Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Kedatangan Curut


__ADS_3

"Oke oke aku ngaku. Aku salah, pliss buka pintunya yank" bujuk Tristan masih mengetuk ngetuk pintu.


Sementara didalam Felli sedang berbaring sambil menonton drakor kesukaannya, dia tidak memperdulikan Tristan yang terus mengetuk pintu.


****


Malam harinya keluarga sudah berkumpul untuk makan malam.


"Bang lo kenapa?" tanya Rey yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Tristan.


"Kak Tristan sakit?" timpal Flora.


"Iya, sakit hati" jawab Denis, lalu sedetik kemudian dia tertawa sambil melirik Felli yang masih tak menghiraukan Tristan.


"Sakit hati??" tanya papa Irwan heran. Denis hanya mengangguk.


"Kalian lagi ada masalah apa?" tanya mama Novi yang sudah bisa menebak.


"Gak ada kok mah, kita baik baik aja" jawab Felli berusaha tersenyum.


"Kirain ada masalah" ucap mama Novi terkekeh.


"Mamp*s lo bang, tidur diluar" batin Denis tertawa.


Setelah makan malam, kini semua keluarga berkumpul diruang keluarga. Seperti biasa mereka bermain dengan baby Mutiara. Sedangkan Rey dan Denis fokus dengan PS nya. Ya walaupun Rey sudah memiliki dua anak, namun hobby nya tidak bisa dihilangkan. Apalagi kalau ada waktu luang.


"Hello im coming.... " Teriak seseorang memasuki rumah. Sontak membuat orang disana terkejut.


"Diva, kamu ngapain malem malem kesini? mana mami kamu?" tanya mama Novi yang melihat Diva tiba-tiba datang kerumahnya.


"Mami gak ikut mah" jawab Diva mendudukkan dirinya disamping Felli.

__ADS_1


Masih ingatkah kalian sama Diva?


"Yesss gue menang" girang Rey.


"Yaaa kalah deh.. " ucap Denis cemberut, lantaran dikalahkan oleh abangnya.


"Masa om Denis mainnya noob terus?" ledek Diva.


"Heh curut! tuh mulut bisa banget ngomongnya. Lagian gue kalah juga karena elu!" sahut Denis tak terima.


"Lah kenapa nyalahin Diva. Noh salahin aja tangan om, gak becus mainnya" balas Diva enteng.


"Dasar curut gak ada akhlak!" sungut Denis kesal. Sementara Diva tidak memperdulikannya.


"Baby Mutiara cantik yah" ucap Diva mengelus pipi baby Mutiara.


"Iya dong, siapa dulu daddy nya" jawab Rey songong.


"Tapi sayangnya baby Mutiara gak mirip sama om Rey. Dia lebih mirip sama tante Flora" ucap Diva, membuat orang disana tertawa. Kecuali Rey dan Tristan.


"Dasar curut!" sungut Rey kesal.


"Tante Felli juga bentar lagi punya baby yah?" tanya Diva pada Felli.


"Iya sayang" jawab Felli tersenyum.


"Yeeaayy berarti Diva banyak temennya nanti" sorak Diva tersenyum.


"Om Tristan kenapa diem mulu?" tanya Diva pada Tristan.


"Sakit gigi dia" jawab Rey asal.

__ADS_1


"Diva hari ini mau tidur sama tante Felli yah" ucap Diva santai.


"Enggak! gak boleh!" cegah Tristan cepat.


"Loh kenapa? kan Diva mau tidur bareng debay" jawab Diva mengelus perut rata Felli.


"Pokoknya gak boleh. Noh tidur aja sama Denis" suruh Tristan.


Sementara orang disana hanya diam menahan tawa, melihat tingkah laku Tristan yang sangat posesif pada istrinya.


"Tan, boleh yah Diva tidur bareng tante?" tanya Diva pada Felli.


"Iya, boleh kok" jawab Felli tersenyum.


"Tuh, tante Felli aja gak masalah"


"Sayang... " ucap Tristan hendak protes.


"Cuma malam ini aja" jawab Felli.


"Sayang jangan gitu dong"


"Dah lah aku ngantuk, mau tidur"


"Yaudah istirahat ya sayang" ucap mama Novi yang diangguki Felli.


Felli berjalan menuju kamarnya, diikuti Tristan yang juga beranjak dari tempat duduknya.


"Diva sayang, kamu disini aja dulu ya. Tante Felli sama om Tristan lagi ada urusan sebentar" ucap mama Novi. Yang hanya dibalas anggukan dari Diva.


Felli masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu. Ia berjalan kearah walk in closet untuk mengambil piyama nya.

__ADS_1


"Sayang maafin aku" ucap Tristan tiba tiba datang dan memeluk Felli dari belakang, ia meletakkan dagunya dibahu Felli.


Felli tak bergeming ia tak merespon ucapan Tristan. Malah ia sibuk mencari piyama mana yang akan dia pakai.


__ADS_2