Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Suami siaga


__ADS_3

Sinar matahari menerobos masuk ke sela sela jendela sepasang suami istri yang masih betah dialam mimpinya. Setelah melewati malam yang panjang, kini mereka sangat lelap tertidur.


Perlahan Felli mulai membuka matanya, ia merasakan ada tangan kekar yang melingakar dipinggangnya. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat Tristan yang tengah tertidur sambil memeluknya. Membuat Felli menerbitkan senyumnya melihat wajah tampan Tristan walau sedang tertidur.


"Tris.. " panggil Felli pelan.


"Hmm.. " Tristan hanya berdehem dan semakin mengencangkan pelukannya pada Felli.


"Tris, aku gak bisa nafas" ucap Felli mencubit perut Tristan. Membuat sang empunya mengaduh kesakitan.


"Sakit sayang, baru bangun kok langsung dicibit. Harusnya dicium kek atau gimana biar semangat suaminya" ucap Tristan pura pura sebal.


"Bodo, udah ah aku mau mandi" ucap Felli menyingkirkan tangan Tristan dan bangkit dari tidurnya.


"Aww... " ucap Felli saat merasakan perutnya tiba tiba kram.


"Kenapa sayang?" tanya Tristan khawatir dan langsung menuntun Felli untuk bersandar di ranjang.


"Perut aku kram, aww... " ringis Felli memejamkan matanya. untuk meredam rasa sakitnya.


"Ya ampun kamu kenapa sih? kita ke dokter ya" ucap Tristan yang sudah kalang kabut.


"Nggak mau... " rengek Felli memayunkan bibirnya.


"Terus, maunya gimana?" tanya Tristan.


"Usapin perutnya" pinta Felli memelas.

__ADS_1


Tristan perlahan mengelus perut Felli, seketika itu juga Felli merasa lebih baik bahkan ia memejamkan matanya untuk menikmati usapan Tristan.


"Kamu kenapa? kok bisa kram perut?" tanya Tristan.


"Aku lagi dapet" jawab Felli pelan.


"Kamu sering gini kalau lagi dapet?" tanya Tristan.


"Enggak, tapi gak tau kenapa tiba tiba aja perut aku kram gini" ucap Felli.


"Kita ke dokter ya, bahaya loh kalau dibiarin terus gini" tawar Tristan.


"Gak mau" ucap Felli kekeuh. Membuat Tristan menghela nafas panjang.


"Terus maunya gimana? Atau mau sarapan?" tanya Tristan. Membuat Felli mengangguk.


***


Setelah pesanan Tristan sampai, kini ia dengan telaten menyuapi Felli. Sesekali ia juga mengelus perut Felli untuk meredakan rasa kramnya. ia berusaha untuk menjadi suami siaga untuk Felli.


"A lagi" ucap Tristan meyodorkan nasi didepan mulut Felli.


Felli menerima suapan Tristan. "Tris, pake sambelnya dong" pinta Felli karena Tristan dengan sengaja tidak memberikan sambel pada sarapannya.


"Gak!" jawab Tristan kekeuh.


"Katanya kamu kram perut, kalau makan sambel nanti tambah parah. Udah jangan ngeyel" lanjut Tristan membuat Felli mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Dikit doang kok, masa gak boleh" ucap Felli memayunkan bibirnya.


"Walaupun dikit, itu masih tetap sambel kan?" ucap Tristan tak mau kalah.


Tristan tetap menyuapi Felli walaupun sang empunya terus saja mengomel dan cemberut. Tristan tak mau Felli telat makan ia akan bertambah parah kramnya.


"Udah ah, aku udah kenyang" ucap Felli dan mengambil air putih yang ada disana. dan meminumnya.


"Yaudah kamu tiduran aja dulu, biar kramnya ilang" ujar Tristan.


"Tris.. Kepala aku pusing" ucap Felli memegang dahinya yang tiba tiba berdenyut.


"Sini aku pijitin" ucap Tristan dan mulai memijit kepala Felli dengan lembut.


"Kamu kenapa? tadi kram perut, sekarang pusing? kamu sakit?" tanya Tristan yang sudah khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Aku gapapa kok, memang sering sih kaya gini. Tapi gak parah" jawab Felli.


"Serius?" tanya Tristan membuat Felli mengangguk.


"Terus biasanya siapa yang pijitin kepala kamu, atau usapin perut kamu?" tanya Tristan.


"Oma, atau kalau gak bibi" jawab Felli.


"Terus kamu lakuin apa biar cepet ilang" tanya Tristan.


"Rebahan aja" jawab Felli santai.

__ADS_1


__ADS_2