Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Es batu


__ADS_3

"Tuan kenapa sih nyuruh gue pulang, lagian gue datang sama Vabio bukan sama tuan!" Ucap Felli tak henti-hentinya protes.


"Tuan bisa dituntut loh karena udah main kekerasan sama anak dibawah umur" lanjut Felli yang tak mendapat jawaban dari Tristan.


"Gue ngobrol sama orang apa sama patung sih!" Gerutu Felli dalam hati.


"Tadi kak Tristan sempat melamun pas sarapan, terus kata Denis dia lagi mikirin Lo"


Selintas ucapan Flora tempo hari melintas dipikiran Felli.


"Tuan gue mau nanya deh" ucap Felli.


"Hemm" jawab Tristan hanya berdehem.


"Apa bener tuan selalu mikirin gue?" Tanya Felli penasaran.


Deg.


Tristan terdiam sejenak mendengar ucapan Felli, itu membuatnya langsung menoleh kearah Felli.


"Gak usah ngawur kalau ngomong! Lagian buat apa gue mikirin Lo! Ada yang lebih pantas dipikirin daripada Lo!" Jawab Tristan menyangkal.


"Yaelah gue cuma nanya tuan, gak usah pake ngegas segala!" Protes Felli cemberut.


"Darimana dia tau?" Batin Tristan curiga.


"Tuan punya pacar gak sih sebenarnya?" Tanya Felli.


"Kenapa memangnya?" Tanya balik Tristan.


"Ya gue pengen tau aja, siapa cewek yang mau sama es batu kaya tuan" jawab Felli santai.


"Punya" jawab Tristan singkat.

__ADS_1


"Nah kalau tuan punya pacar, ngapain tuan ngurusin Felli. Sono urusin aja pacar tuan!" Sewot Felli menatap Tristan.


"Lo bisa diem gak! Kalau masih ngomong lagi gue turunin disini" ancam Tristan.


"Turunin aja tuan" jawab Felli santai.


"Gue bisa naik taksi" lanjut Felli enteng.


"Mana ada taksi jam segini" sahut Tristan dingin.


"Yeee bilang aja tuan gak mau nurunin gue. Oke gue akui deh, kecantikan gue emang bisa membuat seseorang terpukau, ya termasuk tuan salah satunya" ujar Felli percaya diri.


"Dihh cantik dari mananya? Kalau cerewet iya" ledek Tristan.


"Dasar tuan tuh gak bisa banget diajak bercanda ya" gerutu Felli.


Tak terasa mobil Tristan sudah sampai dihalaman rumah Felli.


"Hemm..." Jawab Tristan hanya berdehem.


"Tuan bisa gak sih ngomong yang lain, selain ham hem ham hem terus" sungut Felli.


"Gue balik" ucap Tristan datar dan langsung naik ke mobilnya.


"Hati hati tuan, ini udah malem ntar mobil tuan ditumpangi kuntilanak" canda Felli yang sukses mendapatkan tatapan tajam dari Tristan.


"Besok gue harus tanyain nih ke Tante Novi, ngidam apaan sih sampe bisa ngelahirin balok es kaya gitu" gerutu Felli saat mobil Tristan telah meninggalkan perkarangan rumahnya.


"Gue heran bibit dari mana sih tuh tuan, perasaan om Irwan gak gitu gitu amat" Felli tak henti-hentinya mengoceh sampai tak sadar seseorang telah ada dibelakangnya.


"Aaaa!!!!" Teriak Felli menutup matanya terkejut saat ia berbalik sudah ada seseorang dibelakangnya.


"Sstt Fell nih gue" ucap Vabio membuat Felli membuka matanya.

__ADS_1


"Lo udah kaya setan aja!" Ucap Felli memukul bahu Vabio.


"Lagian gue perhatiin Lo dari tadi komat kamit terus, lagi baca mantra?" Tanya Vabio terkekeh.


"Dikata Felli dukun apa pake baca mantra segala" sahut Felli cemberut.


"Lo ngapain disini? Jangan bilang Lo mau nginep dirumah gue" tebak Felli membuat Vabio menyentil jidatnya.


"Aww... Sakit tau!" Sungut Felli mengusap dahinya.


"Gue cuma mastiin aja kalau Lo selamat" ujar Vabio membuat Felli menautkan alisnya.


"Kenapa emangnya?" Tanya Felli bingung.


"Tadi itu siapa? Jangan bilang pacar Lo" tuduh Vabio.


Pletak.


Kini giliran Felli menyentil jidat Vabio.


"Sakit Fell!!" Vabio mengusap keningnya.


"Lagian Lo ada ada aja, mana mungkin gue pacaran sama es batu kaya gitu, nanti yang ada gue ikutan beku" jawab Felli membuat Vabio tertawa.


"Kenapa memangnya?" Tanya Vabio menahan tawanya.


"Ah udah deh gue ngantuk, Lo pulang gih" usir Felli mengibaskan tangannya.


"Lo ngusir gue!" Ucap Vabio pura pura ngambek.


"Iya karena Lo tamu gak diundang! Byeee..." Ucap Felli dan masuk kedalam rumahnya meninggalkan Vabio yang tengah tekekeh melihat ulahnya.


"Fell Lo tuh gak berubah ya, selalu buat hati gue senang" gumam Vabio dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2