
"Kalau kau mencintaiku, kenapa kau menikah dengannya?" Tanya Felli menatap intens Tristan.
"Apa kalian sudah melakukan sesuatu?" Lanjut Felli sendu.
Tristan menangkupkan kedua pipi Felli. Seraya menatapnya sedalam mungkin.
"Fell, dengerin aku. Aku sama sekali tidak tahu dengan semua ini. Ini semua rencana mama dan dia memberitahu aku saat pernikahan akan dilaksanakan besok pagi. Aku sudah berusaha keras untuk menolak tapi tetap aku yang kalah. Bahkan akupun tidak mengenal siapa dia. Yang aku tahu dia adalah adik Carissa" Jelas Tristan membuat Felli terkejut.
"A-adik Carissa?" UcapFelli terbata, yang langsung dapat anggukan dari Tristan.
"Kenapa? Apa kamu mengenalnya?" Tanya Tristan melihat perubahan raut wajah Felli.
"Dia temanku waktu di Singapura. Dan dia pamit ke indo kerena ingin mengurus bisnis bokapnya, lagipun dia sudah menyelesaikan kuliahnya disana. Tapi sekarang aku sadar kepulangan dia ke indo untuk dinikahkan denganmu" Jelas Felli berkaca-kaca.
"Jadi kamu selama ini di Singapura?" Tanya Tristan terkejut setelah mendengar bahwa selama ini Felli berada di Singapura.
Felli mengangguk pelan sebagai jawaban "kenapa?" Tanya Felli.
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu ke Singapura? Kamu tau kepergianmu membuat aku sangat tersiksa. Aku sudah berusaha keras mencarimu selama ini. Namun sama sekali tak ada hasilnya" Ucap Tristan menjelaskan.
"Kenapa kau mencariku? Bukankah ada mantanmu yang menemanimu disini?" Tanya Felli datar.
"Aku tidak tahu jalan pikiranmu Tris. Aku akui kau itu sangat tampan tidak mungkin tidak ada satupun orang disini yang menyukaimu. Dan tidak mungkin kau tidak mencintai salah satu dari mereka. Tapi mengapa kamu mencariku? Bukankah ada wanita yang lebih baik dan lebih segalanya daripada aku? " Lanjut Felli lirih.
"Sekarang lebih baik kau lanjutkan pernikahanmu itu. Jangan pikirkan aku, anggap aja aku tidak ada. Dan aku tidak mau menjadi penghalang untuk kalian tetap bersama. Aku permisi" Ucap Felli hendak melangkah pergi namun Tristan mencekal tangannya dan membawanya kedalam pekukannya.
"Untuk apa aku melanjutkan pernikahan sialan itu? Aku hanya ingin menikah dengan orang yang kucintai dan orangnya sudah ada didepan mataku" Ucap Tristan memeluk Felli dengan erat seakan tak membiarkannya pergi.
"Sudahlah, kau tidak perlu melakukan semua itu. Karena setelah ini aku akan kembali ke Singapura" Ucap Felli melepaskan pelukan Tristan.
"Why?"
__ADS_1
"Kau tidak perlu tahu kenapa. Intinya aku senang disana berada disana. Dan satu hal yang harus kau ingat, aku sudah pernah mengatakan bahwa kita bagaikan langit dan bumi tidak akan pernah bersatu. Kau terlalu tinggi untuk ku gapai dan jangan memeberikan harapan yang terlalu tinggi padaku jika akhirnya aku akan terjatuh" Ucap Felli dan benar benar pergi dari sana.
"Fell..... " Teriak Tristan mengejar Felli.
Felli berlari menghindari Tristan sampai ia tak menyadari bahwa kini sudah ada ditengah jalan.
"Hiks... Hiks... Hiks... Takdir apa yang Tuhan gariskan untukku" Isak Felli ditengah jalan sehingga ia tak menyadari ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya.
Ciitttttttt......
"Felli awas!!!!" Teriak Tristan berlari secepat mungkin dan mendorong tubuh Felli hingga terlempar ketepi jalan.
Brukkk...
"Tristan!!" Pekik Felli saat melihat Tristan sudah terbaring lemah ditengah jalan dengan kepala yang bercucuran darah segar.
Ia segera bangkit dan menghampiri Tristan.
"Tris, jangan bercanda dong, gak lucu!"
"Hiks.. Hiks...Tris bangun... " Ucap Felli berderai air nata sambil memeluk Tristan.
"Heh keluar lo!" Sentak Felli pada mobil didepannya yang tak kunjung keluar pemiliknya.
Felli segera bangkit dan mengetuk ngetuk kaca mobil itu.
"Keluar lo!" Bentak Felli mengedor gedor kaca mobil sampai akhirnya pemilik mobil itu menurunkan kaca mobilnya.
Felli membelalakan kedua matanya melihat siapa pemilik mobil itu.
"Carissa" Ucap Felli menutup mulutnya seakan tak percaya dengan orang didepannya ini.
__ADS_1
Carissa segera turun dari mobilnya. Dan menghampiri Tristan yang sedang terbaring.
"Cepat bantu gue bawa Tristan ke rumah sakit" Ucap Carissa pada Felli.
"Heh lo gak denger apa!" Sentak Carissa karena melihat Felli masih termenung disana.
"Iya...iya..." Ucap Felli dan segera mengangkat tubuh Tristan dengan bantuan Carissa.
Felli segera masuk ke kursi belakang sambil meletakkan kepala Tristan di pahanya. Ia mengusap usap lembut rambut Tristan yang kini sudah terkena darah.
"Hiks... Hiks... Hiks... Tris, bangun jangan kaya gini" Isak Felli mengusap lembut pipi Tristan.
"Tris, kumohon bangunlah, please. Aku janji tidak akan pergi kemanapun"
Sedangkan Carissa hanya bisa melihat dari kaca spion nya. Ia tahu Felli sangat mencintai Tristan begitupun sebaliknya. Dia hanya bisa diam membeku, sekarang dia sadar Tristan sangat mencintai Felli, hingga Tristan mau menyelamatkan Felli dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Sedangkan Carissa? Tristan tak pernah melakukan hal semacam ini padanya, itu membuat Carissa sadar bahwa kebersamaannya dengan Tristan selama lima tahun itu tidak berarti apa apa.
"Cepetan dong nyetirnya!" Sentak Felli karena merasa Carissa sangat lambat menyetir, sedangkan dirinya sudah khawatir bercampur takut akan terjadi hal yang parah pada Tristan.
Carissa menambah laju kecepatan mobilnya hingga mereka berhasil sampai dirumah sakit dengan waktu yang singkat.
Felli segera keluar mobil dan berteriak memanggil dokter.
"Dokter.... Suster.... " Teriak Felli menggema.
"Ada apa nona?" Ucap seorang suster menghampiri Felli.
"Sus, tolong bantu teman saya. Dia kecelakaan" Ucap Felli menuntun suter itu untuk mendekat kearah mobil Carissa.
"Sus, tolong teman saya" Pinta Felli.
"Nona tenang saja, kami akan mengatasi ini" Ucap suster itu dan membawa brankar untuk membaringkan Tristan.
__ADS_1