
Pagi pagi sekali, Vabio sudah stand by didepan rumah Felli.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Ceklek.
"Pagi Fell" sapa Vabio tersenyum.
"Ya ampun Vab, jam berapa ini? Kok kamu pagi pagi banget datangnya" ucap Felli dan mempersilahkan Vabio masuk.
"Kenapa emangnya? Gak boleh?" Tanya Vabio saat sudah didalam rumah.
"Ya boleh aja sih, tapi Lo kaya mau jemput siapa aja" jawab Felli menggelengkan kepalanya.
"Nak Vabio, udah dateng aja" sapa sang Oma.
"Iya Oma, sekalian main bentar disini" ucap Vabio menyalami sang Oma.
"Yaudah deh kalau gitu Felli mandi dulu ya" ucap Felli dan segera berlalu menuju kamarnya. Karena tadi ia belum sempat mandi sehabis menyiapkan sarapan Vabio sudah datang kerumahnya dan jam masih menunjukkan pukul setengah 6 pagi.
Setelah rapi dengan pakaiannya, Felli turun kebawah untuk sarapan dan semua telah berkumpul dimeja makan.
"Nak Vabio kerjaannya apa sekarang?" Tanya sang Oma.
"Vabio ngurusin perusahaan papa Oma, dan kalau waktu senggang Vabio mampir ke restoran" Jawab Vabio menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Restoran pribadi?" Tanya bi Ina.
"Iya Bi, kalau bibi sama Oma mau mampir nanti saya kirim alamatnya" jawab Vabio.
__ADS_1
"Keren sih kamu, bisa sukses di usia muda" puji bi Ina.
"Ya Alhamdulillah bi, semua juga berkat dukungan kalian dan doa dari mama papa" ucap Vabio tersenyum.
*************************
"Fell, Lo pulang jam berapa? Nanti gue jemput" tanya Vabio saat ini mereka sudah sampai didepan kampus Felli.
"Agak sorean lah, sekitar jam 4" jawab Felli melihat jam tangannya.
"Tapi kalau Lo sibuk atau ada urusan, gapapa gue naik taksi aja, atau nebeng temen gue" lanjut Felli tersenyum.
"Gak kok, yaudah nanti gue jemput ya" ucap Vabio.
"Oke, yaudah gue pamit ya. Byeee..." Ucap Felli dan segera turun dari mobil Vabio.
"Ehemm... Cie Felli" goda Gisel menoel dagu Felli sedari tadi ia memperhatikan interaksi antara Felli dan Vabio.
"Apaan sih kalian, Jangan ngaco deh!" Elak Felli.
"Elah Lo malu malu kucing, itu tadi siapa? Gebetan Lo? Atau pacar baru Lo?" Tanya Gisel beruntun.
"Dihhh apaan sih, itu sahabat gue!" Jawab Felli santai.
"Sahabat?" Echa menautkan alisnya dan Felli hanya membalas dengan anggukan kepala.
"Kok kita gak pernah liat?" Tanya Gisel.
"Dia tuh sahabat gue masa kecil, namanya Vabio, dia udah gue anggep sebagai kakak gue sendiri. Dan dia juga yang selalu menjaga dan melindungi gue sewaktu kecil. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke London, dan sekarang dia balik lagi kesini" jelas Felli dengan detail, membuat mereka mengangguk paham.
__ADS_1
"Oh kirain gebetan Lo" ucap Gisel terkekeh.
"Morning all...." Pekik Flora menghampiri sahabatnya.
"Tumben ceria amat? Lagi dapet jatah ya?" Tebak Felli.
"Apaan sih, nih gue kasih kabar gembira buat kalian" ucap Flora tersenyum sumringah.
"Apaan?" Tanya Gisel keppo.
"Sebentar lagi Marcel akan punya adik" ucap Flora mengelus perutnya yang masih rata membuat mereka terkejut.
"Hah? Jadi maksud Lo, Lo hamil lagi?" Tebak Echa tersenyum.
Flora hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Gilaa suami Lo tocker juga ya" puji Gisel.
"Gue gak nyangka bakal dapet ponakan lagi" ucap Felli ikut senang.
"Kalian kapan nyusul?" Tanya Flora.
"Yaelah Ra, gimana mau nyusul kalau calon aja belum punya" sahut Gisel.
"Lo tanya sama si Echa, secara dia kan udah punya pawang" sambung Felli menunjuk Echa dengan dagunya.
"Lah Napa gue?" Ucap Echa tak terima.
"Lo kan udah lumayan lama pacaran, nah kapan nyusul? Biar bisa kasih gue ponakan" tanya Felli.
__ADS_1
"Gue mah slow aja, umur gue masih muda, masih fresh, so.. santai aja" jawab Echa dengan santainya.
"Dikata ikan apa pake fresh segala" sahut Gisel.