Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Mengingat Masa Lalu


__ADS_3

Malam harinya Tristan tengah duduk dibalkon kamarnya, menatap bintang yang menghiasi langit malam.


"Seandainya aku adalah langit, kau adalah bintangnya"


"Kenapa seperti itu?"


"Karena kau selalu memberi cahaya untuk hati dan hidupku"


Tristan teringat dengan perkataan yang selalu terngiang-ngiang didalam pikirannya.


"Aku tidak tau kalau kata-kata itu juga pakai kadaluarsa" gumam Tristan tersenyum getir.


Tristan kembali teringat dengan Carissa, seseorang yang pertama kali hinggap dihatinya. Tapi ia juga yang berhasil menorehkan luka yang teramat dalam untuknya. Hingga membuat mata hatinya tertutup sempurna.


"Aku masih merindukanmu, bahkan disaat aku tak bisa memaafkanmu" lirih Tristan, karena sejujurnya ia juga merindukan sosok yang telah lama menghilang didalam hidupnya.


Tristan mengambil jaketnya, dan keluar untuk menenangkan pikirannya, ia berusaha untuk tidak mengingat semuanya, yang pasti akan membuat hatinya kembali sakit.


"Belum tidur bang?" Tanya Denis yang berpapasan dengan Tristan saat menaiki tangga.


"Hmm..." jawab Tristan berdehem dan melanjutkan langkahnya.


"Abang aneh deh akhir akhir ini" gumam Denis dan berjalan menuju kamarnya.


*************************


Tristan melajukan mobilnya ke cafe yang buka 24 jam. Ia memesan coffe hangat untuk menenangkan pikirannya.


Tristan membulatkan matanya saat menangkap sosok yang sangat dikenalinya juga berada disana.


"Ngapain dia disini?" Batin Tristan menyipitkan matanya.


"Sudahlah, untuk apa aku peduli dengannya" lanjut Tristan dan kembali meneguk coffe nya.


Cukup lama Tristan disana. Tapi gadis itu tak kunjung beranjak dari tempatnya. Ia pun memberanikan diri untuk mendekati kearahnya.

__ADS_1


"Ehem..." Deheman Tristan yang membuat gadis itu menoleh kebelakang.


"Tuan?" Ucap Felli menyeritkan keningnya.


"Ngapain Lo disini?" Tanya Tristan.


"Seperti yang tuan liat, gue lagi ngopi disini" jawab Felli santai.


Yups gadis itu adalah Felli. Ia sengaja ke cafe untuk sekedar ngopi syantik disini.


"Malem malem gini masih keluyuran" ucap Tristan tanpa ekspresi.


"Kenapa emangnya? Tuan bukan mama gue, buka juga papa gue. Jadi kenapa gue disini bukan urusan tuan" jawab Felli santai dan kembali meminum coffe nya.


Entah kenapa Tristan tak suka mendengar kata itu keluar dari mulut Felli.


"Kenapa denganku?" Batin Tristan.


"Btw tuan ngapain nyamperin gue kesini? Atau tuan diam-diam ngikutin gue ya?" Tuduh Felli.


"Terus? kenapa tuan ngomel-ngomel sama gue? Kaya emak emak tukang gosip aja" protes Felli.


"Lo udah ganggu waktu santai gue" ucap Tristan.


"Hellow tuan, kayanya yang pantes ngomongin itu gue deh. Karena jelas jelas tuan yang ganggu waktu santai gue" ucap Felli mengerucutkan bibirnya.


"Tetap saja!" Jawab Tristan datar.


"Udah, tuan ngapain masih disini? Perasaan Felli gak ada hutang deh sama tuan" ucap Felli.


"Aku bukan penagih hutang!" Jawab Tristan ketus.


"Lagian tuan gayanya udah kaya rentenir aja. Liat noh.." ucap Felli memperhatikan Tristan yang sedang berkacak pinggang sambil berdiri didepannya.


"Apa tampang gue mirip rentenir?" Ucap Tristan cuek.

__ADS_1


"Enggak sih, tuan lebih mirip sama oppa oppa Korea" jawab Felli memperhatikan setiap inci wajah Tristan.


Tristan mengangkat kedua sudut bibirnya, mendengar pujian dari Felli. Tapi senyuman itu luntur saat Felli kembali bersuara.


"Ehem... Apa tuan akan terus disini?" Ucap Felli berdehem.


"Kau cepat pulang!" Suruh Tristan.


"Kenapa?" Tanya Felli bingung saat Tristan tiba tiba menyuruhnya pulang.


"Cepetan!" Ucap Tristan menaikkan oktafnya.


"Tapi gue gak bawa mobil" ucap Felli, karena ia kesini menggunakan taksi online.


"Terus dengan apa kau kesini?" Tanya Tristan.


"Taksi online" jawab Felli singkat.


"Ayo!" Ajak Tristan menarik tangan Felli keluar cafe.


"Tuan mau kemana sih pake tarik tarik segala!" Protes Felli saat telah keluar dari cafe.


"Oh atau jangan-jangan tuan mau nyulik gue?" Tuduh Felli.


"Enak aja! Lagian buat apa gue nyulik Lo!" Ucap Tristan.


"Ya terus ngapain tuan tarik tarik gue kaya tadi?" Tanya Felli.


"Cepat masuk!" Ucap Tristan membuka pintu mobilnya.


"Mau kemana?" Tanya Felli bingung.


"Nggak usah banyak bertanya, cepat masuk sebelum aku melakukan kekerasan!" Ancam Tristan yang langsung dituruti Felli.


"Sumpah ya, tuan adalah orang paling nyebelin yang pernah gue temui" kesal Felli saat sudah duduk disamping Tristan.

__ADS_1


"Namun sayangnya sangat tampan" batin Felli tersenyum dihati kecilnya.


__ADS_2