Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Hampir Tertabrak


__ADS_3

Sore harinya Felli dan bi Ina sedang joging ditaman. Ya bi Ina sangat suka diajak joging, bi Ina juga masih muda, ia masih berusia 36 tahun.


"Fell, istirahat disana yuk!" Ajak bi Ina menunjuk sebuah kursi.


"Ayo Bi, Felli juga udah cape" ucap Felli dan berjalan duduk dikursi itu.


"Bi, Felli beli minum dulu ya didepan" ucap Felli yang diangguki bi Ina.


Felli pun menuju supermarket yang tak jauh dari sana untuk membeli minum.


Ciiitttttt.....


"Aaaaaaaaa" teriak Felli saat tiba-tiba ada mobil yang hampir menabraknya.


"Huhh hampir saja" ucap pemilik mobil itu lega dan keluar.


"Lo gapapa?" Tanyanya pada Felli.


"Loh tuan?" Ucap Felli kaget melihat siapa yang hampir menabraknya.


"Lo gapapa? Ada yang luka?" Tanya Tristan membuat Felli menggeleng.


"Tuan ngapain bawa mobil ngebut banget, sengaja ya biar nabrak orang!" Omel Felli.


"Sembarangan aja!" Jawab Tristan tak terima.


"Gue ngebut karena lagi buru-buru, lagian Lo gak liat apa kalau ada mobil?" Ucap Tristan.


"Eh jelas jelas tuan yang hampir nabrak gue, lah tuan malah nyalahin gue," ucap Felli mengerucutkan bibirnya.


"Lo yang jalan gak pake mata!" Kesal Tristan.


"Enak aja! Tuan yang bawa mobil gak hati hati!" Ucap Felli tak terima disalahkan.


"Udah deh debat sama Lo gak ada gunanya," ucap Tristan lalu berlalu pergi menuju mobilnya dan menancap gas pergi meninggalkan Felli yang masih berdiri disana.


"Enak banget ya, udah hampir nabrak orang bukannya bertanggungjawab malah pergi gitu aja! Dasar tuan gak ada akhlak!" Umpat Felli dan kembali ke tujuan awalnya, yaitu membeli minum.


Setelah mendapatkan minuman, Felli kembali menemui bibinya.

__ADS_1


"Lama banget Fell, kamu beli minum atau apa?" Ucap bi Ina yang menunggu lama dari tadi.


"Maaf Bi, tadi ada gangguan sedikit" ucap Felli dan duduk disamping bibinya.


*************************


Tristan dengan nafas ngos-ngosan berlari memasuki cafe. Ia ada meeting penting sore ini, dan sudah dipastikan ia terlambat 15 menit.


"Maaf Mr. Darwin saya terlambat, tadi macet banget" ucap Tristan berbohong.


"Tidak apa apa, saya juga belum lama disini" ucap Mr. Darwin santai.


"Jadi bagaimana? Apakah tuan Tristan mau menerima tawaran saya untuk bekerjasama?" Tanya Mr. Darwin membuka percakapan.


"Saya rasa begitu Mr. Darwin, karena perusahaan anda juga sedang berkembang pesat. Dan saya yakin kerjasama kita akan berjalan dengan lancar" ucap Tristan menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu saya senang mendengarnya" ucap Mr. Darwin tersenyum.


Mr. Darwin adalah salah satu pengusaha terkenal di Tiongkok, tepatnya di China. Ia menjalin kerjasama dengan Tristan, sang pengusaha terkenal dinegaranya.


Setelah 35 menit mereka menyelesaikan meetingnya.


"Tidak masalah Mr. Darwin, saya harap kerjasama kita berjalan lancar" ucap Tristan tersenyum.


*************************


Malam harinya keluarga Vernatha sedang makan malam bersama.


"Tristan apa ada yang kamu pikirkan?" Tanya papa Irwan.


"Gak ada pah, kenapa papa bertanya seperti itu?" Tanya balik Tristan.


"Karena papa lihat belakangan ini kamu berbeda" jawab papa Irwan.


"Alias aneh" sambung Rey.


"Aneh gimana maksud kalian?" Tanya Tristan bingung.


"Udah deh, susah ngomong sama Abang" ucap Rey tak mau ambil pusing.

__ADS_1


Setelah acara makan malam selesai kini semua keluarga berkumpul diruang keluarga.


"Mom... Mom... Mom..." Panggil Marcel berjalan kearah Flora.


"Apa sayang?" Tanya Flora dan mendudukkan Marcel dipangkuannya.


"Onis.. onis..." Ucap Marcel menunjuk Denis.


"Onis?" Ucap Flora tak mengerti percakapan anaknya.


"Oh om Denis?" Tebak Flora membuat Marcel mengangguk.


"Kenapa dengan om?" Tanya Denis.


"Om ganteng ya?" Ucap Denis penuh percaya diri.


"No... Otan... Otan..." Ucap Marcel menunjuk Tristan.


"Otan?" Flora lagi lagi menyeritkan dahinya.


"Otan... Otan..." Ucap Marcel lagi lagi menunjuk Tristan.


"Om Tristan?" Tebak Rey membuat Marcel menangguk.


"Kut... Kut... (Ikut ikut)" ucap Marcel merentangkan tangannya pada Tristan.


"Mau sama om ya?" Ucap Tristan dan mengambil alih Marcel dari Flora.


"Otan... Otan..." Ucap Marcel tersenyum.


"Om Tristan, bukan Otan. Nanti dikira orang hutan" ucap Tristan menyubit gemas pipi Marcel.


"Gapapa kali bang, Lo kan hampir mirip sama orang hutan" ucap Denis yang mengundang tawa mereka semua.


"Hahaha bener tuh, sebelas dua belas" tambah Rey tertawa geli.


"Dasar adek gak ada akhlak kalian!" Kesal Tristan melengos.


"Kalian ini, kalau berkumpul selalu saja ribut" decak mama Novi kepada ketiga anaknya.

__ADS_1


__ADS_2