Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Episode 2 S2


__ADS_3

Makan malam telah tiba, kini semua anggota keluarga berkumpul di meja makan.


"Mommy jangan kacih cayul" cegah Mutia saat Flora menambahkan sayur di piringnya.


"Kenapa sayang? makan sayur kan enak" tanya Flora. Sebenarnya ia sudah tau bahwa putri bungsunya ini sangat tidak suka dengan sayur. berbeda dengan Marcel yang sangat menyukai berbagai jenis sayur.


"Mutia gak cuka mom, cayul itu pait" jawab Mutia menggelengkan kepalanya.


"Sayang kata siapa sayur pahit. Enak loh apalagi sayur ini" ucap mama Novi menunjukkan wortel.


"Mutia kalau kamu gak makan sayur nanti gak ada gizi, emang kamu mau gizi buruk?" Tanya Erick dengan pandai.


"Pinternya anak bunda" puji Felli.


"Kok bunda muji Elick cih?" Ucap Mutia cemberut.


"Eh.. bukan gitu sayang. Bunda emm... " Felli tampak bingung menjelaskannya pada Mutia.


"Mutia dengerin Daddy, kalau kamu makan sayur kamu jadi pinter, jadi cepat sekolah. kan kalau sudah sekolah punya banyak temen" tutur Rey memberi pengertian.


Mutia tampak terdiam sejenak menimang nimang perkataan sang daddy.


"Kan kata kak Marcel Mutia masih lama cekolahnya, belalti Mutia masih lama punya banyak temen" ucap Mutia cemberut.


"Astaga, gimana lagi mau jelasinnya" keluh Flora pada putrinya yang selalu ber-drama saat disuruh makan sayur.


*****


Setelah makan malam selesai, kini semua anggota keluarga berkumpul diruang keluarga.

__ADS_1


"Om main apa?" tanya Erick melihat Denis memainkan whatsapp nya.


"Ini bukan main Erick. Tapi berbalas pesan" jawab Denis.


"Berbalas pesan itu apa om?" tanya Mutia.


"Berbalas pesan itu kita bersapa lewat HP" jawab Denis masih fokus sama HP nya.


"Bersapa itu apa om?" tanya Marcel, membuat Denis kehabisan kata-kata untuk menjawab.


"Dah lah kalian nanti besar juga tau, udah gak usah banyak tanya" ucap Denis.


"Ihh om pelit banget cih, kan kita cuma pengen tau" sungut Mutia dengan wajah cemberut nya.


"Om kata mommy berbagi itu indah" celutuk Marcel.


"Bunda juga bilang kalau kita berbagi pengetahuan dengan orang lain. Nanti kita akan mendapat banyak pengetahuan lagi" timpal Erick menyahuti. Ya walaupun usianya masih 3 tahun. Namun baik Erick maupun Marcel sudah sangat pintar. Berbeda dengan Mutiara yang kurang tau tentang pengetahuan.


**


Tok... Tok... Tok...


"Mutia sayang" panggil Flora mengetuk pintu kamar putrinya.


"Mutiara... "


Tok... Tok... Tok...


"Sayang kamu udah bangun belum?"

__ADS_1


Ceklek.


Flora membuka pintu kamar Mutia, dan benar dugaannya bahwa anak gadisnya itu masih bergulung dibawah selimut tebalnya.


"Astaga ckck... " decak Flora dan membuka gorden kamar Mutia.


"Mom... " Gumam Mutia masih setengah sadar.


"Bangun sayang, ini udah pagi" ucap Flora duduk dipinggir ranjang Mutia.


"Hmm... Mutia macih ngantuk mom, bentar lagi yah" Ucap Mutia kembali menutup matanya.


"Mutia sayang kamu ini anak cewek, ingat kata mommy. anak cewek itu harus rajin dan gak boleh malas malasan kaya gini"


"Ini Mutia udah bangun mom" ucap Mutia langsung duduk dan melebarkan matanya.


"Nah pinter, sekarang mandi" perintah Flora.


"Iya mom" jawab Mutia berjalan ke kamar mandinya. Sementara Flora membereskan tempat tidur Mutia.


****


"Kakak Mutia pengen deh cepet becal cupaya dapet banyak temen. Mutia pengen cekolah" ucap Mutia pada kakaknya. Saat ini ketiga bocil itu sedang bermain digazebo.


"Iya nanti Mutia besar kok. Udah gak usah ngeluh gitu. sabar aja" ucap Marcel sambil memainkan


robot barunya.


"Mutia kata bunda kalau sudah besar nanti kita makin banyak kerjaan. Kalau kita masih kecil kaya gini kan gak ada kerjaan dan bisa santai" sahut Erick.

__ADS_1


"Tapi Mutia pengen cepet becal Elick. Mutia pengen punya banyak temen" Ucap Mutia sendu.


__ADS_2