Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Marah lagi


__ADS_3

Kini Felli dan Tristan sudah berada di dalam mobil. Sedari tadi Felli terus cemberut dan menekuk mukanya. Bagaiamana tidak? Tristan menyerangnya hampir satu jam dan mungkin ia akan datang terlambat ke kampusnya.


"Sayang udah dong, jangan cemberut gitu" ucap Tristan melirik Felli.


"Kamu ngeselin!"


"Ya aku minta maaf. Lagian kamu sendiri yang mancing aku" ucap Tristan.


"Jadi kamu nyalahin aku?" tanya Felli.


"Bu-bukan gitu sayang" jawab Tristan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sepertinya ia sudah salah berbicara.


"Yaudah kalau gitu aku putusin sebulan ini kamu LIBUR!" ucap Felli mengeluarkan ancamannya.


"Sayang... kamu tega sama aku?"


"Biarin, orang kamu nyebelin!" ketus Felli.


Tanpa terasa mobil mereka sudah memasuki perkarangan kampus. Dan untungnya Felli belum terlambat membuatnya bisa bernafas lega.


Felli segera turun dari mobil tanpa menghiraukan Tristan. Ia berjalan kedalam memasuki gedung kampus.


"Sayang kamu masih marah?" tanya Tristan saat berhasil meraih tangan Felli.


"Kalau IYA kenapa?" tanya Felli dengan nada ketus.


"Plisss aku minta maaf ya" mohon Tristan memelas.


"Udah ah aku mau masuk. Nanti diliat orang loh, disini tempat umum" ucap Felli melepaskan tangan Tristan dan lanjut berjalan masuk kekampus.


Tristan hanya menghela nafasnya panjang, padahal baru semalam mereka baikan. Dan pagi ini Felli lagi lagi marah sampai mengeluarkan ancaman jitu nya. "Orang hamil itu susah ya. Mungkin nanti aku akan tanya ke Rey masalah ini" gumam Tristan dan berbalik menuju mobilnya.

__ADS_1


***


"Ya ampun nih bocah baru dateng. Dari mane aje sih lo" protes Gisel saat Felli memasuki kelas.


"Hehehe piss" Cengir Felli menunjukkan dua jari berbentuk V.


"Lah lo udah masuk lagi nyet? kemana aja selama ini?" tanya Felli pada Echa.


"Gue lagi sibuk banget ngurusin pernikahan gue" jawab Echa.


"Oh gitu... " ucap Felli manggut-manggut. Lalu sedetik kemudian raut wajahnya berubah seketika.


"Whatt Nikah??" pekik Felli dan Gisel terkejut.


"Duhh lama lama budeg nih kuping!" sungut Echa mengusap telinganya.


"Cha, lo serius sama omongan lo tadi?" tanya Felli masih dengan wajah terkejutnya.


"Enggak" jawab Echa menggeleng.


"Sama siapa?" tanya Felli.


"Siapa lagi kalau bukan Rehan" jawab Echa.


"Hah! beneran? kok gue gak tau ya?" Felli menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Lo sih. Rehan kan asistennya adik ipar lo. Masa lo ketinggian informasi?" sahut Gisel.


"Lah mana gue tau. Lagian si Rey gak pernah cerita kalau Rehan mau nikah" balas Felli mengangkat bahu.


"Kapan Cha?" tanya Gisel.

__ADS_1


"Bulan depan" jawab Echa.


"Wah gila nih anak. Udah lama ngilang gak ada kabar. Pas muncul udah mau nikah aja" Felli menggelengkan kepalanya.


"Flora udah tau?" tanya Gisel.


"Mana gue tau" Echa hanya mengangkat bahu.


"Gak mungkin dia gak tau. Secara kan suaminya bos nya si Rehan" sahut Gisel.


"Emm gimana kalau kita telpon Flora? buat mastiin berita ini?" ucap Felli yang disetujui Gisel.


****


"Ada apa lo manggil gue?" tanya Rey memasuki ruangan Tristan.


"To the poin aja ya. Lo selagi Flora hamil kaya gimana sih?" tanya Tristan.


"Kenapa lo malah nanyain itu?" Rey mengerutkan dahinya mendengar pernyataan Tristan.


"Masalahnya Felli lagi marah sama gue. Nah gue minta tolong gimana cara ngebujuknya" ucap Tristan.


"Kalau ngebujuk ibu hamil itu agak susah sih" jawab Rey mendudukkan dirinya di sofa.


"Lo bantuin gue gimana caranya. Gue mau hari ini Felli udah gak marah lagi sama gue"


"Lo suaminya kenapa lo malah nyeret gue sih?" sewot Rey.


"Lo kan udah punya pengalaman soal beginian. Lah gue??"


"Haisss yasudahlah" ucap Rey mau tak mau mengajarkan Tristan dan sedikit berbagi ilmu seputar ibu hamil.

__ADS_1


__ADS_2