
Drrttt... Drrttt... Drrttt....
Terdengar suara handphone Felli berdering, ia melihat siapa yang menelponnya.
"Bibi?" gumam Felli menautkan alisnya dan menekan tombol hijau yang ada disana.
"Hallo bi" sapa Felli.
"Fell, kamu cepetan kesini ajak Tristan. Mama sama papa kamu mau balik ke Singapura" perintah bi Ina.
"Kok cepet banget bi?" tanya Felli cemberut.
"Mungkin ada kerjaan disana Fell, udah kamu kesini ya. sebelum mama sama papa kamu pergi" ucap bi Ina.
"Hmm iya deh" ucap Felli mematikan telponnya.
"Kenapa?" tanya Tristan lembut.
"Mom sama papa udah mau balik. padahal Felli masih kangen" jawab Felli memayunkan bibirnya.
"Mungkin mom sama papa lagi ada kerjaan penting sayang. makanya cepet baliknya" ucap Tristan mengelus pucuk kepala Felli lembut.
"Yaudah ayo berangkat" ajak Tristan.
*****
Dan disinilah mereka berada. Di bandara untuk mengantarkan mom Dahlia, Darwin, dan Vini kembali ke Singapura.
"Fell, kamu jaga diri baik baik ya. Ingat jangan membantah suami kamu" nasehat mom Dahlia.
"Iya mom pasti. Mom juga jaga diri disana, jaga kesehatan" ucap Felli tersenyum.
"Tris, putriku sekarang sudah menjadi tanggung jawabmu. Jadi jagalah dia sebaik mungkin" perintah Darwin.
"Pasti pah" jawab Tristan yakin. Rasanya sangat berbeda, Darwin dulu adalah rekan bisnisnya yang selalu ia panggil dengan sebutan Mr. Dan sekarang Darwin adalah ayah mertuanya yang harus ia panggil papa.
__ADS_1
"Kakak jaga diri baik baik ya kak. Jangan lupa buat ponakan lucu" goda Vini tersenyum penuh arti.
"Apaan sih Vin, kamu itu masih kecil. gak usah bahas begituan" ucap Felli tak setuju.
"Doain aja lancar prosesnya, biar bisa cetak album" sahut Tristan membuat wajah Felli seketika merona.
"Aww... " Tristan mengaduh saat mendapatkan cubitan mesrah dari Felli.
"Kamu apa apaan sih, ngomong begitu didepan banyak orang. Malu tau" bisik Felli menatap tajam Tristan.
"Kita do'ain semoga TF junior cepat launcing" ucap bi Ina.
"TF??" Felli dan Tristan menautkan alisnya.
"TF itu singkatan dari Tristan & Felli" jawab bi Ina menjelaskan.
"Mom juga do'ain yang terbaik buat kalian berdua" ucap mom Dahlia tersenyum.
"Makasih mom" ucap Felli tulus.
"Hati hati Win" ucap Oma.
"Pasti bu" jawab Darwin mengacungkan jempolnya.
*******
Setelah mengantarkan Darwin ke bandara, Tristan dan Felli mampir kerumah Oma.
"Kalian berdua istirahatlah, kami akan menyiapkan makan siang" suruh sang Oma.
"Felli bantuin ya Oma" tawar Felli.
"Ah tidak usah Fell, kamu sama Tristan istirahat aja. kalian itu harus kerja keras supaya bisa buat album" goda bi Ina.
"Ihhh Bibi!!!" pekik Felli kesal dengan bibinya.
__ADS_1
"Bi Ina benar Fell, kamu sama Tristan istirahat aja ya. Pasti cape" ujar sang Oma. membuat Felli berjalan mendahului Tristan dengan muka yang ditekuk. Karena sedari tadi terus mendapatkan godaan dari keluarganya.
"Oma, bibi, aku permisi dulu" ucap Tristan menunduk sopan.
"Beristirahat lah nak, manfaatkan waktu kalian" ucap bi Ina sedikit berteriak saat Tristan sudah menaiki anak tangga.
"Haiss kamu ini, selalu senang menggoda kedua cucuku itu" decak sang Oma.
"Gapapa lah Oma, lagipula aku jarang melihat Felli malu karena digoda" ucap bi Ina cekikikan.
"Sudah ada suaminya yang akan menggodanya. ayo bantu masak" ajak sang Oma.
***
Sedangkan dikamar Felli kini, ia dan Tristan sedang berbaring dikasur milik Felli.
"Tris... " panggil Felli.
"Hmm.. " jawab Tristan sambil memeluk istrinya.
"Bagaimana dengan kuliah ku disini?" tanya Felli.
"Aku akan mengurus semuanya, jangan khawatir" jawab Tristan.
"Oh ya, aku lupa satu hal saat kita sudah menikah" ucap Tristan menepuk jidatnya.
"Apa??" tanya Felli.
"Bulan madu. Kita belum melakukannya kan?" tanya Tristan.
"Apa itu perlu?" tanya Felli.
"Perlu sayang, biar TF junior cepat hadir disini" ucap Tristan mengelus perut rata Felli.
"Dihh dasar otak mesum" ucap Felli berdecih.
__ADS_1
"Gimana ya kalau gue hamil nanti? umur gue masih 20 tahun, masa udah jadi mama muda?" batin Felli geli membayangkan jika nanti ia hamil.