
Sore harinya Felli dan Tristan kembali ke rumahnya, hari ini Tristan dibuat pusing oleh Felli, karena permintaannya yang tidak masuk akal menurut Tristan. Tapi ia berusaha memaklumi mungkin ini adalah bawaan dari hamil muda.
"Sayang udah pulang?" sambut mama Novi dan langsung menuntun Felli untuk duduk disofa.
"Sayang, aku mandi dulu ya" pamit Tristan yang diangguki Felli.
"Gimana hari ini? enak?" tanya mama Novi.
"Enak banget mah, Felli seneng banget hari ini" jawab Felli dengan senyum merkah.
"Assalamu'alaikum" ucap Denis yang baru pulang kuliahnya.
"Waalaikumsalam" jawab mama Novi dan Felli bersamaan.
"Denis kok kamu baru pulang? perasaan jam kuliah itu sampai jam 4, ini kenapa kamu baru pulang?" tanya Felli mengomel.
"Biasa sayang, dia keluyuran dulu" sahit Tristan menuruni anak tangga.
"Lah elo datang datang langsung nyahut aja" sungut Denis.
"Tris, kok belum mandi?" tanya Felli.
"Nanti sayang, gerah banget ini" jawab Tristan mendudukkan diri disamping Felli.
"Biasalah Fell, kamu kaya gak tau nih anak gimana" ucap mama Novi.
"Den, apaan tuh?" tanya Felli ketika Denis mengeluarkan makanan dari tasnya.
"Ini ayam remuk mozarella" jawab Denis membuka kotak itu.
"Bagi dong... " ucap Felli dan langsung menyanbar makanan Denis tanpa izin.
"Yahh Fell, gue belum makan juga!" kesal Denis, padahal ia sudah ngiler dari tadi ingin makan ayam itu. Tapi ketika sampai dirumah kakak iparnya yang gak ada akhlak ini malah dengan santai mengambil makanannya.
__ADS_1
"Emmm... enak banget" ucap Felli sambil mengunyah makannya.
"Bang, liat bini lo!" kesal Denis menatap kakaknya.
"Biarin aja Den, lo beli lagi aja. Gampang kan?" ucap Tristan tanpa dosa.
"Iya, jangan pelit pelit sama kakak ipar sendiri" timpal Felli yang sangat menikmati makanannya.
"Dasar gak suami, gak istri sama aja!" ucap Denis dan pergi dari sana.
"Lah lo kenapa? tuh muka kaya baju yang belum di setrika?" tanya Rey yang berpapasan dengan Denis ditangga.
"Tanya aja tuh sama si Felli yang tak ada akhlak itu!" ketus Denis dan pergi ke kamarnya.
"Fell, tuh Denis kenapa?" tanya Rey saat sampai diruang tamu.
"Biasa ngambekan" jawab mama Novi.
"Daddy.... " teriak Marcel berlari ke arah Rey.
"Son, ada apa?" tanya Rey.
"Mommy mana?" tanya Marcel.
"Nah itu mommy" ucap mama Novi yang melihat Flora menuruni anak tangga sambil menggendong baby Mutiara.
"Kenapa sayang?" tanya Flora.
"Baby Mutiara udah mandi ya mom?" tanya Marcel.
"Udah sayang, udah wangi" jawab Flora sambil mengayun ayunkan Mutiara didalam gendongannya.
"Tante Felli" panggil Marcel.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Felli.
"Gendong.... " rengek Marcel mendekat kearah Felli dan merentangkan tangannya.
"Eitsss no, no, no! gak boleh!" cegah Tristan cepat.
"Ihh om Tlistan pelit" ucap Marcel sebal.
"Noh bapak lo ada. sana minta gendong aja sama dia" ucap Tristan menunjuk Rey dengan dagunya.
"Daddy.... " renggek Marcel pada sang daddy.
"Haisshhh, yaudah ayo" Rey merentangkan kedua tangannya. Marcel tertawa senang ketika digendong Rey.
Dan muncullah Denis yang sudah rapi dengan pakaian casual nya dan sudah memegang kunci motornya.
"Mau kemana Den?" tanya Felli.
"Mau keluar, bete gue liat muka lo" ketus Denis.
Raut wajah Felli seketika berubah, dan berkaca kaca ketika Denis mengatakan itu padanya. Membuat Tristan khawatir akan terjadi keributan disini.
"Denis, kalau mau keluar, keluar aja. sono!" usir Tristan yang melihat perubahan wajah Felli.
"Hadeeuhh enak banget yak Fell lo, dibelain sama suami. padahal nyata nyata lo emang salah" sungut Denis kesal.
"Denis, sudah" cegah mama Novi yang kasihan melihat Felli yang nampaknya ingin menangis.
"Sayang, ayo istirahat" ajak Tristan merangkul bahu Felli dan menuju keadaan kamar.
"Felli kok sensitif gitu ya?" gumam Rey.
"Ya namanya juga ibu hamil, Flora dulu juga gitu" ucap mama Novi, membuat Flora menyengir.
__ADS_1