Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Perasaan yang sama


__ADS_3

Tristan kini sedang memandang satu persatu anggota keluarganya. Namun ia tak melihat keberadaan Felli disini.


"Tris, kenapa kamu bisa ketabrak mobil? gimana ceritanya?" tanya mama Novi.


"Kalau kamu memang gak mau nikah ya sudah, tinggal bilang baik baik sama mama dan papa. jangan kabur kaya gini" omel papa Irwan.


"Siapa yang nabrak lo bang?" tanya Rey penasaran.


"Gue gapapa. Felli mana?" tanya Tristan berusaha bangkit dan duduk.


Semua orang terdiam mendengar pertanyaan Tristan yang menanyakan keberadaan Felli. bukannya menjawab satu persatu pertanyaan dari mereka.


"Felli mana, gue pengen ketemu sama dia" ucap Tristan hendak turun dari ranjang.


"Jangan!" teriak semua orang disana.


"Kenapa? gue pengen ketemu Felli sebelum dia pergi" ucap Tristan berusaha turun brankar.


"Stop bang! oke gue bakal panggilin Felli sekarang" ucap Rey dan segera keluar untuk memanggil Felli.


"Fell, lo dipanggil bang Tristan tuh" ujar Rey saat telah di luar ruangan.


"Gue??" ucap Felli menunjuk dirinya sendiri.


"Iya cepetan!" ucap Rey dan dengan langkah gontai Felli masuk ruangan.


"Sayang ayo masuk" ajak Rey menggandeng tangan Flora masuk kedalam.


Felli terlihat kikuk saat melihat semua orang memandang kearahnya.


"Fell, sini" ucap Tristan dan membuat Felli mau tak mau mendekat kearah Tristan dengan langkah pelan.


Sedangkan yang lain hanya diam memperhatikan gerak gerik Felli dan Tristan. tentu saja itu membuat Felli sedikit kikuk dan salting.


"Gimana keadan lo?" tanya Felli pada Tristan.

__ADS_1


"Aku-kamu bukan lo gue lagi. oke?" ucap Tristan membenarkan. membuat Felli mengangguk pelan.


"Aku udah mendingan kok" jawab Tristan tersenyum.


"Fell, sebenarnya apa yang terjadi pada Tristan?" tanya mama Novi yang sudah dari tadi penasaran.


Felli menghela nafas panjang, dan mulai menceritakan kejadian kenapa Tristan bisa tertabrak mobil. Felli juga memberitahu siapa yang menabrak Tristan sebenarnya, entah itu sengaja atau tidak Felli tidak tahu.


"Jadi dia yang nabrak Tristan?" ucap mama Novi terkejut sekaligus kesal.


"Iya tant, dan Felli juga minta maaf karena secara tidak langsung Felli lah yang membuat Tristan tertabrak mobil" ucap Felli menunduk.


"Kamu gak perlu minta maaf. sekarang dimana Carissa?" tanya mama Novi yang sudah terlanjur kesal.


"Mungkin masih ada diluar tan" jawab Felli.


"Tapi Felli mohon sama tante, sebaiknya tante dengerin penjelasannya dulu, jangan langsung menuduh, baru kita bisa tau apa itu sengaja atau tidak dia melakukannya" lanjut Felli yang diangguki mama Novi.


"Ternyata Felli juga bisa berpikir bijak dan dewasa" puji papa Irwan dalam hati.


"Tris, maafin aku ya" ucap Felli duduk dikursi sebelah ranjang Tristan.


"Maaf buat apa?" tanya Tristan.


"Maaf udah buat kamu kaya gini. sumpah aku gak ada niatan buruk sama kamu. dan kamu boleh menghukum aku dengan cara apapun" ucap Felli lirih.


"Buat apa aku menghukum kamu? aku hanya minta satu hal sama kamu" ucap Tristan menatap intens wajah Felli.


"Apa?" tanya Felli penasaran.


"Jangan pergi lagi dari sisiku, tetaplah disini dan temani aku" pinta Tristan mengenggam tangan Felli.


Felli mengangguk pelan sebagai jawaban. tapi ada rasa tidak rela jika harus meninggalkan keluarganya di Singapura. Apalagi mom Dahlia yang begitu baik padanya.


"Dan sekarang aku menunggu jawabanmu?" ucap Tristan membuat Felli menyeritkan keningnya.

__ADS_1


"Jawaban apa?" tanya Felli.


"Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Percayalah dihatiku sudah ada namamu tertulis disana dan tak akan ada yang bisa menghapusnya. I love you Fellicia" ucap Tristan membuat Felli menaikkan kedua sudut bibirnya.


"Kalau boleh jujur akupun memiliki perasaan yang sama sepertimu. Aku mencintaimu Tristan. Sebesar apapun cintamu padaku begitu pula besar cintaku padamu. bahkan lebih dari itu" jawab Felli membuat Tristan tersenyum kemenangan.


"Aku senang mendengarnya, dan besok aku ada kejutan untukmu. jadi persiapkan dirimu" ucap Tristan dan membawa Felli kedalam pelukannya.


Felli tak menolak pelukan Tristan, ia justru senang bisa dipeluk Tristan. tak terasa senyum terbit di kedua sudut bibirnya.


***


Sedangkan diluar ruangan, kini Carissa sedang diintrogasi oleh keluarga Tristan. satu persatu anggota keluarga meluncurkan pernyataan padanya.


"Jawab! sebelum kami melakukan kekerasan padamu!" sentak papa Irwan.


"Maafin aku semuanya. tapi aku tidak berniat untuk mencelakai Tristan" ucap Carissa menunduk takut.


"Ada apa ini?" Tanya Faisal yang baru datang bersama Christina.


"Tanya saja pada anakmu!" ketus mama Novi.


"Car, ada apa ini?" tanya Faisal menatap Carissa seolah meminta penjelasan.


Carissa menghela nafas panjang. mungkin kali ini ia harus jujur di hadapan semua orang. Carissa pun mulai menceritakan bagaimana ia bisa menabrak Tristan tanpa sengaja. dan dia juga menyampaikan niat awalnya yaitu ingin mencelakai Felli.


"Apa!! jadi kamu ingin mencelakai putriku!" Ucap Darwin membelalakan kedua matanya, mendengar penjelasa Carissa.


"Aku minta maaf om.... " lirih Carissa dengan air mata yang sudah menetes.


"Ternyata bukan anakku saja yang menjadi korban. Felli pun hampir kau jadikan korban rencana jahatmu itu!" sinis papa Irwan.


"Car, kenapa dari dulu kamu gak berubah? ayah sudah sering memperingatimu untuk tidak berjiwa setan! yang kerjaannya hanya mencelakai manusia!" sentak Faisal.


"Pah sudah... " cegah Christina yang tak tega melihat kakaknya menangis dan dipermalukan didepan orang banyak.

__ADS_1


__ADS_2