Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Baikan


__ADS_3

"Udah dong sayang jangan ngambek lagi. Oke aku ngaku aku salah. Maafin aku ya" ucap Tristan membalikkan tubuh Felli.


"Kamu ngeselin!" kesal Felli memukul dada bidang Tristan.


"Iya iya maaf... udah jangan ngambek lagi ya" bujuk Tristan mengelus rambut Felli.


"Janji gak boleh pelit lagi sama aku?" ucap Felli menujukkan jari kelingkingnya.


"Iya janji" jawab Tristan menautkan kelingkingnya. Setelah itu memeluk Felli dengan erat.


"I love you" bisik Tristan tepat pada telinga Felli.


"Hmm i know" jawab Felli.


"Sayang aku kangen sama kamu" ucap Tristan mendekatkan wajahnya pada Felli.


"Tris... ini masih jam tujuh. Gimana kalau ada yang denger atau tiba tiba ketuk pintu?" tanya Felli yang sudah tau apa maksud perkataan suaminya.


"Gak akan sayang"


"Jangan bilang kamu lupa kalau di bawah ada Diva" ucap Felli.


"Kamu gak usah pikirkan anak curut satu itu" jawab Tristan. Perlahan tapi pasti kini bibir mereka sudah sama sama menempel. Tristan meny*sap bibir ranum Felli. Dan memberikan lum*tan lum*atan kecil. Sehingga membuat Felli membuka mulutnya danTristan leluasa untuk berjajah disana.


Tangan Tristan mulai menelusup masuk kedalam baju Felli. Ia mencari benda kenyal yang selalu ia mainkan dan sudah menjadi candu baginya.


"Eughh... " Felli mengeluarkan des*han yang membuat Tristan semakin berhairahhh.


"I love you so much" ucap Tristan di sela sela kegiatannya.

__ADS_1


Kini ia menuntun Felli untuk menuju tempat tidur tanpa melepaskan pangutannya. Ia menindih tubuh Felli dan mulai melanjutkan aksinya.


(Skip puasa) 🤭


****


Matahari bersinar terang menerobos masuk ke sela sela jendela kamar Tristan. Perlahan ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang sedang terlelap. Tristan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Felli sehingga ia bisa melihat lebih jelas wajah cantik istrinya.


Cup.


Satu kecupan mendarat sempurna di kening Felli. Membuat si empunya terusik dan perlahan membuka matanya.


"Bangun sayang" ucap Tristan memberikan senyuman hangat.


"Masih ngantuk" jawab Felli dengan suara seraknya.


"Tapi kamu harus kuliah sayang. Gak boleh malas malasan" ucap Tristan mengelus pipi Felli.


"Baiklah aku akan membuatmu tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur" ucap Tristan menyeringai, dan mulai menindih tubuh Felli.


"Oh my God apa yang kamu lakukan!" pekik Felli terkejut.


"Sebentar saja please" lirih Tristan dan mulai melancarkan aksinya. Sementara Felli hanya bisa pasrah dengan semua yang dilakukan Tristan padanya.


***


"Den, Felli sama Tristan mana sih? kok belum turun juga?" tanya mama Novi. Kini seluruh keluarga Vernatha sedang sarapan pagi bersama. Namun Felli dan Tristan belum juga turun.


"Lah kok nanya Denis mah, mana Denis tau" jawab Denis mengangkat bahu.

__ADS_1


"Udahlah mah biarin aja. Mereka baru baikan kayanya. Mama kaya gak pernah muda aja" sahut Rey.


"Tapi ini udah siang loh mas. Emang Felli gak kuliah?" tanya Flora.


"Tristan juga gak ke kantor apa?" timpal mama Novi.


"Sudah sudah kita lanjutkan sarapannya" ucap papa Irwan. Ia berusaha memaklumi anak dan menantunya itu.


"Om Denis. Diva sekolah bareng om ya?" ucap Diva.


"Hmm... " jawab Denis fokus pada makananya.


"Semalem Diva tidur sama siapa?" tanya Flora. Ia memang tak mengetahui Diva tidur dengan siapa. Pasalnya semalam ia sudah duluan pergi tidur.


"Sama gue" jawab Denis.


"Owhh... " ucap Flora manggut-manggut.


"Mommy... " panggil Marcel menghampiri Flora.


"Sayang, sini yuk sarapan!" ajak Flora.


"Uti mom" pinta Marcel menunjuk biskuit.


"Sini daddy ambilin" ucap Rey membuka toples biskuit dan memberikannya pada Marcel.


"Uhhh ponakan tante, makin ganteng aja nih tiap hari" puji Diva menghampiri Marcel.


"Tante Diva dicini?" tanya Marvel.

__ADS_1


"Hu'um. Nanti pulang sekolah tante main sama Marcel, gimana?" tawar Diva.


"Mau banget tante" seru Marcel girang.


__ADS_2