini buat kasih makan siang. Kan aku bisa beli di kantin" ucap Felli.


"Makanan dikantin belum tentu higienis sayang" ucap Tristan sembari membuka kotak makanan itu.


"Ya tapi kan, kamu dikantor pasti banyak kerjaan" ucap Felli lirih.


"Hey, sebanyak apapun kerjaan aku itu bukan masalah sayang. Kamu adalah prioritas nomor satu buat aku" jawab Tristan, membuat Felli tersenyum.


"Oke, lain kali kalau aku gak kuliah, aku bakal bawa makan siang buat kamu" ucap Felli.


"No! jangan" cegah Tristan cepat.


"Why?"


"Aku gak mau kamu kenapa napa sayang. kamu tau kan akhir akhir ini banyak kejadian kecelakaan. Aku gak mau itu sampai terjadi pada kamu. apalagi sekarang sudah ada calon baby kita disini" jawab Tristan sambil mengelus perut Felli.


"Makasih ya, kamu selalu perhatian sama aku" ucap Felli tersenyum.


"Itu adalah kewajibanku sayang. Aaaa buka mulutnya" ucap Tristan menyodorkan nasi didepan mulut Felli. Ia pun menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


"Pelan pelan" ucap Tristan memperingatkan.


__ADS_2