Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Flashback II


__ADS_3

"Alhamdulillah ibu sudah sadar" ucap sang dokter melihat mata pasien terbuka.


"Dok, boleh saya pinjam buku sama pulpen?" Tanya Githa dengan nada yang terdengar lemah.


"Untuk apa Bu?" Tanya sang dokter bingung.


"Saya ada perlu dok" jawab Githa, dan mau tak mau dokter pun memberikan buku dan pulpen pada Githa.


Ghita pun menerimanya dan mulai menulis kata demi kata, ya tak bisa dipungkiri walaupun kondisinya sangat lemah, tapi Githa masih sanggup menulis kalimat yang bisa dikatakan banyak dan panjang.


"Dok panggil suami saya" pinta Githa.


"Baik Bu" ucap sang dokter dan memanggil Darwin.


Dengan tergesa-gesa Darwin menemui istrinya, diikuti sang ibu.


(Ibu Darwin adalah Oma Felli ya)


"Sayang kau sudah sadar, syukurlah" ucap Darwin berseri-seri.


"Syukurlah kau sudah sadar sayang" ucap ibu Darwin tersenyum senang.


Githa meraih tangan Darwin dan meletakkan kertas ditelapak tangan suaminya.


"Berilah ini pada putri kita jika dia sudah besar. Sepertinya aku sudah tidak sanggup untuk bertahan hidup. Dan harus kau ingat aku mencintaimu dan putri kita sampai selamanya. I love you my husband and my daughter, good bye" ucap Githa tersenyum dan setelah mengatakan itu ia langsung tak sadarkan diri.


"Sayang!!!"

__ADS_1


"Ghita!!!"


Teriak Darwin dan sang ibunda saat melihat mata Githa kembali tertutup.


"Dok, periksa istri saya!" Petintah Darwin tegas.


"Baik pak"


Dokterpun memeriksa detak jantung Ghita dan memeriksa denyut nadinya, untuk memastikan bahwa pasien masih hidup atau sudah meninggal.


"Pak, Bu, kami mohon maaf sebesar-besarnya, tapi ibu Ghita sudah tidak bisa diselamatkan, kanker yang ada ditubuhnya sudah menyebar kemana-mana" jelas sang dokter.


Duaaarrrr....


Bagai tersambar petir disiang bolong, Darwin dan ibunya tidak percaya akan yang dikatakan dokter barusan.


"Iya pak, ibu Ghita mengalami kanker yang sudah masuk stadium akhir. Beliau meminta saya untuk merahasiakan ini dari bapak, sampai waktunya tiba" jelas sang dokter.


"Dok, kenapa dokter merahasiakan ini dari kita? Kita ini keluarganya dok, kita berhak tau!" Ucap ibu Darwin yang sudah banjir air mata.


"Mohon maaf Bu, saya terpaksa melakukannya. Ibu Ghita mengancam akan bunuh diri jika saya memberitahu bapak dan ibu" jawab sang dokter.


"Dok, dokter pasti bercanda kan? Gak mungkin istri saya ninggalin saya, kita sudah janji akan membesarkan putri kami bersama sama" ucap Darwin meneteskan air matanya dan memeluk erat istrinya yang sudah tak bernyawa.


"Dok, coba periksa lagi menantu saya tidak mungkin meninggal dok. Dokter pasti salah kan?" Ucap ibu Darwin histeris.


"Maaf Bu tapi takdir berkata lain" ucap sang dokter.

__ADS_1


"Gak! Gak mungkin istri saya pergi dok! Dia gak mungkin ninggalin saya! Istri saya masih hidup kan dok, mungkin dokter saja yang salah periksa" ucap Darwin yang benar-benar tak percaya akan kabar seburuk ini.


"Win, sudah... Mungkin ini sudah takdir, kamu yang sabar" ucap ibu Darwin menenangkan anaknya, iapun sangat terpukul atas kepergian menantunya, tapi ia harus berusaha tegar untuk tidak menghalangi Ghita di alam sana.


"Bu kenapa Githa cepet banget perginya Bu, bahkan dia baru sekali menggendong Felli" ucap Darwin kembali terisak. Ya Ghita memang cuma sekali menggendong putrinya, karena sejak ia koma, Felli selalu di beri susu formula.


"Win sudah... Kita harus ikhlas" ucap sang ibu berderai air mata.


"Bu aku bisa ikhlasin apa aja didunia ini, cuma jangan Ghita Bu, aku masih sangat mencintainya, putriku masih sangat membutuhkannya Bu" lirih Darwin menatap nanar mayat istrinya.


"Mohon maaf pak, jenazah akan kami bawa ke rumah duka, dan akan dimandikan" ucap seorang suster, lalu mendorong brankar menuju keluar, dengan diikuti Darwin dan ibunya.


*************************


"Istrirahat lah dengan tenang sayang, tunggu aku. Aku pasti akan menyusulmu saat tugasku telah selesai. I love you forever" lirih Darwin mengecup makan istrinya.


"Nak, beristirahat lah dengan tenang disana" ujar ibu Darwin mengelus makan menantunya.


"Win, bagaimana dengan Felli? Dia masih terlalu kecil" ucap sang ibu.


"Aku juga gak tau Bu, aku bingung" ucap Darwin menatap lurus kedepan.


2 Minggu kemudian.


"Bu, ini Destina, dia akan menjadi baby sitter Felli mulai sekarang" ucap Darwin membawa seorang wanita yang mungkin berusia 26 tahun.


"Perkenalkan nama saya Destina nyonya, panggil saja Ina. saya ditugaskan tuan Darwin untuk merawat Felli. Dan nyonya jangan khawatir saya sudah pengalaman merawat bayi" ucap Ina memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Baiklah kamu diterima bekerja" ucap ibu Darwin tersenyum.


__ADS_2