Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Hukuman untuk Carissa


__ADS_3

"Ir, hukuman apa yang akan kau berikan pada anakku?" tanya Faisal.


"Aku tidak tahu, mungkin di penjara adalah satu satunya hukuman yang pas buat anakmu" jawab papa Irwan datar.


"Om jangan penrajain saya" pinta Carissa memohon.


"Maaf Om, apa tidak ada hukuman lain untuk kakakku?" tanya Christina membuka suara.


"Entahlah kakakmu itu sudah terlalu keterlaluan, dia hampir menghilangkan nyawa anakku" Jawab papa Irwan.


"Tapi Om aku benar benar tidak sengaja melakukannya" ucap Carissa memelas.


"Sengaja atau tidak itu sama saja. Dan jangan lupa Felli juga hampir jadi korbanmu!" ucap Darwin menatap datar Carissa.


****


Sedangkan didalam ruangan, kini Felli dan Tristan asyik bercerita. tak ada lagi kecanggungan antara mereka.


"Tris, kira kira hukuman apa yang pantas buat Carissa?" tanya Felli.


"Entahlah, tapi disisi lain aku juga berterimakasih padanya" jawab Tristan tersenyum.


"What?? terimakasih? untuk apa? bukankah dia hampir menghilangkan nyawamu?" tanya Felli bingung.


"Aku berterimakasih padanya, karena berkat dia mungkin kita tidak akan dekat seperti ini. dan mungkin aku takkan pernah tau perasaanmu padaku yang sebenarnya" jawab Tristan membuat Felli menaikkan kedua sudut bibirnya.


Ting....


Bunyi notifikasi HP Felli berbunyi, ia segera merongoh HP nya dan melihat ada pesan masuk dari papanya.

__ADS_1


"Fell, papa pulang duluan ya. Nanti kalau kamu mau pulang pesan taksi aja. karena papa ada meeting mendadak"


Felli mengetik pesan singkat untuk membalas pesan papanya.


"Iya pah.. "


"Dari siapa?" tanya Tristan keppo.


"Papa.. " jawab Felli singkat tapi membuat Tristan menyeritkan dahinya.


"Papa?" ucap Tristan yang diangguki Felli.


"Bukannya kamu---"


"Gini jadi sebenarnya waktu aku pergi ke Singapura itu aku ingin bertemu dengan papaku... "


"Kenapa kamu tidak bilang padaku?" tanya Tristan.


"Mungkin saat itu kau tidak ingin mendengar apa apa dariku, karena terlalu sibuk mengurus mantanmu" jawab Felli tersenyum getir.


Tristan menghela nafas, mungkin ini yang membuat Felli sampai pergi ke Singapura hanya karena rasa cemburu.


"Kamu cemburu?" goda Tristan tersenyum jail.


"Enggak, siapa bilang!" jawab Felli cepat.


Lagi lagi Tristan membawa Felli kedalam pelukannya, memeluk Felli membuat Tristan nyaman.


"Aku senang kamu cemburu, itu artinya kamu cinta sama aku" ucap Tristan disela sela pelukannya.

__ADS_1


"Tris... " ucap Felli berusaha menyingkirkan tangan Tristan.


"Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja" lirih Tristan membuat Felli tak bisa menolak.


****


Sedangkan kini Carissa sedang membereskan kopernya untuk pergi ke Inggris. Ya tadi papa Irwan memutuskan untuk mengirim Carissa jauh dari sini, agar Carissa tak lagi menganggu keluarganya.


"Kak, apakah sudah beres semuanya?" tanya Christina yang juga ikut membantu kakanya membebaskan koper.


Carissa mengecek semua keperluannya "Sudah" jawabnya dan menutup kopernya.


"Chris, apa kamu akan tetap disini?" tanya Carissa menatap adiknya.


"Mungkin iya kak, karena papa memintaku untuk mengurus perusahaannya disini" jawab Christina.


Christina mendekat kearah kakanya yang sedang duduk dipinggir ranjang.


"Kak, ingatlah jangan anggap ini sebagai hukuman, anggaplah kakak akan membuka lembaran baru disana. aku yakin kakak pasti bisa membangun kehidupan baru disana" ucap Christina tersenyum.


"Makasih ya" ucap Carissa memeluk adiknya.


"Sama sama kak"


Sedari kecil Carissa dan Christina memang sudah saling menyayangi, Tapi saat mereka tumbuh dewasa atau lebih tepatnya saat Carissa mulai putus dengan Tristan, Carissa berubah menjadi sosok yang jahat dan pendendam. Tidak seperti Christina yang mempunyai hati baik sebaik malaikat.


"Ayo kak, aku antar ke bandara" ajak Christina.


Carissa menarik kopernya "Ayo" ucapnya dan melangkah keluar bersama Christina.

__ADS_1


__ADS_2