Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Pernikahannya dibatalkan


__ADS_3

Tristan tak mengidahkan ucapan penghulu, tatapan matanya tak beralih dari Felli. Rasanya tidak mungkin ia melanjutkan pernikahan didepan orang yang dia cintai.


Ya Tristan mengaku sudah jatuh cinta dengan Felli. Namun mungkin cinta itu datang terlambat sehingga berakhir seperti ini.


"Saudara Tristan apakah anda sudah siap?" Tanya pak penghulu sekali lagi.


"Langsung saja pak" Ujar mama Novi mewakili Tristan.


"Baiklah" Ucap pak penghulu dan mulai berjabat tangan dengan Tristan.


Sedangkan Tristan saat ini bingung harus berbuat apa. Namun iapun tak menolak jabatan tangan sang penghulu. Jika dia membatalkan pernikahan ini dia akan sangat memalukan keluarganya. Tapi dia juga tak bisa melepaskan Felli saat dia sudah mulai jatuh cinta padanya.


Felli yang melihat Tristan terus menatapnya pun menganggukkan kepala seraya tersenyum. Seakan membiarkan Tristan untuk terus melanjutkan pernikahan ini.


"Saudara Tristan saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Christina Belvania binti Faisal Belvania dengan mas kawin dan seperangkat alat shalat dibayar tunai" Ucap penghulu.


Felli tak sanggup lagi melihat semua itu, ia beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Dadanya sangat sesak melihat Tristan yang sudah siap untuk mengucapkan ijab qabul. Air mata yang sedari tadi ia tahan kini lolos begitu saja dipelupuk matanya.


"Felli... " Teriak Darwin pada Felli yang sudah semakin jauh.


"Kasihan Felli" Gumam Flora menatap sendu sahabatnya.


"PERNIKAHANNYA DIBATALKAN!!" Ucap Tristan tegas sambil melepaskan jabatan tangannya pada pak penghulu dan segera berlari menyusul Felli.


"Tristan.... " Teriak mama Novi hendak mengejar Tristan.


"Mah biarin mereka selesain masalah mereka masing-masing" Cegah Rey mencekal tangan mamanya.

__ADS_1


"Tapi ini gimana Rey, masa batal sih. Kamu gak liat tamu udah datang semua? Apa kamu tega mempernalukan mama sama papa dedepan banyak orang" Jelas mama Novi.


"Mah, semua bisa diselesain baik baik. Dari awal mama yang salah kenapa mama maksa bang Tristan untuk menikah dengan orang lain, sedangkan bang Tristan aja belum bisa ngelupain Felli. Mama tau kan cinta itu tidak bisa dipaksakan" Ucap Rey panjang lebar dan berhasil membuat mama Novi terdiam.


"Ada apa dengan mereka?" Batin Darwin yang memang tak mengetahui apa apa.


"Ir, kali ini putramu yang mempermalukan kami" Ucap Faisal menahan kesal pada papa Irwan.


"Aku minta maaf untuk semua ini. Memang dari awal aku yang salah karena memaksa Tristan untuk segera menikah" Ucap papa Irwan.


"Sekarang bagaimana? Aku sudah benar benar malu Ir" Ucap Faisal sambil menatap putrinya yang kini sedang menunduk.


"Mungkin ini balasan untuk ayah karena dulu kak Carissa pernah mempermalukan kak Tristan dan om Irwan. Dan secara tidak disengaja om Irwan telah membalas dendam pada kita" Ucap Christina lirih dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.


Faisal terdiam sejenak mencerna setiap kalimat yang diucapkan oleh putrinya.


"Ir, apakah benar kau ingin membalas dendam padaku?" Tanya Faisal menatap intens papa Irwan.


"Apa begini perasaan Irwan dulu saat Carissa menolak lamaran Tristan?" Batin Faisal.


*******


Felli menghentikan langkahnya saat sudah menjauh dari sana. Hatinya rapuh, ia takkan sekuat itu menyaksikan pernikahan Tristan dan Christina.


"Hiks... Hiks... Hiks... Mengapa takdir sungguh mempermainkanku, apakah tidak ada orang lain yang layak untuk dipermainkan. Mengapa rasanya begitu sakit. Ya Tuhan bukalah mataku lebar lebar, sadarkan aku jika dia memang bukan untukku" Ucap Felli sambil terisak, air mata sudah membanjiri pipinya, kakinya tak sanggup lagi menompang badannya.


Tiba tiba Felli merasakan ada yang memeluknya dari belakang, pelukannya sangat erat Felli dapat merasakan itu bukanlah pelukan biasa. Ia menolehkan kepalanya untuk melihat siapa itu.

__ADS_1


Deg.


Mata Felli bertemu dengan mata Tristan. Ia kembali merasakan debaran jantung yang membuatnya deg deg serr. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya, dia tak ingin terlihat lemah didepan Tristan. Walaupun dia akui sangat sulit untuk melakukan itu.


Cup.


Tristan mencium bibir Felli dengan lembut.


"I miss you" Ucap Tristan membalikkan tubuh Felli agar menghadap kearahnya.


Felli terkejut dengan perlakuan Tristan yang begitu manis padanya. Namun ia sadar Tristan bukanlah untuknya, ia segera menepis semua pikirannya itu.


"Tris, kenapa lo ngikutin gue, bukannya-"


"Sssttt" Potong Tristan menempelkan telunjuknya dibibir Felli.


"I love you" Ucap Tristan dan menghapus air mata Felli dengan lembut.


Deg.


Jantung Felli sudah berdetak hebat saat mendengar pengakuan Tristan padanya. Ia sekaan tak percaya dengan yang baru saja Tristan ucapkan.


Tristan memegang kedua pipi Felli dan menatapnya sedalam mungkin.


"Fell, aku mohon jangan pergi lagi tetaplah disini. Aku sadar bahwa aku sudah jatuh cinta padamu, dan sekarang aku tahu maksud kedatanganmu dalam hidupku" Ucap Tristan mengungkapkan segala perasaannya.


"Aku sadar kau adalah orang yang sangat aku butuhkan sekaligus orang yang sangat aku cintai. Dan aku bodoh telah mengabaikanmu disaat kau mencoba mengalihkan perhatianku. Aku menyesal dengan perlakuanku yang angkuh dan sombong kepadamu dulu. Dan sekarang kau tidak bisa pergi dariku karena kau telah berhasil mengambil hatiku tanpa permisi" Lanjut Tristan yang membuat jantung Felli serasa mau copot.

__ADS_1


Felli menatap mata Tristan sedalam mungkin, untuk mencari kebohongan disana. Tapi Felli tak menemukan sedikitpun kebohongan dimata Tristan. Itu artinya Tristan benar benar tulus dan Felli yakin kata kata tadi murni berasal dari hati Tristan.


"Kalau kau mencintaiku, kenapa kau menikah dengannya?" Tanya Felli menatap Tristan intens.


__ADS_2