
Setelah 3 hari dirumah sakit, kini Felli diperbolehkan pulang, karena kondisinya sudah benar benar sehat.
Keluarga Vernatha mengadakan syukuran atas lahirnya baby Erick, syukuran nya diadakan dirumah dengan mengundang para saudara, tetangga dan para sahabat.
"Tante baby Erick ganteng yah" ucap Diva yang kini tengah bermain bersama baby Erick.
"Iya dong, siapa dulu ayahnya" ucap Tristan yang tiba tiba datang langsung menyahuti.
"Dihh baby Erick gak mirip sama om Tristan" ledek Diva tersenyum sinis.
"Mana nih ponakan gue?" seloroh Echa yang baru datang bersama suaminya.
"Wahh ya ampun ganteng banget kamu, ihh lucu lagi" ucap Echa gergetan ingin mencubit pipi baby Erick yang mirip dengan mochi.
"Lo kalau mau juga, noh suruh suami lo bikin" sahut Felli cekikikan.
"Iya Han, lo gak punya rencana mau buat momongan" timpal Tristan.
"Haiss dah lah, aku kesana dulu" ucap Rehan tak ingin menjadi bahan ledekan Tristan dan Felli. Ia memilih untuk menjenguk atasannya yang tak lain dan tak bukan adalah Rey.
"Suami lo sensian banget deh" Ucap Felli terkekeh.
"Ya begitulah, dia kaya cewek PMS"
"Eh Cha, lo udah dateng ternyata" ucap Flora bergabung bersama mereka, dengan membawa baby Mutiara yang kini berusia genap 10 bulan.
__ADS_1
"Hehehe telat dikit tadi" cengir Echa.
"Yank, aku kesana dulu yah, kalau butuh apa apa panggil aja" ucap Tristan yang diangguki Felli.
"Gisel mana?" tanya Felli yang tak melihat keberadaan sahabatnya yang satu itu.
"Ya mana gue tau, lo pikir gue megang kakinya" cetus Echa.
Tak berselang beberapa lama, yang diomongkan muncul menampakkan batang hidungnya, yang tak lain adalah Gisel datang bersama Denis.
"Nah baru juga diomongin" celutuk Felli.
"Hayo kalian ngomongin gue gue yah" Ucap Gisel.
"Tadi tuh gue liat dia dijalan. Mobilnya mogok, yaudah berhubung gue baik hati dan tidak sombong, gue kasih tumpangan" jawab Denis songong.
"Yaelah kebetulan aja kali!" ketus Gisel.
"Terserah lo deh mo ngomong apa" ucap Denis dan pergi dari tempat itu. Ia memilih bergabung bersama kedua abangnya daripada meladeni para cewek. Apalagi disana ada kedua kakak iparnya yang selalu membuatnya kesal.
"Om Denis kok jadi jutek gitu?" celutuk Diva menatap punggung Denis yang semakin menjauh.
"Om Denis itu lagi sensian sayang, sama kaya om Rehan" jawab Echa.
****
__ADS_1
Malam harinya Felli dan Tristan sedang bermain bersama baby Erick dikamarnya. Tristan terlihat bahagia karena kehadiran putra pertamanya, Erick adalah malaikat kecil yang akan menyempurnakan pernikahannya dengan Felli.
Begitupun Felli, ia merasa senang kini telah menjadi seorang ibu, dan berbicara soal ibu Felli kembali teringat pada almh mamanya. Felli bersyukur Tuhan tidak menyabut nyawanya saat melahirkan putranya, itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan untuknya merawat dan membesarkan putranya bersama suaminya.
Andai Tristan tak datang kedalam hidupnya, Felli tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah mengetahui fakta sebenarnya. Kehadiran Tristan memberi warna untuk hidup Felli.
"Tris, kamu tau. Kamu bagaikan pangeran yang datang dan menyempurnakan hidupku. Makasih yah kamu datang dan memberi warna dalam hidupku" ucap Felli menatap wajah tampan Tristan.
"No sayang! aku yang harusnya berterimakasih padamu. Kamu telah menemani aku selama ini, dan kini kamu telah memberikan ku putra yang sangat tampan" Ucap Tristan mengelus pipi Felli, dan setelah itu mengecup keningnya.
"Aku harap pernikahan kita terus bertahan sampai maut memisahkan, Apapun yang terjadi kedepannya, kita lalui bersama. Kita akan membesarkan putra kita bersama sama, i love you" lanjut Tristan mengecup singkat bibir istrinya.
"I love you to pangeran tampan pengubah hidupku" balas Felli tersenyum.
.
.
.
.
.
TAMAT.
__ADS_1