Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Menagih janji


__ADS_3

Setelah selesai dengan kontrolnya, Felli dan Tristan berjalan pulang.


Saat melewati koridor rumah sakit Tristan berpapasan dengan Rey dan Flora.


"Loh kalian disini?" Ucap Rey kaget melihat Felli dan Tristan berjalan berdua dirumah sakit.


"Kalian ngapain disini?" Tanya Tristan.


"Kita lagi check up. Kalian ngapain disini? Berdua lagi" jawab Flora tersenyum penuh arti.


"Kalian pacaran?" Tebak Rey yang membuat Felli dan Tristan kaget.


"Enggak!" Jawab mereka serempak.


"Tuh kompak banget lagi?" Goda Flora tersenyum kearah Felli.


"Apaan sih Ra! Jangan ngaco deh!" Elak Felli menahan malu.


"Mana mungkin gue pacaran sama balok es kaya dia" batin Felli memandang Tristan.


"Kita duluan" ucap Tristan dan menggandeng tangan Felli keluar rumah sakit.


"Mas, kamu yakin gak diantara mereka ada hubungan spesial?" Tanya Flora pada Rey.


"Entahlah sayang, aku juga gak tau" jawab Rey lalu merangkul bahu Flora keluar rumah sakit.


*************************


5 hari kemudian.


Kini kaki Felli sudah benar benar sembuh, ia sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


"Eh pulang nanti ke mall yuk, udah lama gak shopping" ajak Echa saat ini mereka sedang berada di kantin kampusnya.

__ADS_1


"Setuju" sahut Gisel cepat.


"Oke lah, gue udah lama gak jalan" ucap Felli menyeruput es jeruknya.


"Gue juga setuju" seru Flora.


"Oke deal ya" ucap Echa yang diangguki mereka.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


Ponsel Felli berdering, tertera nama Tristan disana.


"Guys gue angkat telpon dulu ya" ucap Felli sedikit menjauh dari sana.


"Ngapain dia nelpon?" Batin Felli dan mengangkat telponnya.


"Hallo tuan, ada apa?" Tanya Felli.


"Lo pulang kuliah ke kantor gue, nanti Gio yang akan jemput Lo" jawab Tristan diseberang sana.


"Lo lupa, kalau Lo bakal jadi pelayan pribadi gue?" Ucap Tristan menyeringai.


"Hah??" Ucap Felli ternganga, ia tak menyangka Tristan masih ingat akan janji konyolnya itu.


"Tapi tuan..."


"Gak ada penolakan!" Potong Tristan dan mematikan telponnya.


Tut.. Tut.. Tut..


"Duhh gimana nih, masa jadi pelayan pribadinya, gak banget deh!" Gumam Felli bergedik dan mulai mendekat kearah sahabatnya.


"Siapa Fell?" Tanya Flora.

__ADS_1


"Bibi..." Jawab Felli berbohong.


"Guys kayanya gue gak bisa jalan deh, soalnya bibi telpon tadi pas pulang kuliah langsung kerumah, karena ada urusan penting" lanjut Felli menghela nafas.


"Oh yaudah gapapa Fell, masih banyak waktu kok" ucap Echa tersenyum.


"Duhh Tristan benar-benar deh" geram Felli dalam hati. Ya Felli memanggil tuan hanya didepan Tristan saja, selain itu ia memanggil Tristan dengan namanya.


Saat jam pulang, Felli sudah ditunggu oleh Gio.


"Hah, itu kan mobilnya asisten Tristan" gumam Felli melihat mobil Gio dari kejauhan, Felli memang sudah tau mobil Gio.


"Duhh mampus deh kalau ketahuan yang lain" batin Felli melihat kearah sahabatnya.


"Kenapa Fell?" Tanya Gisel.


"Kalian duluan aja ya, kayanya buku gue ketinggalan dikelas deh" ucap Felli berbohong.


"Oh yaudah, kita duluan ya" pamit Flora yang diangguki Felli.


Felli pun berjalan menuju toilet saat teman-temannya sudah berjalan jauh.


"Tuan, boleh saya pakai mobil sendiri saja?"


Itulah pesan yang dikirimkan Felli pada Tristan.


"Gak boleh!" Balas Tristan.


"Tuan nanti gue ketahuan sama anak anak kampus gimana? Ntar orang ngira gue macem-macem"


"I don't care"


Isi pesan terakhir Tristan berhasil membuat Felli mendengus kesal. Dan mulai berjalan keluar toilet, dilihatnya semua murid telah sepi.

__ADS_1


"Yess aman" gumam Felli dan mengendap ngendap menuju mobil Gio.


__ADS_2