
Malam harinya Tristan sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah mulai stabil dan normal.
"Mah, mama udah nyiapin semuanya kan?" tanya Tristan saat didalam mobil.
"Iya Tris mama udah nyiapin semuanya. besok kita kerumah Felli" jawab mama Novi.
"Tris, apa kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya papa Irwan.
"Yakin pah, papa dan mama bantu doa biar lancar besok ya" ucap Tristan.
"Iya Tris, mama sama papa akan selalu mendukung dan mendoakan kamu" ucap mama Novi tersenyum.
Tristan ikut tersenyum rasanya dia tidak sabar lagi menunggu hari esok, kalau bisa ia mencepatkan waktu sudah dari tadi ia cepatkan agar pagi. namun sayang Tristan hanyalah manusia biasa.
******
Pagi hari yang cerah secerah senyum Tristan yang kini terukir jelas dikedua sudut bibirnya. Dia sudah rapi dengan setelan jas hitam, dengan kemeja putih di dalamnya dan tak lupa dasi kupu kupu yang membuat penampilan Tristan semakin wow hari ini. Dan jangan lupakan rambut yang sudah tertata rapi dan klimis.
"Bang, mobil udah siap" ucap Rey yang baru saja selesai menyiapkan mobil.
"Semuanya udah lo masukin?" tanya Tristan yang dibalas anggukan kepala dari Rey.
"Mas... " panggil Flora dengan membopong Marcel turun tangga.
"Pelan pelan sayang" peringat Rey dan membantu Marcel untuk turun lebih dulu.
"Paji om Tlistan" sapa Marcel dengan suara cedel nya.
"Pagi ponakan om yang ganteng" balas Tristan tersenyum. Pagi ini hatinya sudah berbunga-bunga, bahkan malam tadi saja ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan hari ini.
Tak lama kemudian muncullah mama Novi dan papa Irwan yang juga sudah rapi.
"Udah siap Tris?" tanya mama Novi.
"Iya Mah, kita berangkat sekarang" ucap Tristan antusias.
__ADS_1
"Ah elah senang banget kayanya" sindir Denis yang baru saja keluar dari kamarnya. Sedangkan Tristan tak mengidahkan ucapan adiknya itu karena terlalu antusias.
"Yaudah ayo berangkat, kayanya kamu udah gak sabar lagi" ucap papa Irwan tekekeh.
"Itut itut... " rengek Marcel merentangkan kedua tangannya berniat salah satu dari mereka akan mengajaknya.
"Sini sama daddy" ucap Rey dan menggendong Marcel.
Ya Rey dan Flora memang ikut serta, hanya Denis yang tidak ikut dikarnakan harus kuliah hari ini.
***********
Sedangkan dirumah Felli, kini ia sedang bingung mengapa rumahnya didekor seperti orang yang mau mengadakan acara spesial.
"Sayang kamu siap siap ya. pake ini" ucap Oma menyodorkan paper bag pada Felli.
Felli melihat isinya yang ternyata sebuah gaun pendek berwarna soft pink.
"Tapi buat apa Oma?" tanya Felli.
"Gak usah banyak tanya, cepet siap siap dan jangan lupa dandan yang cantik" suruh Oma membuat Felli mau tak mau pergi ke kamar untuk bersiap.
"Sebenarnya ada apa sih?" batin Felli yang terus bertanya.
Tak berselang berapa lama, dua buah mobil mewah berhenti didepan rumah Felli. Oma, bi ina, serta Darwin keluar untuk menyambut tamunya.
"Pagi Oma, bibi, Om" sapa Tristan yang semalam sudah tau bahwa Darwin adalah orangtua Felli.
"Pagi nak Tristan" balas Oma tersenyum.
"Pagi" jawab bi ina dan Darwin bersamaan.
"Apa kabar bu?" tanya mama Novi ramah dan menyalami sang Oma diikuti Darwin.
"Baik, kalian gimana kabarnya?" tanya Oma balik.
__ADS_1
"Kita baik kok bu" jawab papa Irwan tersenyum.
"Ina kamu gimana kabarnya? sehat sehat aja kan?" tanya mama Novi.
"Sehat kok bu" jawab bi ina tersenyum.
"Sebentar lagi kita akan menjadi besan" ucap Darwin menepuk pundak papa Irwan. yang hanya dibalas anggukan dan senyuman tipis dari papa Irwan.
"Ya ampun Marcel makin lucu aja" ucap bi ina mencubit pelan pipi chubby Marcel. Sedangkan Flora hanya menampilkan senyum tipisnya.
"Ya sudah ayo masuk" ajak Oma dan menuntun mereka masuk kedalam.
Mereka melangkah masuk bersamaan dengan Felli yang baru saja selesai berdandan.
Deg.
Tristan terpaku melihat penampilan Felli yang tak biasa hari ini. Felli terlihat sangat cantik dengan memakai dress berwarna soft pink diatas lutut, rambutnya juga di curly dan bando pita yang berteger dikepalanya. Membuat penampilan Felli semakin imut dan cute.
"Loh kok kalian kesini sih?" tanya Felli bingung melihat anggota keluarga Tristan tiba-tiba hadir di rumahnya.
"Duduk Fell" suruh Darwin dan mau tak mau Felli duduk disebelah Oma dengan ribuan tanda tanya besar memenuhi kepalanya.
"Baiklah karena semua anggota keluarga sudah berkumpul, kita langsung saja mulai" ucap papa Irwan membuka percakapan dan langsung dapat anggukan kepala dari mereka semua kecuali Felli yang memang tak tahu ada apa ini.
"Jadi kedatangan kita kesini untuk melamar Felli menjadi menantu kami, apakah Felli bersedia?" ucap papa Irwan.
Deg.
Felli terdiam seribu bahasa dengan segala perasaan yang bercampur jadi satu.
"Semua keputusan kami serahkan pada Felli" ucap Darwin dan seketika itu semua mata tertuju pada Felli.
Tristan mendekat dan bertekuk lutut di hadapan Felli, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berwarna merah di saku jas nya..
"Fellicia Revalina Putri will you marry me?" ucap Tristan tulus seraya membuka kotak itu.
__ADS_1