
Tristan kini sudah berada di bandara untuk melakukan pekerjaannya di Negera B.
"Hati hati bang" ucap Rey menepuk bahu Tristan.
Tristan mengangguk, dan masuk kedalam jet pribadinya, setelah itu jet nya lepas landas.
Melihat Tristan yang sudah terbang, Rey masuk kedalam mobilnya dan menuju ke rumah.
*************************
Setelah perjalanan yang cukup panjang, kini jet Tristan sudah mendarat di Singapura.
Ia segera turun dari jet dan menghirup udara segar disana. Tristan memang sengaja tidak mengajak Gio, karena ia sudah terbiasa melakukan apapun sendiri.
Tristan naik taksi untuk menuju hotel dan beristirahat. Tak lupa Tristan juga menghubungi keluarganya memberitahu bahwa ia sudah sampai di Singapura.
*************************
Saat ini Felli tengah duduk dipinggir kolam, ia termenung dengan seribu pertanyaan yang ada dibenaknya.
Flashback on
Setelah pulang dari rumah Flora, Felli langsung pulang menuju rumahnya, dilihatnya sekeliling rumah sepi, mungkin Oma dan Bi Ina sedang berada ditaman belakang pikirnya.
Karena tidak ada pekerjaan yang dilakukannya, Felli memilih untuk bersih-bersih rumah, meskipun sudah ada ART dirumahnya, tapi tetap saja Felli selalu membersihkan rumah dengan sendirinya.
Saat membersihkan kamar Oma, Felli tak sengaja melihat sebuah kertas di nakas samping tempat tidur Oma.
"Kertas apa ini?" Gumam Felli dan membuka kertas itu.
__ADS_1
Dear Fellicia :
Putriku sayang jika kamu membaca surat ini itu artinya kamu sudah dewasa. Kamu sudah tumbuh menjadi gadis cantik impian mama.
Maafkan mama sayang, mama harus pergi untuk selamanya.... Maafkan mama tidak bisa menemanimu disini. Mama tidak bisa lagi melihat wajahmu.
Mama harap kamu bahagia tanpa mama disisimu. Sayang kalau mama boleh minta satu hal didunia ini, mama ingin sekali bertahan hidup untuk menemani hari-harimu disana. Tapi tuhan punya rencana lain untuk kita.
Sayang, walaupun kita harus berpisah, tapi ketahuilah kamu akan menjadi orang satu satunya yang akan terus ada didalam hati mama.
Mama hanya minta satu hal padamu sayang. Jika nanti papamu menikah lagi, maka terimalah ibu tirimu, sayangilah dia seperti kamu menyayangi ibu kandung kamu sendiri, ingat ridho nya Allah adalah ridho orangtua, jangan sekali-kali kamu membantah perintahnya.
Ingatlah satu hal sayang mama akan terus menyayangi kamu sampai kapanpun. I love you forever putriku.
Felli menitikkan air matanya membaca tulisan yang ada disana. Ia seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia baca.
"Hiks... Hiks... Hiks... Mama... Dimana mama, Felli pengen ketemu sama mama" Isak Felli lalu membawa surat itu pergi kedalam kamarnya.
"Fell, kamu disini?" Ucap bi Ina menghampiri Felli yang sedang termenung melihat air kolam.
"Bibi..." Ucap Felli mendongakkan kepalanya dan menghapus air matanya.
"Kamu kenapa nangis?" Tanya bi Ina membelai rambut Felli.
"Gapapa bi" jawab Felli masih enggan untuk membicarakannya.
"Sudah jangan nangis dong, ayo masuk udah sore" ajak bi Ina membimbing Felli untuk masuk kedalam.
*************************
__ADS_1
Malam harinya, kini Felli, bi Ina dan Oma sedang duduk santai di ruang tamu. Tapi semenjak kemarin Felli lebih banyak diam dan termenung sendiri.
"Fell, kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya sang Oma cemas.
"Oma boleh Felli nanya sesuatu?" Tanya Felli ragu.
"Apa sayang?" Tanya Oma lembut.
"Oma, sebenarnya orangtua Felli itu kemana sih?" Tanya Felli yang langsung membuat keadaan menjadi tegang.
Hening......
"Kenapa kamu nanyain itu Fell?" Tanya Oma.
"Oma, Felli udah dewasa, Felli berhak tau dimana orangtua Felli" jawab Felli menitikkan butiran bening dipipinya.
"Fell, bukannya kita gak mau cerita. Cuma kita takut kalau kamu shcok mendengar yang sebenarnya" jelas bi Ina.
"Ini dari mama kan?" Ucap Felli mengeluarkan surat yang ia temukan dikamar Oma.
Deg.
Oma dan Bi Ina sama sama terkejut melihat apa yang Felli keluarkan.
"Darimana kamu dapet itu Fell?" Tanya bi Ina masih dengan keterkejutannya.
"Dikamar Oma" jawab Felli.
"Pantesan ilang" batin sang Oma karena setelah ia membaca surat itu, dia lupa menyimpannya.
__ADS_1
"Oma... Bibi... Mungkin sekarang waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya" ucap Felli berusaha tegar.