Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Ngambek


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dengan cepat, kini Felli menjadi semakin sensitif dan membuat Tristan harus hati hati dalam berbicara maupun bersikap. Karena bisa saja hal sekecil apapun itu bisa membuat Felli menangis dan ujung-ujungnya Tristan akan LIBUR.


"Sayang... " panggil Felli.


"Kenapa hem?" tanya Tristan mendudukkan dirinya di samping istrinya.


"Aku boleh minta sesuatu?" tanya Felli.


"Apapun untukmu sayang. Katakan kamu mau apa?" tanya Tristan membelai lembut rambut Felli.


"Seblak" jawab Felli berbinar.


"Enggak!" jawab Tristan cepat.


"Sayang pleaseee.... " mohon Felli menunjukan wajah memelas nya.


"Kamu tau seblak itu pedes kan? disini ada calon anak kita sayang. Aku gak mau dia kenapa napa" ucap Tristan mengelus lembut perut Felli yang masih rata.


"Tapi aku dari kemarin loh mau minta sama kamu"


"Yang lain aja ya?" tawar Tristan.


"Gak mau!" jawab Felli melengos. Membuat Tristan mengusap kasar wajahnya.


"Sayang kamu dengerin aku ya. Ini semua demi kebaikan kamu dan anak kita" bujuk Tristan lembut. Namun sama sekali tak dihiraukan Felli.

__ADS_1


Denis yang sudah rapi dengan style casualnya menuruni tangga sambil bersenandung ria. Tak lupa kunci motor yang daritadi selalu ia mainkan.


"Yaudah kalau kamu gak mau, aku minta sama Denis aja" ucap Felli.


"Adik iparku yang tampan, baik hati dan tidak sombong mau kemana sih? udah rapi aja" Felli memuji dengan seribu rayuannya.


"Haisss lo lagi lo lagi!" kesal Denis yang seketika down hanya karena melihat wajah Felli.


"Ihhh dipuji kok malah marah sih!" cemberut Felli.


Denis hanya menghela nafasnya "Sekarang apa lagi?" tanya Denis. Ia sudah tau maksud dan tujuan kakak iparnya itu.


"Temenin gue yuk!"


"Kemana?"


"Itu suami lo ada. Sono minta sama dia aja, gue buru buru nih" ucap Denis.


"Denis.... " rengek Felli menunjukkan wajah memelasnya.


"Bang!" Denis menatap datar kearah Tristan yang sedang duduk menyaksikan interaksi antara istri dan adiknya.


"Fell, gue gak bisa temenin lo. Tuh ajak bang Tristan aja. Dia enak enak santai kenapa dianggurin. Sono minta sama laki lo!"


"Kenapa sih kalian selalu pelit sama gue!" pekik Felli dan segera pergi menuju kamarnya dengan menghentak hentakkan kakinya, jangan lupa bibir yang sudah mengerucut tajam.

__ADS_1


"Lah tuh anak kenapa?" gumam Denis melihat punggung Felli yang semakin menjauh.


"Lagian ini semua salah lo tau gak! bisa bisa dia ngambek sama gue. Lo tau sendiri kan ujungnya nanti?" tanya Tristan kesal pada adik iparnya.


"Lah ngapain lo nyalahin gue, itu sebenarnya bini lo apa bini gue sih? kenapa dia selalu minta ini itu sama gue. Lah lo suaminya gak pernah direpotin" protes Denis dan berlalu dari sana. Sungguh dua manusia itu sangat membuat mood nya memburuk seketika.


"Dasar adek gak ada akhlak!" umpat Tristan dan segera pergi kekamarnya.


Tok... Tok... Tok...


"Sayang... " panggil Tristan.


"Ngapain kamu kesini? Sono pergi aja gak usah peduliin aku!" ucap Felli dari dalam dengan nada yang masih marah.


"Sayang pliss buka pintunya"


"Hiks... Hiks... Hiks... kalian semua udah gak peduli sama aku! terus ngapain nyamperin kesini? sono pergi hiks.. hiks.. " isak Felli segugukan.


"Sayang buka pintunya dong. Pliss jangan kaya gini" bujuk Tristan. Ia sangat khawatir mendengar isak tangis Felli dari dalam.


"Gak mau! aku udah kesel sama kamu!"


"Hey sayangnya Tristan, istriku yang paling cantik buka pintunya dong" ucap Tristan mengeluarkan jurus rayuan mautnya.


"Gak mau! pokoknya aku udah kesel sama kamu. Dan malam ini kamu tidur diluar!" ancam Felli.

__ADS_1


"Yahh jangan gitu dong" Tristan mulai memelas saat mendengar ancaman Felli.


"Bodo amat!" ketus Felli.


__ADS_2