Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Rencana honeymoon


__ADS_3

Hari ini, Felli dan Tristan kembali ke kediaman Vernatha. Mereka disambut hangat oleh anggota keluarga disana.


"Sayang, makan dulu yuk" Ajak mama Novi.


"Gak usah mah, Felli belum laper" Jawab Felli, karena memang sepuluh menit yang lalu ia baru saja menghabiskan sebungkus gado gado.


"Tante... " Teriak Marcel berlari kearah Felli.


"Sayang, jangan lari nanti jatuh" Peringat Felli dan membawa Marcel kedalam pelukannya.


"Kenapa anak gue kaya suka banget sama lo sih Fell?" Tanya Rey, yang heran melihat sikap Marcel yang sangat senang jika sudah melihat Felli.


"Mungkin Marcel takut sama bapaknya, noh liat wajah lo udah kaya siluman harimau" Ucap Tristan yang mengundang gelak tawa dari orang disana. Sementara Rey mendengus kesal.


"Dasar lo! mana ada siluman seganteng gue" Ucap Rey dengan pedenya.


"Cihh pede lo gak ketulungan lagi bang" Cibir Denis.


"Oh ya Fell, ini papa ada hadiah buat kamu sama Tristan" Ucap papa Irwan memberikan sebuah tiket.


"Apa pah?" Tanya Felli dan melihat tiket itu.


"Ini tiket ke Jepang?" Ucap Felli dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Iya, besok kamu sama Tristan sudah bisa berangkat" Jawab papa Irwan. Membuat Felli tersenyum senang, ia beruntung memiliki mertua yang sangat sayang padanya.


"Makasih pah" Ucap Felli, yang dapat anggukan dari papa Irwan.


"Jangan lupa, kalau pulang bawa kabar gembira buat kita" Sahut mama Novi membuat Felli senang sekaligus malu.


"Mama tenang aja, Tristan akan kerja extra" Ucap Tristan tersenyum arti.


"Mah, buat Rey gak ada?" Tanya Rey.


"Gak!" Jawab mama Novi tegas.


"Dihh mama curang amat. Giliran bang Tristan dihadiain tiket, lah Rey?" Ucap Rey mencibir.


"Istri kamu sedang hamil Rey, papa harap kamu tidak lupa hal itu" Sahut papa Irwan. Membuat Rey menyegir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Gue mah mau punya 12 anak" Jawab Rey santai. Membuat Flora langsung mencubit perut suaminya.


"Aww... Sayang" Aduh Rey mengusap perutnya.


"Kalau kamu mau punya 12 anak. Sono hamil dan lahiran sendiri" Kesal Flora melemparkan tatapan tajam.


"Ppfffttt" Denis bersusah payah menahan tawanya.

__ADS_1


"Awas lo" Batin Rey menatap tajam adiknya itu. Sementara Denis hanya cuek dan tak memperdulikan kakanya itu.


****


Malam harinya, dikamar Felli dan Tristan. Kini Felli sedang menyiapkan pakaian untuk berangkat besok.


Sementara Tristan sibuk berkutat dengan laptopnya, karena ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Dan juga memeriksa beberapa email yang masuk.


"Sayang, bawa sedikit saja. Nanti kita beli disana" Ucap Tristan sambil masih fokus pada laptopnya.


"Iya... " Jawab Felli dengan tangan yang masih sibuk memilih milih baju mana yang akan dibawa.


"Tris, menurutmu baju ini bagus gak kalau udah dipake?" Tanya Felli menempelkan baju dress selutut ditubuhnya.


"No! Itu sangat terbuka dan sangat cantik. Aku tidak memperbolenkanmu memakainya. Nanti dilihat orang lain" Ucap Tristan. Membuat Felli memayunkan bibirnya.


"Tapi ini kan pemberian kamu" Ucap Felli cemberut.


Memang Tristan pernah membelikan baju itu untuk Felli. Tapi saat mereka belum menikah, waktu itu Tristan mentraktir Felli membeli apapun yang ia suka, dan Tristan juga ikut memilihkan baju baju yang bagus untuk Felli.


"Itu dulu... " Jawab Tristan santai.


"Tapi kamu bilang baju ini cantik buat aku" Ucap Felli.

__ADS_1


"Ya, waktu itu aku kira gadis sepertimu akan cantik memakai dress itu. Namun kini kau sudah menjadi istriku. Dan aku tidak mempernolehkanmu memakainya" Ucap Tristan tegas.


"Inilah resiko punya suami yang terlalu posesif" Batin Felli.


__ADS_2