
Makan malam telah tiba, kini Felli dan keluarga barunya menikmati makan malam bersama.
"Fell, kalau kamu mau lanjutin kuliah kamu. Mom bisa daftarin disini" tawar Dahlia.
"Emmm nanti Felli pikirkan lagi ya mom" jawab Felli.
"Oh ya, Vini sekolah kelas berapa?" Tanya Felli yang memang tak mengetahui seluk beluk adik angkatnya itu.
"Kelas 3 SMP kak" jawab Vini mengunyah makanannya.
Drrrttt... drrrttt... drrrttt...
Ponsel Felli berbunyi, tertera nama Oma disana. Dengan senang Felli memencet tombol hijau yang ada disana.
"Hallo Oma" sapa Felli.
"Fell, kamu lagi ngapain?" Tanya Oma diseberang sana.
"Ini lagi makan malam Oma. Oma sendiri lagi ngapain?" Tanya Felli.
"Oma lagi nonton sama bi Ina" jawab sang Oma yang memang sedang menyaksikan acara kesukaannya bersama bi Ina.
"Fell, tadi nak Tristan kesini. Dia mohon mohon sama Oma buat ngasih tau keberadaan kamu" jelas Oma.
"Terus Oma kasih tau?" Tanya Felli.
__ADS_1
"Ya enggak lah. Tapi Oma juga kasihan sama dia Fell. Oma yakin nak Tristan tuh udah cinta sama kamu" jawab Oma.
Felli menghela nafas panjang. "Oma Felli tutup dulu ya. Masih ada kerjaan disini. Bye Oma love you" ucap Felli dan menutup sambungan teleponnya.
Oma hanya bisa menghela nafas. Ia tau perasaan Felli yang sebenernya. Tapi dia juga tidak bisa menolong dalam hal ini.
"Kenapa Fell?" Tanya Darwin melihat raut wajah Felli.
"Gapapa pah. Kalau gitu Felli ke kamar ya. Felli udah selesai makannya" pamit Felli yang diangguki Darwin.
"Kayanya Felli lagi ada masalah" ucap Dahlia.
"Ya sepertinya begitu" sahut Darwin yang sepemikiran dengan istrinya.
Didalam kamar, Felli berdiri dibalkon kamarnya. Dia menatap bintang bintang yang bersinar dilangit.
*************************
Sedangkan dirumah Tristan, kini ia sedang duduk diteras sambil ditemani secangkir kopi.
"Kenapa aku bodoh banget sih. Saat Lo ada disini gue seakan cuek dan sekarang saat Lo pergi gue merasa sangat kehilangan" gumam Tristan yang terdengar sangat lirih.
"Lagi mikirin siapa Lo bang?" Tanya Rey tiba tiba datang.
"Lo ganggu aja" sungut Tristan menatap kesal kearah adiknya.
__ADS_1
"Bang, jujur sama gue Lo lagi mikirin siapa?" Tanya Rey ikut duduk disebelah Tristan.
"Kenapa Lo jadi keppo sama urusan gue?" Tanya Tristan.
"Udah bang, Lo bilang aja. Lo lagi punya masalah?" Tanya Rey.
"Apa Lo pernah ngerasain kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidup Lo?" Tanya Tristan, membuat Rey menyeritkan keningnya.
"Kenapa Lo nanyain itu?" Tanya Rey.
"Felli pergi..." Lirih Tristan.
"Pergi Kemana maksud Lo?" Tanya Rey tak mengerti.
"Gue gak tau, tapi dia udah dua hari ini pergi. Dan gue gak tau dia ada dimana sekarang" ucap Tristan.
"Pantesan Flora tadi bilang kalau Felli udah dua hari gak masuk kampus. Ditelpon aja gak diangket, chat gak dibales" jelas Rey membuat Tristan menghela nafas panjang.
"Lo lagi ada masalah sama dia?" Tanya Rey.
"Sedikit" jawab Tristan singkat.
"Kenapa Lo gak selesain baik baik bang?" Tanya Rey.
"Gue waktu itu kerumahnya buat minta maaf. Tapi kata Oma Felli udah pergi dan mereka gak akan beritahu gue dimana Felli berada" jelas Tristan.
__ADS_1
"Lo cinta sama si Felli?" Tanya Rey membuat Tristan langsung menoleh kearahnya.
"Gue juga gak tahu. Gue bingung dengan perasaan gue sendiri" jawab Tristan.