
Felli terkejut dengan perlakuan Tristan yang melamarnya secara tiba tiba, antara senang dan kaget, Felli masih mematung sambil memandang wajah Tristan. Tapi kalau boleh jujur satu sudut hatinya tersenyum saat mengetahui Tristan melamarnya secepat ini.
Felli melihat kearah Darwin, Oma dan bi ina untuk meminta pendapat, dan mereka bertiga menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Felli menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan "Ya, aku mau" jawab Felli akhirnya, membuat Tristan tersenyum manis dan segera memasangkan cincin berlian mewah yang ditaksir berharga kurang lebih 5 M itu dijari manis Felli.
Tepuk tangan riuh dari semua orang disana menyaksikan moment bahagia ini. Felli dan Tristan sama sama melemparkan senyum manisnya.
"Makasih" ucap Tristan dan membawa Felli kedalam pelukannya.
"Tris, malu... " bisik Felli karena merasa dilihat semua orang tak terkecuali sahabatnya Flora.
"Gapapa karena seisi dunia harus tau, bahwa kini kau akan segera menjadi milikku" ucap Tristan semakin mengeratkan pelukannya, membuat Felli senang sekaligus malu.
"Ehemm... tunggu halal dulu bang, baru lo bisa peluk peluk Felli sepuasnya" ucap Rey berdehem dan berhasil membuat kedua sejoli itu melepaskan pelukannya.
"Yaudah sekarang kita tentukan tanggal pernikahannya" ucap papa Irwan.
"Gimana kalau sebulan lagi?" usul mama Novi.
"Mah, itu kelamaan!" protes Tristan.
"Yaudah satu minggu lagi, gimana?" Tanya mama Novi.
"Dua hari lagi" putus Tristan membuat Felli terkejut.
"Tris, kok cepet banget sih? kamu tau kan nyiapin semuanya itu gak mudah" protes Felli.
__ADS_1
"Kalau itu gak usah kamu pikirin, ada Gio yang bantu menyiapkan semuanya" jawab Tristan enteng.
"Bagus, papa setuju makin cepat makin bagus kan?" sahut papa Irwan.
"Yaudah kita semua sepakat kalau acaranya dua hari lagi ya" ucap Darwin yang dapat anggukan dari mereka.
"Oh iya Rey, kamu bantu bantu keluarin seserahannya" perintah papa Irwan.
"Sini Marcel biar sama mama" ucap mama Novi mengambil alih Marcel yang tertidur di gendongan Rey.
"Sekalian ajak art disini buat bantu" usul Darwin dan segera menyuruh art dirumahnya untuk membantu mengeluarkan seserahan yang Tristan bawa untuk Felli.
Felli terkejut saat melihat berapa banyak seserahan yang Tristan berikan untuknya, sehingga membuat ruang tamu hampir penuh.
"Gilaa calon suami gue tajir melintir bener" batin Felli melihat semua seserahan yang semuanya bagus dan mewah tentu saja itu pasti sangat mahal bagi Felli. Tapi itu tidak berlaku untuk Tristan karena membeli semua ini tidak akan membuat uangnya berkurang.
"Thanks Ra" jawab Felli tersenyum.
"Gue gak nyangka kalau lo bakal jadi kakak ipar gue" ucap Flora terkekeh.
"Gue juga gak nyangka lo bakal jadi adik ipar gue" balas Felli.
"Bi.. tolong bawa kekamar tamu ya, biar gak penuh disini" perintah Oma yang melihat ruang hampir terisi oleh seserahan yang diberikan Tristan.
"Iya nyonya" jawab bi Tuti dan langsung melaksanakan perintah majikannya.
"Gila Ra, kakak ipar lo kebangetan bawa seserahan sebanyak ini" bisik Felli membuat Flora lagi lagi terkekeh.
__ADS_1
"Kakak ipar gue bentar lagi jadi suami lo kan?" goda Flora membuat Felli tersenyum simpul karena memang ucapan Flora benar adanya.
*************
Malam harinya Felli tengah duduk dibalkon kamarnya melihat bintang malam yang begitu cerah, secerah hatinya saat ini. Sejak Tristan melamarnya siang tadi, Felli tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.
"Fell, ayo makan malam!" ajak Oma yang masuk kedalam kamar Felli karena memang tidak dikunci.
"Eh Oma.. " ucap Felli dan menghampiri sang Oma.
"Ayo makan malam, semua udah nunggu tuh" ucap Oma yang diangguki Felli.
"Kok Felli merasa ada yang kurang ya?" ucap Felli saat sudah sampai dimeja makan.
"Maksud kamu?" tanya bi ina menyeritkan keningnya.
"Kan acara pernikahan Felli tinggal dua hari lagi, nah kok Felli ngerasa ada yang janggal ya?" jawab Felli sambil mengingat ingat.
"Masa sih?" ucap bi ina.
"Oh iya mom Dahlia dan Vini gak ada disini" ucap Felli tiba tiba sedih.
"Sayang papa bisa suruh mom dan Vini kesini besok, biar mereka ikut menyaksikan acara pernikahan kamu" ucap Darwin dan seketika membuat Felli tersenyum.
"Serius pah?" tanya Felli yang dapat anggukan dari Darwin.
"Yeahh makasih papa" ucap Felli dan memeluk papanya.
__ADS_1