Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Tanda Tanda


__ADS_3

Malam harinya Felli duduk sendiri dianak tangga. Ia menunggu keberadaan Tristan yang tak kunjung pulang sampai sekarang. Tadinya Tristan sudah mengabari bahwa ia akan pulang terlambat, namun Felli tak bisa tidur bila tak ada sang suami disisinya.


"Duhh Tristan mana sih? masa jam segini belum pulang? ngapain coba? Mana ini udah malem banget, atau jangan jangan dia gak kerja? Hmm harus diinterogasi nanti" gerutu Felli sambil mengusap perutnya.


Ceklek.


Terdengar suara pintu terbuka, Felli mengira bahwa itu Tristan. Namun ternyata ia salah, itu adalah Denis adik iparnya. Sudah biasa bagi Denis pulang jam segini, karena ia selalu nongkrong bersama para teman temannya. Bahkan hampir jam 12 malam baru pulang.


"Lah lo ngapain disitu? kaya gelandangan aja" celutuk Denis terkekeh.


"Ihh kamu dateng dateng langsung ngeledek gitu. Lagian mana ada gelandang secantik dan seimut aku" sahut Felli percaya diri.


"Dihh makin kesini, lo makin narsis ya" celutuk Denis sambil membuka kulkas, mencari air dingin yang bisa ia minum.


"Den... " panggil Felli.


"Hmm... "


"Lo tau dimana suami gue?" tanya Felli.


"Lah ngapain lo nanya ke gue coba? lo kan istrinya!" jawab Denis hendak melewati Felli untuk kedalam kamarnya.


"Den tunggu!" cegah Felli.

__ADS_1


"Apa lagi sih Fell? gue ngantuk hoamm... " ucap Denis pura pura menguap. Padahal ia sengaja melakukan itu untuk menghindari Felli.


"Pasta... " rengek Felli memasang muka imutnya.


"Hah? Fell... lo jangan ngisengin gue. Ini udah malem. Lebih baik lo tidur aja sono, lagian ngapain lo malah disini? Nungguin mbak kunti?" tanya Denis, yang justru membuat Felli mengerucutkan bibirnya dengan tajam.


"Gue sumpahin kunti dateng dikamar lo!" ketus Felli.


"Bodo" sahut Denis dan melanjutkan langkah kakinya.


"Denis... lo gak kasian sama gue? lo gak kasihan sama ponakan lo? Masa gue kelaperan gini lo malah cuek aja. Harusnya lo tuh belajar gimana menjadi adik ipar yang baik, jangan malah jadi adik ipar lucknut! Apalagi gue lagi hamil kaya gini, peran lo tuh penting, dan juga-"


Ceklek.


"Loh sayang kok belum tidur?" tanya Tristan menghampiri Felli.


"Nah berhubung suami lo udah pulang. Sono lo suruh dia aja. Dan ingat yang buat lo hamil itu SUAMI LO bukan gue. Jadi peran dia lebih penting!" sungut Denis dan berlalu pergi menuju kamarnya.


"Denissss!!!" Pekik Felli kesal pada adik iparnya itu.


"Astaga punya kakak ipar berasa kaya punya penceramah" batin Denis menggelengkan kepalanya.


"Kenapa lagi hem?" tanya Tristan.

__ADS_1


"Adik kamu itu pelit banget yah. Masa aku laper dia gak mau masakin makan!" cemberut Felli, membuat Tristan terkekeh. Karena memang setiap malam Felli pasti merengek minta sesuatu untuk dimakan.


"Mau apa?" tanya Tristan.


"Pasta" jawab Felli cepat.


"Baiklah, aku buatin dulu" ucap Tristan menuju dapur. Tristan memang bisa kalau sekedar memasak pasta, mie instan, atau makanan sejenisnya.


"Aww...." pekik Felli saat merasakan perutnya sakit.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Tristan mulai panik, saat melihat Felli memejamkan matanya sambil meremas ujung bajunya.


"Aww... Sshhh sakittt... " ucap Felli mengaduh, membuat Tristan reflek mengusap perut buncit istrinya, untuk meredakan rasa sakitnya. Namun usahanya sia sia lantaran rasa sakit Felli tak kunjung reda.


"Sa-sayang... Ka-kamu.. " Tristan langsung shock melihat darah yang mengalir dipant*t istrinya.


"Awww... Sakittt.... " jerit Felli meremas kuat tangan Tristan.


"Kita kerumah sakit!" ucap Tristan segera menggendong Felli.


"Tris ada apa sih kok mama denger... Ya Allah Felli kamu kenapa sayang?" mama Novi langsung panik saat melihat darah yang mengalir dikaki Felli.


"Mama... sakittt... " rintih Felli.

__ADS_1


"Tristan kamu kerumah sakit sekarang! cepat!" suruh mama Novi dan langsung membangunkan papa Irwan agar bisa mengikuti Felli dan Tristan kerumah sakit.


__ADS_2