
Sudah lima hari Felli terkurung dirumah, tak bisa melakukan aktivitas bahkan ia mengambil cuti kuliah. Itu membuatnya sangat bosan.
"Bi, boleh aku keluar?" Tanya Felli pada bi Ina.
"Fell, kaki kamu belum sembuh, sebaiknya kamu istirahat aja dirumah" jawab bi Ina.
"Tapi bi, Felli bosen dirumah terus" ucap Felli mengerucutkan bibirnya.
"Ini demi kesembuhan kamu Fell" ujar bi Ina lembut.
"Bi pliss ya, Felli cuma ke taman dekat sini kok, janji gak akan lama" ucap Felli menunjukkan kelingkingnya.
"No!" Jawab bi Ina tegas.
"Ihhh bibi nyebelin!" Ucap Felli melengos.
"Assalamualaikum" ucap Vabio datang kerumah Felli. Ya Vabio memang setiap hari datang kerumah Felli untuk memeriksa keadaan Felli.
"Waalaikumsalam" jawab bi Ina dan Felli.
"Nak Vabio" ujar bi Ina tersenyum.
"Pagi bi" sapa Vabio menyalami bi Ina.
"Pagi" jawab bi Ina tersenyum.
"Fell, gimana keadaan Lo?" Tanya Vabio.
__ADS_1
"Udah mendingan kok" jawab Felli.
"Nah, kan disini udah ada Vabio, Felli pergi sama Vabio aja ya bi" pinta Felli memohon.
"Pergi kemana?" Tanya Vabio.
"Ke taman, boleh ya bi" mohon Felli membuat bi Ina mau tak mau menuruti keinginan Felli.
"Baiklah, hanya sebentar ya" jawab bi Ina membuat Felli tersenyum sumringah.
"Makasih bibi" ujar Felli girang.
"Vab, ayo!" Ajak Felli dan Vabio mengajak Felli keluar menggunakan kursi roda.
Sesampainya di taman, Felli menghirup dalam udara segar disana, sudah lama ia tak keluar rumah.
"Sama-sama Fell" jawab Vabio membalas senyuman Felli.
Felli dan Vabio menghabiskan waktu bersama ditaman, sambil sesekali bercanda tawa.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dengan tajam ia mengepalkan tangannya melihat kebersamaan Felli dan Vabio.
Tanpa berlama-lama lagi, ia keluar dan menghampiri Vabio dan Felli.
"Ehemmm" deheman Tristan mengagetkan mereka. Ya sedari tadi Tristan terus memantau interaksi antara Vabio dan Felli. Tristan tak suka melihat Felli terlalu dekat dengan Vabio, tapi ia juga tidak tau apa yang membuatnya tak rela jika Felli berduaan dengan pria lain. Jangan bilang dia cemburu? Oh my God sejak kapan seorang Tristan Vernatha cemburu? Itu sama sekali tidak ada di kamusnya.
"Tuan" ujar Felli terkejut melihat kedatangan Tristan.
__ADS_1
"Lo lagi Lo lagi" Vabio sudah jengah melihat Tristan yang selalu menganggu kebersamaannya dengan Felli.
"Ngapain keluar? Udah tau kaki masih sakit masih ngeyel" ucap Tristan mengomel.
"Lo gak usah sok perhatian! Felli ada gue yang jagain" ujar Vabio menatap Tristan dengan tatapan tak suka.
"Lebih baik Lo pergi dari sini!" Usir Tristan.
"Seharusnya Lo yang pergi dari sini, bukan gue!" Jawab Vabio kesal.
"Udah udah, kenapa malah berantem sih!" Lerai Felli menatap kedua pria dihadapannya.
Tanpa basa-basi Tristan segera mendorong kursi roda Felli menjauh dari sana.
"Hey... Berhenti Lo!" Teriak Vabio mengejar Tristan.
"Tuan mau bawa gue kemana sih?" Tanya Felli yang tak dapat jawaban dari Vabio.
"Bisa gak manggil gue gak usah pake tuan!" Tegas Tristan.
"Lalu Felli harus manggil apa? Gak mungkin manggil bapak kan? Atau om gitu?" Tanya Felli.
"Panggil aku Tristan" jawab Tristan datar.
"Ta-Tapi...."
"Tidak ada tapi tapian!" ujar Tristan tegas.
__ADS_1
"Hufftt baiklah" ucap Felli menghela nafas.