
Keesokan harinya Tristan bersiap untuk pergi kerumah Felli.
Sekitar 30 menit Tristan sampai didepan rumah Felli, dan disana juga ada Vabio.
"Pagi tuan" sapa Felli tersenyum.
"Hmmm" jawab Tristan hanya berdehem.
"Ngapain Lo disini?" Tanya Vabio tak suka melihat kedatangan Tristan.
"Dia mau temenin gue kontrol Vab" jawab Felli tersenyum tapi berhasil membuat Vabio kecewa.
"Vab, Lo kenapa?" Tanya Felli melihat perubahan wajah Vabio.
"Gapapa Fell" jawab Vabio mencoba untuk tersenyum.
"Andai Lo tau Fell, kedatangan gue kesini juga untuk menemani Lo kontrol, tapi sepertinya Lo lebih memilih dia daripada gue" batin Vabio tersenyum getir.
"Eh ada nak Tristan, sama nak Vabio" ucap Oma yang datang menghampiri mereka.
"Pagi Oma" sapa Tristan tersenyum.
"Pagi nak Tristan" jawab Oma juga tersenyum.
"Oma Felli kontrol ditemenin Tristan ya" ucap Felli membuat Tristan tersenyum karena Felli tak lagi memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'.
__ADS_1
"Oh baiklah kalau begitu" ucap sang Oma setuju.
"Yaudah Oma kita berangkat ya" pamit Felli mencium tangan sang Oma, begitupun dengan Tristan.
"Vab, Lo disini dulu ya, titip Oma sama bibi. Gue gak akan lama kok" ucap Felli yang dibalas anggukan lemah dari Vabio.
Felli dan Tristan pun langsung tancap gas pergi meninggalkan perkarangan rumah Felli.
"Nak Vabio ayo masuk!" Ajak Oma dan melangkah masuk bersama Vabio.
"Oma tadi itu siapa?" Tanya Vabio saat telah duduk bersama Oma.
"Oh itu nak Tristan" jawab Oma.
"Dia pacar Felli Oma?" Tanya Vabio penasaran.
"Tapi kalau mereka pacaran juga gapapa" lanjut Oma membuat Vabio langsung menatap kearah Oma.
"Maksud Oma? Oma setuju kalau Felli sama dia pacaran?" Tanya Vabio memastikan yang hanya dibalas anggukan kepala dari Oma.
"Setuju" sahut bi Ina tiba tiba muncul dihadapan mereka.
"Kenapa memangnya?" Tanya Vabio.
"Nak Tristan itu orangnya baik, sopan, udah gitu ganteng lagi. Liat Felli sakit aja dia obatin, itu menandakan nak Tristan adalah orang yang bertanggungjawab" jawab bi Ina tersenyum.
__ADS_1
**************************
Sesampainya dirumah sakit, Felli langsung menuju ruang dokter Tina.
"Silahkan duduk nona" ucap dokter Tina mempersilahkan, Felli pun langsung duduk, dan dokter Tina mulai memeriksa luka Felli.
"Bagaimana Tin?" Tanya Tristan penasaran.
"Pemulihannya sangat baik, diusahakan jangan terlalu banyak berjalan agar lukanya cepat sembuh, dan untuk salepnya itu dioleskan satu kali saja dalam sehari" jelas dokter Tina.
"Baik dok terimakasih" ucap Felli tersenyum.
"Sama sama nona" jawab dokter Tina membalas senyuman Felli.
Sementara itu Rey dan Flora kini tengah berada di ruangan dokter Tasya untuk USG.
"Silahkan berbaring nona" ucap dokter Tasya mempersilahkan.
Flora pun langsung berbaring dibrankar, dokter Tasya pun mulai membuka baju Flora dan mengoleskan gel keperut Flora.
"Tuan dan nona silahkan lihat dimonitor" ucap dokter Tasya membuat Rey dan Flora langsung menatap kearah monitor.
"Perkembangan bayi anda sangat baik, diusahakan untuk tetap makan makanan bergizi dan jangan melakukan aktivitas yang berat berat, karena usia kandungan nona sangat rentan terhadap keguguran" jelas dokter Tasya.
"Berapa usia kandungan istri saya?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Usia kandungan nona Flora sudah memasuki satu bulan" jawab dokter Tasya tersenyum.
Dokter Tasya adalah adik dari dokter Tina. Dokter Tasya adalah dokter kandungan yang sangat handal.