Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Perhatian Tristan


__ADS_3

"Tuan, kita mau kemana lagi sih?" Tanya Felli.


"Diem!" Jawab Tristan dingin.


"Ya ampun kenapa aku bisa masuk kedalam kehidupan tuan es kaya dia sih?" Kesal Felli dalam hati.


Mobil Tristan sudah sampai disebuah rumah sakit yang tak lain adalah rumah sakit Vernatha.


"Tuan, kok kita kesini?" Tanya Felli bingung.


Tanpa menjawab Tristan langsung turun dari mobil, dan membuka pintu mobil sebelah, lalu menggendong Felli keluar.


"Tuan turunin! Gue bisa jalan sendiri!" Ucap Felli memukul dada bidang Tristan.


"Diem, atau aku turunin disini!" Ancam Tristan.


"Tapi tuan gak enak banyak yang ngeliat" ucap Felli membenamkan wajahnya didada bidang Tristan.


Tristan pun membawa Felli ke ruang VVIP, ruangan khusus untuk si pemilik rumah sakit.


"Tin, tolong periksa kaki dia" perintah Tristan pada dokter Tina.


"Baik tuan" ucap dokter Tina dan mulai memeriksa kaki Felli.


"Bagaimana? Ada luka yang serius?" Tanya Tristan penasaran.


"Tidak ada tuan, ini hanya luka terkena beling saja nanti saya akan kasih obat biar sembuh, dan untuk menghilangkan merah dikakinya, saya akan memberikan salep untuk meredakan rasa panasnya" jelas dokter Tina.


"Baiklah, terimakasih" ucap Tristan dan membantu Felli turun dari brankar.


"Diusahakan jangan banyak aktivitas dulu ya, supaya lukanya cepat kering, dan untuk obatnya minum setiap hari setelah makan" ujar dokter Tina.


"Baik dok, terimakasih" ucap Felli tersenyum.


"Sama sama nona" ucap dokter Tina membalas senyuman Felli.


*************************

__ADS_1


"Bisa jalan sendiri?" Tanya Tristan saat sudah sampai didepan rumah Felli.


"Bisa tuan" jawab Felli dan berusaha keluar dari mobil dengan dibantu Tristan.


"Oh ya, tuan gak serius kan sama omongan tuan tadi?" Tanya Felli.


"Yang mana?" Tanya balik Tristan.


"Pelayan pribadi" jawab Felli singkat.


"Soal itu nanti kupikirkan" ucap Tristan dan membimbing Felli masuk kerumah.


Ceklek.


Bi Ina membukakan pintu saat Felli hendak memencet bel.


"Ya Allah Felli kamu kenapa?" Pekik bi Ina melihat kaki Felli bergulung perban.


"Gapapa bi, ini cuma luka kecil aja, nanti juga sembuh kok" jawab Felli santai.


"Nak Tristan sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya bi Ina menjelaskan.


"Oh ya bibi lupa, ayo silahkan masuk!" Ucap bi Ina mempersilahkan.


Merekapun masuk kedalam dan terlihatlah sang Oma yang tengah duduk diruang tamu sambil menonton TV.


"Oma..." Panggil Felli mendekat kearah Oma.


"Sayang kamu sudah pulang" ucap Oma dan menyuruh Felli duduk disampingnya.


"Ya ampun Fell, kaki kamu kenapa?" Pekik sang Oma terkejut melihat kaki Felli.


"Begini semuanya biar saja jelaskan, tadi Felli datang kekantor saya dan tak sengaja menabrak seorang pelayan yang tengah membawa kopi hangat dan terjadilah seperti ini" ucap Tristan menjelaskan.


"Tapi bibi, sama ibu tenang saja, saya sudah mengurus pelayan ceroboh itu" lanjut Tristan.


"Panggil saya Oma, oke..." Ucap Oma pada Tristan.

__ADS_1


"Ba-baik Oma" ucap Tristan tersenyum kaku.


"Tapi bibi sama Oma tenang saja tadi saya sudah membawa Felli kedokter dan tidak ada luka yang serius" lanjut Tristan membuat Oma dan Bi Ina manggut-mangut.


"Terimakasih nak Tristan" ujar sang Oma tersenyum.


"Tidak masalah Oma, lagipun ini juga salah saya" jawab Tristan.


*************************


"A lagi sayang" ucap Rey, saat ini ia tengah menyuapi Flora makan makanan pesanannya tadi.


"Mas, Flora kenyang" ucap Flora menutup mulutnya.


"Sayang kamu itu lagi hamil, harus makan yang banyak biar anak Daddy tetap sehat disini" ucap Rey mengelus perut Flora yang masih rata.


"Mas, Flora udah kenyang beneran" ucap Flora memelas.


"Baiklah, ayo minum susunya" ujar Rey memberikan segelas susu hamil pada Flora. Flora pun langsung meminumnya.


"Mom mom mom" panggil Marcel berjalan kearah Flora.


"Sayang sini yuk!" Ajak Flora dan Marcel pun mendekat kearah sang mommy. Dan duduk dipangkuan Flora.


"Sayang jangan duduk dipangkuan mommy, nanti dedenya sakit" ujar Rey dan menurunkan Marcel dari pangkuan Flora.


"Daddy..." Ucap Marcel tersenyum kearah sang Daddy.


"Wah hebat anak mommy udah bisa panggil Daddy nya" puji Flora.


"Mom mom mom" jawab Marcel berceloteh.


.


.


.

__ADS_1


.


Nih yang kangen sama keluarga kecil Rey.


__ADS_2