
Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, kini pesawat Felli sudah mendarat di Singapura internasional airport.
Felli dan Darwin segera turun dari pesawat. Felli bisa melihat keindahan di Singapura tak kalah indah dengan yang ada di Indonesia. Felli menghirup dalam udara segar disana.
"Fell, ayo tuh jemputan udah datang" ucap Darwin menunjuk sebuah mobil yang dikhususkan untuk menjemputnya.
Felli tersenyum dan mengangguk. Lalu masuk kedalam mobil itu bersama Darwin.
"Papa kerjanya apa disini?" Tanya Felli saat telah didalam mobil.
"Papa punya perusahaan disini, dan saat ini sedang berkembang pesat" ucap Darwin tersenyum.
"Papa hebat juga ya" puji Felli.
"Biasa aja Fell" elak Darwin.
"Pah..." Panggil Felli menatap wajah Darwin.
"Ada apa Fell?" Tanya Darwin menoleh kearah Felli.
"Papa yakin mama tiri Felli bisa menerima Felli sebagai anaknya?" Tanya Felli sendu.
"Papa yakin Fell, mama kamu itu orangnya baik. Dia pasti menerima kamu sebagai anaknya, kamu gak perlu khawatir" ucap Darwin meyakinkan, membuat Felli mengangguk pelan.
"Semoga ibu tiriku nanti gak kaya yang di novel novel" batin Felli berharap.
Tak terasa mobil mereka sudah sampai di sebuah mansion yang cukup mewah dan luas disana.
"Pah, ini mansion papa?" Tanya Felli takjub saat keluar mobil.
__ADS_1
"Iya Fell, kamu suka?" Jawab Darwin.
"Suka banget papa" ucap Felli memeluk papanya. Darwin pun dengan senang hati menerima pelukan Felli dan mengelus punggungnya.
Tak berapa lama keluarlah seorang wanita yang masih terlihat awet muda dengan seorang remaja perempuan dari balik pintu.
"Sayang kamu sudah pulang" ucap istri Darwin menyalami suaminya.
"Siapa dia?" Tanyanya melihat Felli.
"Perkenalkan ini Felli, anak kandungku yang pernah aku ceritakan" ucap Darwin memperkenalkan Felli.
Felli tersenyum kaku ia tak berani menyapa mamanya. Takutnya nanti reaksi mamanya tak sesuai ekspektasinya.
"Fell, perkenalkan ini mom Dahlia. Mom Dahlia akan menjadi ibu kamu mulai sekarang" ucap Darwin memperkenalkan istrinya keduanya.
"Cantik sekali kamu" puji Dahlia pada Felli yang kini sudah menjadi anak angkatnya.
"Dan ini Vini, dia akan menjadi adik kamu mulai sekarang" ucap Darwin memperkenalkan anaknya.
"Vini kak" ucap Vini mengulurkan tangannya.
"Felli" ucap Felli menerima uluran tangan Vini seraya tersenyum.
"Vini, mulai sekarang Felli akan menjadi kakakmu" ucap Darwin pada anaknya.
"Iya pah" ucap Vini mengerti.
"Dan Vini kamu bersikaplah dengan sopan pada kakakmu" ucap Dahlia memperingatkan. Karena ia tahu betul bagaimana sikap anaknya ini yang bisa dibilang bar-bar. Bahkan disekolahnya Vini mendapat gelar sebagai gadis pembuat onar.
__ADS_1
"Iya mom" ucap Vini mengangguk tanda mengerti.
"Kalian mulai sekarang sudah jadi kakak adik. Jadi harus damai dan gak boleh berantem" ucap Dahlia.
"Iya mom" jawab Felli dan Vini serempak.
"Ayo masuk, diluar panas" ajak Dahlia menuntun mereka untuk masuk.
"Felli, kamu gak usah malu malu ya, anggap aja ini sebagai rumahmu sendiri dan jangan sungkan kalau perlu apa apa. Sekarang kamu sudah menjadi anak mom" ucap Dahlia menuntun Felli untuk duduk disofa.
Felli mengangguk dan tersenyum. "Makasih mom" ucap Felli tulus.
"Buat?" Tanya Dahlia menyeritkan keningnya.
"Makasih karena mom sudah menerima Felli sebagai anak mom. Dan makasih telah mengijinkan Felli untuk tinggal disini dan bergabung dengan kalian" ucap Felli tersenyum. Ia tak menyangka ibu tirinya itu sangatlah baik padanya. Sangat jauh dari ekspektasinya yang mengira ia akan mempunyai ibu tiri yang jahat dan kejam.
"Mom akan senang hati menerimamu, walau bagaimanapun kamu itu adalah anak suamiku, jadi mulai sekarang kita adalah keluarga" ucap Dahlia membawa Felli kedalam pelukannya.
"Jadi begini rasanya pelukan seorang ibu" batin Felli menitikkan air mata.
"Sayang kamu kenapa nangis?" Tanya Dahlia bingung.
"Gapapa mom, aku cuma senang sekarang aku bisa merasakan bagaimana rasanya pelukan seorang ibu. Sedari kecil aku sangat penasaran bagaimana rasanya pelukan seorang ibu yang pernah orang ceritakan. Dan aku sangat senang bisa mendapatkan pelukan dari seorang ibu yang sangat baik sepertimu mom" ucap Felli membuat mom Dahlia ikut sedih bercampur haru.
Sedih karena mendengar Felli tak pernah merasakan pelukan seorang ibu. Dan haru karena Felli mengatakan bahwa ia adalah ibu yang baik, padahal Felli baru bertemu dengannya.
Dahlia pun mendekap Felli dengan erat seraya mengelus punggung Felli.
"Mulai sekarang kamu bisa merasakan pelukan seorang ibu. Ingat mom akan menganggapmu sebagai anak kandung mom sendiri" ucap mom Dahlia mengelus pucuk kepala Felli dengan sayang.
__ADS_1
"Iya mom, Felli juga akan menganggap mom sebagai ibu kandung sendiri" ucap Felli. Selintas isi surat dari mamanya melewati pikirannya, dimana mamanya menyuruh Felli untuk menyayangi ibu tirinya nanti. Dan kini Felli telah bertemu dengannya.