Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Kecewa


__ADS_3

Keesokan harinya, Felli sudah bersiap untuk terbang ke Singapura. Saat ini mereka sedang berada di bandara.


"Oma, bibi, Felli berangkat ya, kalian baik baik disini. Nanti Felli kesini lagi untuk jenguk bibi sama Oma" ucap Felli menyalami sang Oma dan memeluknya.


"Iya Fell, kamu senang senang aja disana, Oma sama bibi pasti baik baik aja disini" ucap Oma membalas pelukan cucunya.


"Bibi juga baik baik disini, temani Oma ya. Dan kalau ada apa apa telpon kita ya" ucap Felli pada bi Ina.


"Iya Fell, kamu gak usah khawatirkan kita disini" ucap bi Ina tersenyum.


"Dan satu lagi, kalau ada yang nanya aku dimana jangan bilang ya Oma, bibi. Terutama Tristan" pesan Felli.


"Loh kenapa?" Tanya Oma.


"Bi, Felli punya alasan dibalik itu semua" jawab Felli.


"Baiklah kami tidak akan memberitahu siapapun" ucap sang Oma.


"Bu, Ina kita berangkat ya" ucap Darwin menyalami ibunya dan menepuk pundak bi Ina.


"Iya hati hati ya. Kabari kita kalau sudah sampai" ucap Oma berpesan.


"Pasti Bu" ucap Darwin dan berjalan menuju pesawatnya.


Sebelum pintu tertutup Felli sempat melambaikan tangan dan kiss bye pada Oma dan Bi Ina.


Oma dan Bi Ina pun melambaikan tangannya dan tersenyum pada Felli.

__ADS_1


"Semoga Felli bahagia disana ya" ucap Oma saat pesawat sudah lepas landas.


"Iya aku juga berharap begitu. Semoga istri tuan Darwin menerima Felli sebagai anaknya" sambung bi Ina lalu mengajak Oma untuk pergi pulang kerumah.


*************************


Tristan menyambar kunci mobilnya, ia berniat untuk kerumah Felli dan minta maaf padanya atas ucapan Carissa kemarin. Kalau boleh jujur Tristan sudah punya sedikit rasa untuk Felli, entah kenapa saat tak ada Felli hidup Tristan terasa sepi bagai tak ada teman didunia ini.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit Tristan sampai di depan rumah Felli.


Tristan melihat Oma dan Bi Ina baru saja keluar dari sebuah mobil. Ia segera keluar dan menghampiri Oma dan Bi Ina.


"Pagi Oma, bibi" sapa Tristan tersenyum.


"Eh nak Tristan, udah lama gak keliatan" ucap Oma tersenyum. Ia sudah tau maksud kedatangan Tristan kesini.


Oma terdiam sejenak berusaha berpikir alasan apa yang masuk akal untuk diberikan pada Tristan.


"Tris Oma minta maaf ya, tapi Felli udah pergi dari sini" jawab sang Oma.


"Pergi Kemana bi?" Tanya Tristan kaget.


"Nak Tristan Felli tidak mengijinkan kami untuk memberitahu keberadaan dengan siapapun terutama nak Tristan. Yang pasti Felli udah pergi jauh dari sini" jelas bi Ina.


"Tapi kenapa bi? Kenapa Felli gak mau beritahu aku kemana dia pergi?" Tanya Tristan kecewa.


"Bibi juga tidak tau nak, apa nak Tristan sedang punya masalah sama Felli?" Tanya bi Ina, membuat Tristan menghela nafas.

__ADS_1


"Bi, kemarin Carissa sempat mengejek Felli dan merendahkan Felli. Mungkin itu yang membuat Felli sakit hati sehingga memilih pergi" jawab Tristan lirih.


"Siapa Carissa?" Tanya Oma.


"Carissa itu mantan saya Oma" jawab Tristan menunduk.


"Oma, bibi, tolong beritahu saya dimana Felli berada. Saya mohon bi" pinta Tristan memelas.


"Kami minta maaf nak, ini permintaan Felli sendiri. Kami hanya menjalankan tugas" ucap Oma menepuk pundak Tristan.


"Apa Oma sama bibi gak khawatir kalau Felli kenapa napa diluar sana?" Tanya Tristan.


"Felli pasti baik baik aja nak, dia sudah berada ditangan orang yang tepat" jawab Oma tersenyum.


"Nak Tristan, apa nak Tristan mencintai Felli?" Tanya bi Ina. Membuat Tristan terdiam seribu bahasa, tak berani untuk menjawab apa.


"Nak, kalau kamu dan Felli berjodoh insyaallah suatu saat pasti bertemu. Yang perlu nak Tristan lakuin adalah berusaha. Cinta butuh perjuangan bukan?" Lanjut bi Ina.


"Dan Oma yakin Felli pasti punya perasaan yang sama dengan nak Tristan" sahut Oma.


"Oma yakin?" Tanya Tristan.


"Yakin nak" jawab Oma mantab.


Tristan terdiam, didalam lubuk hatinya yang terdalam ia sangat kecewa atas perlakuan Carissa hingga membuat Felli pergi jauh darinya. Tristan sangat menyesal sekarang, dan dia tidak tau dimana keberadaan Felli sekarang. Dia merasa dirinya sangat bodoh mengapa saat Felli ada Tristan justru cuek seakan tak peduli padanya. Dan sekarang saat Felli sudah tak ada ia merasa ada yang hilang dalam hidupnya.


"Mungkin ini maksud perkataan Felli kemarin" batin Tristan mengingat ingat perkataan Felli kemarin.

__ADS_1


__ADS_2