Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Ngidam


__ADS_3

Saat pulang dari acara pernikahan C2 sudah ada Gisel di rumahnya, ralat dirumah mertuanya.


"Loh Gi, lo sejak kapan disini?" tanya Felli y


sambil melepas sepatunya.


"Sekitar setengah jam yang lalu" jawab Gisel sambil asyik dengan baby Mutiara. Ya kedatangan Gisel kesini adalah tak lain ingin menjenguk baby Mutiara. Ia sudah sangat tak sabar karena saat Flora lahiran dirinya sedang berada diluar kota karena ada acara keluarga disana. Ditambah jadwal kuliahnya yang sangat padat, membuatnya tak punya waktu untuk berkunjung kesini.


"Den, tolong ambilin minum dong" perintah Felli pada adik iparnya yang barusan keluar dari arah dapur.


"Haiss kenapa lo selalu nyusahin gue sih Fell? noh suami lo ada" decak Denis sebal pada kakak iparnya itu.


"Den, nolak permintaan ibu hamil itu gak baik loh. Emang lo mau ponakan lo ileran nanti?" ucap Felli memayunkan bibirnya..


"Denis!" ucap Tristan memberikan tatapan mautnya.


"Iya... iya.." kesal Denis dan berbalik lagi kedapur untuk mengambilkan air buat kakak iparnya itu.


"Dasar kakak ipar lucknut! untung lo kakak ipar gue. Kalau gak udah gue lempar lo ke sungai Amazon" gerutu Denis dalam hati.


"Fell, kenapa lo sering banget sih ngerjain adik ipar gue yang tampan itu?" tanya Flora.


"Gue gak ngerjain Ra, cuma dikit ngisengin" jawab Felli terkekeh.

__ADS_1


"Emang Felli sering ngerjain Denis?" tanya Gisel.


"Beuhh jangan ditanya Gi. Nih anak suka banget liat orang menderita. Padahal suaminya ada malah dianggurin" cibir Flora melirik Tristan yang sudah duduk disebelah Felli.


"Awas aja nanti lo juga kena" lanjut Flora berbisik dengan Gisel.


"Nih.. " ucap Denis yang membawa sebotol air untuk Felli.


"Lo ngapain aja lama banget disana?" sebal Felli sambil membuka tutup air itu dan meminumnya.


"Makasih" sindir Denis.


"Sama sama" jawab Felli setelah ia meminum airnya.


"Nih mah tanya aja sama menantu mama yang sangat berakhlak ini" sindir Denis dengan mata yang tertuju pada Felli.


"Sayang... " panggil Felli pada Tristan.


"Kenapa hem?" tanya Tristan yang senang dipanggil sayang oleh istrinya.


"Mau mangga muda..." rengek Felli.


"Oke aku pesen dulu" ucap Tristan hendak meraih hapenya.

__ADS_1


"Jangan!" cegah Felli cepat.


"Kenapa?"


"Aku maunya mangga muda di halaman belakang, dan kamu yang manjatnya" pinta Felli.


"Tapi Yank aku gak bisa manjat" jawab Tristan memelas.


"Harus bisa dong, masa permintaan anak sendiri aja kamu gak kabulin" ucap Felli cemberut. Sedangkan Denis kini sedang bersusah payah menahan tawanya. Bagaimana tidak? seumur hidup abangnya itu tak pernah yang namanya memanjat pohon. Dan kali ini Tristan tak bisa menolak karena permintaan istrinya yang sedang mengidam.


"Tristan Felli bener, ini permintaan anak kamu loh" timpal mama Novi.


"Tapi mah... "


"Tidak ada penolakan. Ayo mama temenin!" ajak mama Novi dan mau tak mau Tristan mengikutinya. Sepertinya kali ini ia benar benar pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Bukan cuma Tristan dan mama Novi saja yang ke halaman belakang. Tapi semua orang yang sempat berkumpul tadi juga ikut kebelakang menyaksikan bagaimana perjuangan Tristan untuk mendapatkan mangga muda permintaan calon anaknya.


"Nih pegang jas gue" ucap Tristan menetapkan jas nya pada Denis.


"Semangat bang" ucap Denis tersenyum kemenangan.


"Awas lo!" batin Tristan menatap kesal kerah adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2