
"Bertahan ya sayang, bentar lagi kita nyampe" Ucap Tristan sambil menggenggam erat tangan Felli, berusaha menyalurkan ketenangan.
"Sshhh sakitt... " Felli meremas kuat tangan Tristan, ia sampai mengeluarkan air mata menahan sakit.
"Sabar ya sayang, bertahan oke. Kamu kuat" bisik Tristan sambil mengecup kening Felli.
"Pak cepetan!" sentak Tristan pada supirnya.
"Ba-baik tuan" ucap pak sopir menaikkan kecepatannya.
Setelah sampai dirumah sakit, Tristan langsung menggendong Felli menuju ruang persalinan. Ia tak peduli dengan dokter yang terus menyuruhnya membaringkan Felli di brankar.
"Kita periksa dulu ya buk" ucap dokter itu memeriksa pembukaan Felli.
"Masih pembukaan tujuh, Bapak usap usap terus perut istrinya ya. Supaya meredakan rasa sakitnya" ujar sang dokter.
"Hiks.. hiks.. Dok kenapa sakit banget yah?" isak Felli memejamkan matanya. Sementara Tristan tetap setia mengelus perut istrinya sesekali menciumnya.
"Sabar ya buk, semua wanita yang akan melahirkan memang mengalami hal yang sama seperti ibu. Bahkan ada yang lebih parah. Tapi saya bayi kalian lahir, rasa sakit itu akan hilang seketika" tutur sang dokter.
Sementara diluar ruangan, kini baik keluarga Felli maupun keluarga Tristan sudah berkumpul. Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Felli.
"Semoga Felli sama anaknya baik baik aja" gumam mama Novi.
"Aamiin semoga ya jeng" ujar Mom Dahlia.
__ADS_1
"Gimana ceritanya kok Felli sampai kaya gini?" tanya papa Irwan.
"Mama juga gak tau pah. Tapi tadi mama denger Felli kaya teriak gitu. Makanya mama keluar, eh taunya Felli udah berdarah kaya gitu" jawab mama Novi dengan badan yang sudah bergetar.
"Ya Allah selamatkanlah Felli dan anaknya. Lancarkanlah proses persalinan nya" batin Oma.
"Fell, semoga kalian baik baik aja" batin papa Darwin.
***
Oeekkk.... Oeekkk...
Terdengar tangisan bayi memenuhi ruangan persalinan Felli. Bayi mungil yang selama ini Felli dan Tristan nanti nantikan, kini sudah menghirup nafas pertamanya. Tak terasa air mata mengalir di kedua sudut mata Tristan, ia memandang bayi mungil itu dengan perasaan bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata.
"Selamat bu, pak, bayi kalian laki-laki sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun. Silahkan di adzani" ucap sang dokter menyerahkan bayi itu pada Tristan.
"Terimakasih sayang" bisik Tristan sambil memeluk erat tubuh Felli.
"Aku harap putra kita menjadi anak yang baik kelak" gumam Felli yang masih sangat lemah.
"Aamiin" ucap Tristan sambil menghujani wajah Felli dengan kecupan hangatnya.
Tak berapa lama dokter memberikan bayi itu pada Felli untuk disusui. Felli menyusui putranya dengan senang hati. Sementara Tristan memandang keduanya dengan perasaan bahagia.
Ceklek.
__ADS_1
Tepat setelah Felli menyusui putranya, seluruh keluarga ikut masuk kedalam untuk melihat cucunya yang baru saja launching.
"Gimana keadaan kamu Fell?" tanya mom Dahlia menghampiri putrinya.
"Baik mom" jawab Felli.
"Wah cucuku sangat tampan" ucap mama Novi langsung mengambil alih cucunya.
"Sangat mirip sepertimu Tris" sahut papa Darwin.
"Iyalah, aku kan ayahnya" jawab Tristan.
"Oh ya, kalian sudah memberikan nama?" tanya Oma.
"Belum" jawab Felli dan Tristan bersamaan.
"Erick" ucap papa Irwan menyahuti.
"Nama yang bagus" ucap Felli setuju.
"Erick Caesar Vernatha" ucap Tristan menambahi.
"Gak nyangka sekarang udah jadi Oma" celutuk mom Dahlia terkekeh.
"Dan aku sudah menjadi eyang" sahut Oma, membuat orang disana terkekeh.
__ADS_1
"Semoga dengan hadirnya malaikat kecil ditengah tengah kita. bisa mempererat pernikahan kita sampai maut memisahkan" ucap Tristan memandang putra pertamanya.